1001 Cara Menjadi Yang Terhebat

1001 Cara Menjadi Yang Terhebat
Tuyul


__ADS_3

Pantas saja Eggy memberikan hadiah misi 5 juta poin, yang jauh lebih besar daripada hadiah yang ada di Erlina, dan Akira.


Tapi Rexy tidak khawatir, dan berhasrat untuk melakukan misi.


Meskipun Drian memiliki orang yang kuat di belakangnya, Rexy memiliki Eggy di belakangnya. Dibandingkan dengan Dewi di alam semesta, orang dibelakang Drian, yang kemungkinan adalah dukun bukanlah sesuatu hal yang layak di sebut.


Jadi Rexy mengangguk, dan berkata kepada bos Harry, "Aku percaya dengan ceritamu. Lalu apa yang ingin kamu tunjukkan?"


Bos Harry sedikit lega saat Rexy mengatakan ini. Karena selama ini, Rexy adalah satu-satunya orang yang mempercayainya.


"Jadi begini. Yang Tua ini berpikir, jika Tuan Muda bisa melawan pihak lain, dan membuatnya bangkrut, saya akan memberikan tempat ini secara cuma-cuma."


"Setuju!"


Mendengar Rexy yang segera menyetujuinya, bos Herry segera terkejut, dan tidak menduga.


Dia awalnya berpikir bahwa dengan mengatakan semuanya, Rexy akan berpikir beberapa kali, dan mengajukan beberapa pertanyaan. Tapi dia tidak menduga semuanya akan semudah ini.


Bukankah semuanya sudah di ceritakan? Hantu-hantu itu? Gangguan aneh, dan hal-hal buruk itu, apa dia tidak takut?


Bos Harry terkejut sejenak, tapi segera kembali tersenyum.


"Saya sangat senang bekerja sama dengan Anda."


Kemudian bos Harry menyerahkan surat kepemilikan restoran kepada Rexy, dan kembali berkata, "Tuan muda, saya harap Anda tidak akan menyesal seperti yang lainya."


Rexy hanya mengibaskan tangannya santai dan berkata, "Itu hanya hal-hal kecil. Aku bisa mengatasinya."


"Hahaha..." Bos Harry tertawa, dan sedikit mengagumi, "Sangat senang bisa bertemu dengan Tuan Muda Rexy yang lugas."


Rexy tersenyum santai, dan tidak memperdulikan pujian bos Harry, "Aku hanya berpikir, tampaknya nasib Drian tidak akan menjadi lebih baik daripada tadi pagi."


"Haha..saya juga berharap seperti itu. Akan sangat senang melihatnya jatuh."


Karena hal-hal serius sudah selesai, dan mereka memiliki sedikit masalah dengan Drian, pria muda dan tua itu saling membicarakan hal buruk Drian sepanjang waktu. Tertawa, dan bergosip.


Sampai waktu hampir petang, Dita dan manager Khan kembali dengan senyum di wajahnya.


Melihat senyum Dita ini, Rexy ikut tersenyum sedikit dan bertanya, "Bagaimana?"


Sambil tersenyum, Dita memberikan kertas kepada Rexy, dan menjawab, "Semuanya sudah siap Tuan. Harganya satu miliar, dan sebagai uang muka, mereka meminta seratus juta di awal."

__ADS_1


Rexy mengangguk dan melihat-lihat formulir di tangannya.


"Komplek perumahan mewah Ijen, disana saya mencarinya. Rumah itu memiliki tempat yang strategis, dan dekat dengan pusat kota."


"500 meter persegi dengan taman besar, dan kolam renang di belakang. Bangunan dua lantai bergaya Eropa, satu ruang tamu, dan dapur besar di lantai bawah, serta 2 kamar lengkap dengan kamar mandinya."


"Sementara dilantai atas memiliki sebuah ruang terbuka, tempat keluarga dan tempat bersantai. Disana juga memiliki 2 kamar besar lengkap."


Bersamaan dengan Dita menjelaskan, Rexy mengangguk sambil melihat gambar-gambar di tangannya.


Tempat ini cukup bagus, dan cocok dengan kriterianya.


Rexy cukup puas dengan kinerja Dita.


"Oke, bagus! Kamu melakukan pekerjaan yang sangat baik. Nanti aku akan memberikan banyak hadiah atas kerjamu."


Dita tersenyum dan mengangguk senang.


Pada awalnya, Dita masih khawatir karena harus menggunakan uang yang didapatkan dari Rexy untuk membeli rumah. Tapi, karena dia yakin, dia akhirnya mendapatkan hal yang lebih baik.


Bos Harry, yang mendengar pembicaraan mereka berdua merasa terkejut, dan tidak bisa untuk tidak mengagumi finansial Rexy.


Komplek Perumahan Ijen, itu adalah kompleks perumahan paling mewah di kota. Harga satu unit disana kisaran 700 juta, dan yang termahal adalah 1 miliar.


Bos Harry juga pernah berpikir seperti itu, tapi dia tidak memiliki uang sebanyak itu. Dan pria mudah ini membelinya dengan mudah, berapa banyak kekayaan?


Jika kekayaannya sangat banyak, bos Harry sedikit menyesal memberikan tempat ini kepadanya secara cuma-cuma.


Tapi semuanya sudah terjadi, dan dia tidak bisa menarik kembali kata-katanya.


Selain itu, jika Rexy berhasil, kebenciannya terhadap Drian akan terpenuhi.


Jadi, dia kembali tersenyum dan berkata kepada Rexy, "Tuan muda, karena sudah tidak ada lagi yang dibicarakan, aku akan pamit."


Rexy menoleh ke arahnya, mengangguk, dan balas tersenyum, "Semoga hari Bos Harry menyenangkan."


"Tentu." Balas bos Harry dan pergi.


Kemudian Rexy menoleh kearah Manager Khan yang tidak tahu harus apa dan berkata, "Restoran ini telah menjadi milikku, tapi aku tidak bisa melakukannya sendirian. Aku berencana untuk membiarkan kamu tetap tinggal, dan mengatur semuanya."


"Apakah benar?"

__ADS_1


Rexy mengangguk.


Melihat anggukan Rexy, Manager Khan tersenyum senang.


Pada awalnya, karena restoran ini telah berpindah tangan, nasibnya sebagai seorang manager di pertanyakan. Sebagai orang yang telah bekerja disini, dan selalu setia di saat pekerjaan lainya pergi, manager Khan merasa khawatir.


Tapi, karena pemilik baru berkata seperti ini, manager Khan akhirnya tersenyum lega.


"Terimakasih Tuan Muda."


Rexy tersenyum tipis, dan melanjutkan, "Karena kamu yang paling tahu tempat ini, bawa aku untuk melihat-lihat."


Setelah itu kembali melihat kearah Dita, dan melanjutkan, "Kamu adalah asistenku sekarang. Karena tempat ini masih sepi, carilah beberapa karyawan yang kompeten. Untuk mempermudah, ambilah 300 juta dari rekening."


Dita tidak berani menolak segera mengambil rekening Rexy, dan mengangguk, "Terimakasih Tuan Muda, saya akan melakukannya sekarang."


Setelah itu, Rexy berjalan ke arah dalam restoran.


Tempat ini memiliki ruangan yang besar, sekitar 50 meter persegi, dan dua lantai. Di lantai bawah adalah untuk pelanggan biasa, dan di lantai atas untuk penanggulangan istimewa.


Selain ruangan yang lebih rapi, dan lebih nyaman, ada juga panggung kecil-kecilan di pojokan, yang biasanya digunakan untuk menghibur pelanggan. Dari lantai atas yang menghadap ke barat, pemandangan pegunungan indah adalah apa yang dilihat pelanggan saat sedang makan.


Melihat ini, Rexy cukup puas, dan selanjutnya adalah ruang pekerja. Turun kembali ke lantai bawah, Rexy terlebih dahulu melihat dapur, dan berhenti saat baru tiba di pintu masuk.


Dari dalam dapur yang tampak memiliki lebar sepuluh meter dengan peralatan lengkap, tapi tidak ada seorangpun manusia, kini terlihat sangat bising.


Dan setelah memasukinya, Rexy akhirnya melihat bahwa kebisingan itu adalah dari bermacam-macam anak kecil berkepala pelontos berlarian ke segala arah, dan bermain di dapur.


Ada yang sedang bermain-main dengan peralatan dapur, kompor, dan ada juga yang mandi di dalam minyak.


Melihat sepuluh bocah ini, Rexy akhirnya mengerti, kenapa ruangan ini tampak suram, dan bising.


Rexy dapat mereka semua, tapi manager Khan tidak dapat melihatnya, dan hanya merasa ruangan ini sangat menyeramkan.


Suasana mencekam dan kebisingan samar-samar yang terdengar membuatnya merinding, dan ketakutan.


"Tuan.. Tuan Muda, apa anda merasakannya?" Bersembunyi di belakang Rexy, manager Khan dengan pelan bertanya.


"Bukan hanya merasakan, aku bahkan dapat melihat mereka semua."


"Aaah!"

__ADS_1


Ada suara teriakan dari manager Khan.


__ADS_2