1001 Cara Menjadi Yang Terhebat

1001 Cara Menjadi Yang Terhebat
Berita buruk


__ADS_3

Di dalam ruang interogasi.


Rexy tidak tahu apa yang terjadi dengan Arinda hingga dia tiba-tiba melarikan diri, tapi itu membuatnya sedikit menyukainya, dan tersenyum tipis.


"Sebagai seorang petugas keamanan, wajahnya terlalu lucu untuk menjadi seorang polisi."


Meskipun sekarang sudah menjadi tahanan, dan di kurung di ruang sempit, Rexy tidak merasa khawatir sama sekali.


Karena bagaimanapun, Rexy sudah memberi pesan kepada Manager Khan. Dengan pemikirannya, dia pasti tidak akan membiarkan dirinya di penjara.


Saat ini, mungkin Manager Khan dan Dita sedang berdiskusi untuk mencarikan solusi agar dirinya keluar dari penjara.


Dengan kekayaan yang dia miliki sekarang, Rexy berpikir itu tidak akan sulit untuk mencari pengacara yang terkenal, dan membantunya keluar dari penjara.


Jadi, sekarang adalah waktunya untuk menunggu dan bersabar.


Memikirkan semuanya, Rexy juga dengan santai mulai menyandarkan punggungnya dan menaikkan kedua kakinya ke atas meja. Lalu menutup matanya, dan mulai tidur.


Tak lama Rexy mencoba untuk tidur, dia mendengar suara pintu terbuka.


Seperti dugaan Rexy, ketika pintu terbuka, disana ada Arinda yang membawa Manager Khan.


Sepertinya ini adalah waktunya untuk keluar.


Rexy tersenyum tipis pada Manager Khan, dan berkata kepada Arinda, "Bagaimana? Bisakah aku keluar sekarang?"


Sepanjang waktu, Arinda tidak pernah melihat Rexy, dan setelah membawa Manager Khan, dia segera berjalan keluar.


Tepat ketika mendengar pertanyaan Rexy, Arinda mendengus dengan dingin, dan berkata, "Mimpi!"


Setelah itu, Arinda menutup pintu dengan keras, dan meninggalkan Rexy yang masih penuh kebingungan di dalamnya.


"Bukankah seharusnya sudah beres?" Rexy dengan bingung bertanya kepada Manager Khan.


Saat ini, raut wajah Manager Khan tampak sangat khawatir, dan ragu-ragu. Ketika mendengar pertanyaan Rexy, dia juga tampak sangat sedih, dan penuh ketakutan di wajahnya.


Melihatnya seperti ini, Rexy semakin bingun, dan bertanya-tanya dalam hatinya.


"Apakah ada yang salah? Bukankah kamu kemari untuk membebaskan ku?"


"Ini..."

__ADS_1


Manager ragu-ragu beberapa waktu sebelum menjawab, "Maafkan saya Tuan. Sebenarnya, kedatangan saya kemari adalah memberikan kabar buruk?"


"Kabar buruk apa? Apakah aku tidak bisa keluar sekarang? Atau kalian tidak dapat menemukan pengacara?"


"Nah, aku tidak peduli dengan itu. Asalkan aku tidak terlalu lama disini, aku akan baik-baik saja. Jangan khawatir!"


"Oh, ya! Dimana Dita? Apakah dia sedang mencari pengacara untukku?" Berapa lama kira-kira waktunya?"


"Itu... Tuan, Dita menghilang.."


"Menghilang? Apa yang kamu maksud dengan menghilang? Apakah ada yang menculiknya?" Rexy tersenyum bercanda, dan masih tidak berpikir banyak.


Sayangnya, Manager Khan tidak bercanda sama sekali.


Mendengar apa yang Rexy tanyakan, dia mengangguk berat dan menjawab, "Benar..."


"Apa? Apa katamu?" Mata Rexy menyipit, dan sekali lagi bertanya untuk menyakinkan pendengarannya.


Mata Manager Khan tampak kusut, wajahnya tampak tidak berdaya, dan sambil menundukkan kepalanya, dia mengangguk lagi.


"Benar, Tuan. Barusan saya mendapat telepon dari orang yang tidak dikenal, dan mengatakan bahwa dia sedang bersama dengan Dita."


Mendengar ini, ada kejutan dan ketidakpercayaan di mata Rexy, tapi masih tenang, dan tidak buru-buru emosional.


Karena berkeliaran pada malam hari dengan mobil mewah, dan masih seorang wanita, itu akan mengundang banyak kejahatan datang.


Tentu saja Rexy masih khawatir, tapi itu bukan masalah yang sangat besar untuk saat ini.


Jadi, Rexy masih dengan tenang bertanya lagi, "Apa lagi yang dikatakan oleh mereka? Apakah mereka meminta tebusan lain? Berapa yang mereka minta?"


"Mereka meminta tebusan 10 miliar, dan batas waktunya adalah selama tiga hari." Jawab Manager Khan.


"Hah..?"


Rexy terkejut saat mendengarnya, dan segera berkata, "10 miliar? Apakah mereka gila? Apakah mereka pikir aku akan memberikan uang sebanyak itu."


"Tuan, sebenarnya... Dita tidak sendirian, mereka bilang dia menangkap dua wanita. Kalau tidak salah, namanya adalah Erlina."


"5 miliar itu hanya untuk menyelamatkan satu orang. Jika menyelamatkan mereka berdua, berarti totalnya adalah 10 miliar."


Ketika Manager Khan selesai berbicara, tiba-tiba ruangan itu menjadi hening, dan saat mengakat kepalanya, Manager Khan melihat bahwa seluruh wajah Rexy berubah menjadi merah.

__ADS_1


Manager Khan tidak pernah melihat Rexy seperti ini, dan hanya merasa bahwa tampaknya dia sangat marah.


Benar! Rexy saat ini memang benar-benar sangat marah.


Jika itu menculik Dita, mungkin itu hanya seorang yang membutuhkan uang, tapi jika bersama Erlina, berarti orang itu mengenalnya.


Karena untuk saat ini, satu-satunya yang Rexy pedulikan adalah Erlina, apapun yang terjadi, dan semua yang dilakukan, Rexy sudah bertekad untuk membuatnya bahagia.


Jika terjadi sesuatu pada Erlina, Rexy pasti akan merasa gila.


Orang itu mengetahui posisi Erlina di hati Rexy, dan memanfaatkan kesempatan ini untuk menculiknya, dan meminta uang tebusan yang sangat banyak. Bukan hanya banyak, tapi juga bisa dikatakan sebagai sangat gila.


5 miliar? Di kota ini, mungkin hanya Rexy yang dapat mengeluarkan uang sebanyak itu dengan santai.


Jika 10 miliar, itu masih Rexy. Apalagi jika untuk orang-orang di sekitarnya.


Orang yang mengetahui ini, dan mungkin pernah sangat dekat dengannya, Rexy hanya menebak satu orang. Itu adalah Gerry.


"Tuan Muda, apa yang harus kita lakukan?"


Manager Khan, yang melihat Rexy terdiam, dan tampak berpikir serius bertanya dengan ragu-ragu.


Rexy menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan hatinya, dan berkata, "Apa kamu sudah melaporkan ini kepada polisi?"


"Sudah, Tuan. Saya sudah melaporkannya. Tapi... karena tidak tahu siapa yang menculiknya, mereka masih menunggu hal-hal lain untuk bertindak."


"Oke! Tidak masalah! Kamu kembali dulu, dan minta polisi wanita tadi untuk masuk. Ada yang ingin aku bicarakan dengannya."


Manager Khan mengangguk, dan segera keluar.


Tak lama setelah itu, pintu terbuka lagi, dan wajah Arinda yang identik dengan dingin kembali masuk. Tapi dia tidak sendirian. Ada dua polisi pria yang mengikutinya masuk.


Ketika dua orang ini masuk, mereka berdua memakai pakaian lengkap anti peluru, memegang dua senapan laras panjang di tangannya, dan dengan wajah serius berdiri di belakang, dan depan Rexy.


Arinda sendiri, dia tidak memegang senjata tangannya.


Akan tetapi, dia sedang memakai rompi anti peluru di tubuhnya dan tidak lupa dengan pistol di pinggangnya.


Tanpa mengatakan apapun, Arinda mengambil kursi di depan Rexy, lalu menarik agak jauh dari tempat Rexy berada, dan duduk dengan wajah tanpa ekspresi, dan sangat dingin.


Melihat tiga orang ini, yang tampak akan melakukan misi seperti di film-film Box Office, Rexy merasa bingung, dan aneh.

__ADS_1


Sayangnya, tidak ada yang memperdulikan pikirannya, dan pertanyaan dingin dari Arinda adalah apa yang di dapat.


"Apa yang ingin kau bicarakan?"


__ADS_2