1001 Cara Menjadi Yang Terhebat

1001 Cara Menjadi Yang Terhebat
Kemarahan Eggy


__ADS_3

Jadi, setelah kembali ke kamar, Rexy tidak beristirahat, karena memang tidak berguna.


[Nama Budak: Rexy Sanjaya]


[Ras: Manusia]


[Jiwa: 2 hari]


[Kekuatan fisik: 10]


[Intuisi: 10]


[Kekayaan: 10.710 €]


[Poin: 6.710]


[ Keterampilan: Petinju Kelas Dunia]


[Misi Utama: Kuasai Dunia]


[Misi Sekarang: Dapatkan hati Erlina(1 bulan) Bantu Akira menyelesaikan masalah(3 bulan)]


[Kemajuan misi: Erlina 10%. Akira 20%]


Melihat bar pada misi, Rexy tidak terlalu peduli dengan apa yang ditambahkan. Pikirannya hanya berfokus pada intuisi dan keterampilan.


Karena saat ini itu adalah yang dia butuhkan.


Tapi, ketika Rexy melihat poin yang digunakan untuk menaikkan intuisinya, dia merasa sakit.


"Apa maksudmu, Eggy? Bukankah sebelumnya hanya 100 poin untuk meningkatkan intuisi, kenapa sekarang jadi 1000 poin?"


"Karena saat ini berbeda dari sebelumnya. Sekarang untuk meningkatkan intuisi, ada kelipatan 10 kali setiap tingkatan."


"Apa perbedaannya?"


"Simpel! Kamu sekarang bukan manusia biasa, fisik intuisi dan apapun itu, kamu sudah di atas manusia biasa. Jadi, jika kamu meningkatkan kapasitas keahlianmu, kelipatan sepuluh persen adalah resikonya."


"Jadi, jika aku menaikan kekuatan fisik, aku juga harus membayar 1000 poin?"


"Ya."


"Lalu, berapa yang dapat aku tingkatkan dengan menggunakan 1000 poin?"


"10."


"Hah, apakah kamu bercanda? 1000 poin hanya meningkat 10 angka?"


"Ada masalah?"


Rexy terdiam. Telur ini, dia sangat semena-mena, kan?

__ADS_1


Ucapannya yang sinis dan ketidakpeduliannya, ini sangat menyebalkan.


Semangat yang tinggi sebelumnya untuk bisa menyelamatkan Akira, kini sedikit mengendur. Jika seperti ini, Rexy merasa sia-sia jika terus memikirkannya.


Merasa tak berdaya, Rexy hanya bisa menghela nafas dan pasrah dengan keadaan.


"Baiklah, naikan intuisi ku, dan kekuatan fisik ku."


"Beres!"


Mengikuti kata-kata Eggy, Rexy melihat jika intuisi dan fisiknya masing-masing menjadi 20.


Hanya saja, dia tidak merasakan perubahan apapun pada dirinya. Apakah ini ada yang salah.


"Apalagi? Aku ingin istirahat, cepat katakan!"


Rexy ingin bertanya, tapi Eggy berkata terlebih dahulu dengan nada tidak sabar.


Istirahat!


Baru kali ini Rexy mendengar ada telur yang berkata seperti itu.


"Cepat!" Eggy mendesak lagi.


"Beri....aku keterampilan yang bisa.... membuatku membantu Akira..." Rexy menahan suaranya agar tidak berteriak, dan menahan emosinya.


"Tidak ada!"


Rexy yang tidak lagi menahan emosinya segera mengulurkan tangan, dan memegang telur di depannya. Bukan hanya berencana memegangnya, Rexy juga berniat untuk meremas telur ini dengan tangannya. Lalu membawanya ke dapur, dan meletakkannya di atas panci untuk dimasak.


Hanya saja, sebelum semua rencananya terlaksana, Rexy melihat tangannya menembus telur itu begitu saja.


Tidak bisa di sentuh!


Walau telur itu terlihat nyata, ternyata dia tidak memiliki fisik sama sekali. Sama seperti sebuah asap rokok yang tidak bisa di sentuh.


"Budak tidak sopan! Kamu sangat berani menyentuh Dewi ini!"


Suara keras dan penuh amarah terdengar di telinga Rexy.


Hanya saja, Rexy tidak peduli, dan sekali lagi mencoba memberi pelajaran pada telur menyebalkan ini.


Kali ini, Rexy tidak mencoba untuk memegangnya, tapi menggunakan tinjunya. Rexy tahu kekuatan pukulannya, dan jika mengenai kulit telur Eggy, dia pasti akan langsung meledak.


Rexy sudah sangat marah, dan tidak ragu-ragu untuk mengeluarkan semua kekuatan dalam tinjunya.


"Mati!"


"Bang!"


Suara ledakan keras terdengar di kamar.

__ADS_1


Hanya saja, itu bukan suara ledakan dari telur Eggy yang meledak, tapi suara tubuh Rexy yang terlempar dan menabrak dinding dengan keras.


Ya, Rexy terlempar jauh dan menabrak dinding kamarnya.


"Sebagai seorang budak, kamu berani menyentuh Dewi. Makhluk rendahan, kamu harus di beri pelajaran!"


Rexy tidak memperdulikan amarah Eggy. Saat ini, tubuhnya yang sedang tertanam di dinding kamar hanya melihat telur di depannya dengan ketakutan.


Barusan, saat Rexy mencoba memukul Eggy, dia merasakan seperti ada suatu kekuatan besar yang tiba-tiba muncul dan menerbangkan dirinya.


Kekuatan itu tidak terlihat, tapi nyata, dan sedetik kemudian, tubuhnya terlempar jauh di dinding.


Apa itu? Apakah ini benar-benar kekuatan Eggy?


Rexy masih bertanya-tanya, dan dia menemukan jika umurnya di bar berkurang satu hari. Belum sampai di situ, poinya juga berkurang seribu menjadi 3500.


"Ini pelajaran bagimu karena berani menyentuh Dewi. Jika di masa depan kamu berani melakukannya lagi, aku tidak akan ragu untuk mengembalikan kamu menjadi babi bodoh!" Mengatakan ini, suara Eggy terlihat tegas, dan penuh dengan keseriusan.


Jika Rexy mengulangi kesalahannya lagi, Eggy pasti akan melakukannya tanpa keraguan.


Bahkan Rexy yang telah melihat wujud aslinya harus mengakui kata-katanya. Selain itu, suara Eggy ini juga membuat kemarahan Rexy menjadi ketakutan. Dia benar-benar tidak berani membantahnya.


"Apa kau mengerti!?" Eggy berteriak ketika Rexy diam.


Kali ini, Rexy tidak berani membantah, dan hanya mengangguk berulang kali.


Rexy benar-benar ketakutan. Karena saat ini, dia merasa bahwa dirinya akan benar-benar mati jika membantah kata-kata Eggy.


Sampai Eggy menghilang, jantung Rexy masih belum berhenti berdetak dengan kencang.


Untuk pertama kalinya, Rexy merasakan apa itu perasaan ketakutan akan kematian. Menghadapi Eggy yang sedang marah, Rexy seperti sedang berhadapan dengan seekor binatang buas haus darah yang kapan saja bisa memakannya.


"Mengerikan!" Satu kata ini adalah kata-kata yang bisa Rexy gambarkan dari perasaan barusan.


Rexy benar-benar tidak menyangka, bahwa telur tsundere, dan pemalu yang selama ini dia kenal ternyata memiliki kekuatan seperti ini.


"Rex! Rexy! Apa yang terjadi!"


Sambil menyetabilkan emosinya, Rexy mendengar Erlina dari luar pintu. Dari suaranya, tampaknya dia sedikit khawatir dengan dirinya.


Karena kamar mereka berdekatan, Erlina pasti mendengar dan datang untuk melihatnya.


Rexy bangkit dari lantai dan berjalan ke arah pintu. Tapi, saat berjalan satu langkah, dia berhenti dan memikirkan tubuhnya.


Dipukul dan di lempar hingga hampir melubangi dinding, bagaimana dirinya bisa berdiri tanpa merasakan apa-apa?


Manusia biasa, jika dipukul pasti akan mengalami kesakitan. Tapi dirinya, di lempar seperti itu tidak mengalami cidera apapun. Yang bahkan tidak merasakan kesakitan atau lecet sedikitpun.


Terlebih lagi, orang yang melemparnya adalah Eggy. Seorang Dewi dari alam lain yang kekuatan dan kemampuannya tidak biasa-biasa saja.


Memikirkan semuanya, tiba-tiba Rexy tersenyum dan menyadari sesuatu.

__ADS_1


Bukankah ini efek dari peningkatan kualitas fisik dan intuisinya?


__ADS_2