1001 Cara Menjadi Yang Terhebat

1001 Cara Menjadi Yang Terhebat
Dua orang bertarung


__ADS_3

Berbicara orang dekat, yang Dita tahu hanyalah Erlina. Jadi, pada malam hari dia kembali ke tempat tinggal Erlina.


Tapi, Dita tidak tahu dimana Erlina tinggal, dan sedikit kebingungan saat tiba di depa kos-kosan.


Apalagi, Dita juga tidak memiliki nomor telepon Dita.


Pada malam hari, kos-kosan Erlina sudah sepi orang, dan tidak ada orang yang terlihat. Apalagi pintu gerbang juga sudah di tutup.


Namun Dita sudah gugup, dan buru-buru. Jadi, dia segera mencoba membuka gerbang dengan cepat, dan tidak peduli jika di teriaki maling.


"Hei, apa yang kamu lakukan?"


Benar saja, saat Dita mencoba membuka gerbang dengan paksa, ada suara teriakan datang dari kejauhan.


Tapi Dita tidak peduli, dan saat melihat itu adalah seorang wanita muda cantik, sekitar 25, Dita berpikir bahwa dia adalah orang yang tinggal di dalamnya, dan segera mendatangi.


Setelah tiba di depannya, Dita juga tidak memperdulikan ekspresi wanita itu, dan langsung memegang tanganya dengan gugup, "Kakak, cepat buka pintu gerbangnya! Aku harus segera masuk kedalam."


"Ini hampir tengah malam! Aku tidak tahu jika kamu adalah salah satu yang tinggal disana. Apa yang ingin kamu lakukan masuk kedalam sana dengan terburu-buru?"


Dita yang sudah gugup seperti semut di panci panas tidak ingin menjelaskannya dan hanya berkata, "Pokoknya cepat bawa aku masuk! Ini sangat mendesak."


Saat melihat Dita yang sangat gugup, wanita itu ragu-ragu sesaat sebelum mengangguk, dan membuka gerbang.


Setelah masuk gerbang, Dita memikirkan bahwa tidak tahu dimana Erlina tinggal dan bertanya, "Aku mencari seorang wanita bernama Erlina, apakah kakak tahu tempatnya?"


Wanita menggelengkan kepalanya, "Aku tidak tahu. Sebaiknya kamu cari sendiri."


Setelah itu, dia tidak memperdulikan Dita, dan segera meninggalkannya begitu saja.


Dita, yang sudah gugup dan tidak ingin mengganggu orang-orang, yang mungkin sudah tidur tidak punya pilihan lain dan segera menyusulnya.


Ketika Dita mengikutinya, wanita itu juga tidak melarangnya, dan membiarkannya begitu saja.

__ADS_1


Sampai tiba di tempat yang dia tuju, dia segera mengetuk pintu dan berkata, "Rexy, Rexy. Ini aku, buka pintunya."


Ketika mendengar wanita itu memanggil Rexy, diya terkejut. Akan tetapi, sebelum dia sempat berbicara, dia melihat pintu di buka dan Erlina muncul dari dalam.


"Siapa kamu? Bagaimana kamu bisa berada di rumah Rexy?"


Lagi, ketika Dita terkejut, dan ingin mengatakan maksudnya, wanita yang tidak diketahui ini berkata lebih dulu.


Bukan hanya Dita yang terkejut, Erlina yang membuka pintu juga terkejut, dan berkata, "Ini rumahku, tentu saja aku bisa disini."


"Hah, apakah kalian tinggal bersama Rexy?"


Ketika mendengar nama Rexy, Erlina tampak mengerutkan keningnya, tidak menjawab, dan balik bertanya, "Siapa kamu, kenapa kamu mencari Rexy dimalam hari?"


"Tidak penting siapa aku. Itu kamu, apa yang kalian lakukan tinggal bersama?"


"Hei, kamu! Apa yang aku lakukan itu urusanku. Kamu tidak perlu tahu apa yang kami lakukan. Itu masih kamu, apa yang kamu lakukan mencari Rexy dimalam hari? Masih mencarinya langsung ke kamarnya?"


Ketika Erlina mengatakan itu, dia melihat wanita di depannya dengan curiga, dan penuh dengan penyelidikan.


Saat Erlina menanyakan tentang maksud tujuannya dengan penuh penyelidikan, wanita di depannya juga melakukan hal yang sama.


Selama beberapa saat saling menyelediki, dua wanita cantik itu tiba-tiba memiliki pemikiran yang sama.


"Siapanya Rexy kamu?"


Bukan hanya memikirkan pemikiran yang sama, keduanya juga menanyakan hal yang sama, dan saat yang bersamaan.


Sementara Dita, yang selama ini melihat mereka berdua tampaknya merasa ada yang tidak beres. Apalagi saat keduanya saling memandang dengan tajam, dan tersenyum penuh kemenangan.


"Aku pacar Rexy!"


Bubuk mesiu tampak Dita rasakan saat mereka mengatakan hal yang sama lagi.

__ADS_1


Benar saja, saat dua wanita itu mengatakan hal yang sama, dan mengakui sebagai pacar Rexy, mereka saling menatap tajam penuh dengan pertarungan di udara.


Bahkan, samar-samar Dita bisa melihat listrik di antara kedua mata mereka.


"Kamu pasti hanya bercanda, tidak mungkin Rexy memiliki pacar seperti mu. Kamu pasti hanya berbohong. Jelas-jelas Rexy itu lebih pantas untukku." Wanita di depan Erlina berkata lebih dulu dengan nada pertarungan.


Erlina melawan genderang perang yang di buka oleh wanita di depannya, dan berkata, "Jika dia tidak pantas menjadi pacarku, kamu bahkan lebih tidak pantas. Karena kamu tidak tahu malu datang mencarinya di tengah malam."


"Oooh... Aku mencarinya karena memang ada hal yang lebih penting untuk dibicarakan. Sedangkan kamu, kamu wanita seperti apa, tidur di kamar yang sama, dan mengakuinya sebagai pacarnya. Aku curiga, apakah kamu menjual tubuhmu?"


"Heh, ini rumahku, tentu saja aku tinggal disini. Kamar Rexy ada di samping. Selain itu, apa yang kamu lakukan malam-malam mencarinya? Apakah itu.."


Ketika mendengar ini, wanita di depan Erlina sedikit malu, bahwa ternyata dia salah mengetuk kamar.


Tapi dia tidak terlalu memikirkannya, dan kembali berkata, "Biar aku katakan padamu. Tadi pagi Rexy memberikan hadiah khusus padaku, tentu saja aku harus pergi untuk berterimakasih kepadanya, kan?"


Ketika wanita itu menunjukkan keunggulan, Erlina juga tidak mau kalah, dan berkata, "Halah, memangnya itu hadiah apaan? Kamu tahu, Rexy tadi pagi juga memberikan aku handphone seharga 10 juta dan mengajakku makan di restoran mewah. Jadi, Rexy lebih memilihku."


Sayangnya, wanita di depannya tidak mau kalah dan tersenyum percaya diri.


"Hanya sepuluh juta, apakah itu bisa di bandingkan denganku. Lihat wajahku, bukankah ini sangat cantik, dan sangat halus. Kamu tahu, Rexy memberikan aku hadiah untuk kecantikan yang sangat mahal, dan membuatku linam tahun lebih muda. Jadi, Rexy masih lebih menyayangiku."


Ketika mendengar ini, Erlina berhenti, dan melihat bahwa wanita di depannya memang sangat cantik, dan cantik. Dari apa yang dia katakan, wajahnya menjadi lima tahun lebih muda.


Wajah saat ini, itu memang terlihat seperti berumur 25 tahun. Siapapun yang melihatnya, mereka tidak akan mengira bahwa wanita ini tampak berusia 30 tahun.


Bukan hanya Erlina, bahkan Dita juga berpikir seperti itu sebelumnya.


Ketika melihat Erlina terkejut, wanita itu tersenyum, dan melanjutkan, "Bagaimana? Dengan apa yang dia berikan padaku, bukankah sudah jelas sekarang? Siapa pacar Rexy yang sesungguhnya?"


Saat mendengar ini, Erlina sedikit kalah dalam hal keunggulan.


Tapi dia masih memiliki keunggulan lain, dan setelah menggigit giginya, Erlina berkata, "Aku sudah mengandung anak Rexy!"

__ADS_1


"Apa!"


Ada kejutan besar di wajah wanita itu.


__ADS_2