
Di mulai dari bisa merasakan kengerian Eggy, ini membuktikan bahwa intuisinya tidak hanya dapat melihat makhluk tak kasat mata, kan? Kengerian sesuatu, atau apapun yang aneh, sekarang Rexy dapat merasakannya.
Karena itulah dia merasakan ketakutan ketika melihat Eggy marah.
Jika sebelum menaikkan intuisinya, mungkin Rexy tidak akan menyadarinya.
Kedua, fisiknya juga jauh meningkat lebih kuat.
Di buktikan sendiri dengan serangan yang diterima dari Eggy. Jika fisiknya tidak meningkat, dia pasti akan mengalami beberapa kesakitan atau lecet di tubuhnya. Apalagi dampak serangan Eggy bukan hal yang biasa.
Tapi, dirinya tidak merasakan apa-apa.
Rexy tersenyum dan merasa senang saat memikirkan semuanya.
Membuka pintu kamarnya, dan melihat Akira yang merasa cemas disana, Rexy masih tidak bisa menyembunyikan senyum kebahagiaan di wajahnya.
Namun, Erlina yang melihat Rexy tersenyum seperti itu mulai bertanya-tanya, dan tidak tahan untuk tidak bertanya.
"Rexy, kamu. Apakah kamu baik-baik saja? Apakah kepalamu terluka?"
"Aku tidak sedang baik-baik saja!" Rexy menjawab sambil tersenyum dan melangkahkan kakinya sedikit kedepan.
Berdiri beberapa sentimeter dengan tubuh Erlina, Rexy mengulurkan tangannya, dan memeluk pinggang Erlina.
Erlina yang dipeluk secara tiba-tiba merasa terkejut, dan mengangkat kepalanya, dan sebelum dia sempat berkata, Rexy terlebih dahulu membuka mulutnya.
"Aku baru saja mendapatkan sesuatu yang menarik! Apa kamu ingin melihatnya?"
"A-apa.."
Rexy tersenyum, dan merendahkan tubuhnya. Lalu mengarahkan tangan kanannya ke bawah, dan mengangkat Erlin. Menggendongnya seperti seorang putri.
"Ahh..apa yang kamu lakukan!" Akira yang terkejut sontak berteriak.
Rexy masih tersenyum dan menjawab, "Lihat, bukankah aku menjadi lebih kuat?"
Sambil bertanya, Rexy menggoyangkan kedua tangannya untuk menunjukkan bahwa dia tidak kesulitan saat menggendong Erlina.
"Ah!"
Erlina yang merasa tidak seimbang berteriak, dan buru-buru mengulurkan tangannya untuk berpegangan pada leher Rexy.
"Benar, gak?"
__ADS_1
"Tidak! Lepaskan aku! Lepaskan aku dulu! Malu jika dilihat orang lain!" Erlina menoleh ke kanan dan kiri sambil menjawab.
"Kamu harus menjawab dulu."
Erlina marah dan ketakutan saat mendengar kata-kata ini.
Tanpa berkata lagi, Erlina menggoyangkan seluruh tubuhnya, dan mencoba untuk melepaskan dirinya sendiri.
Tapi, Rexy semakin menegang tubuh semakin dekat, dan membuat Erlina tidak bisa bergerak.
Erlina tidak menyerah begitu saja, dan tersu bergoyang.
Sayangnya, seperti yang dikatakan oleh Rexy, tubuhnya menjadi lebih kuat. Bagaimanapun Erlina mencoba untuk melepaskan dirinya, semua usahanya sia-sia.
Merasa bahwa Erlina berhenti berontak, Rexy tersenyum, dan sekali lagi bertanya, "Bagaimana?"
Mau tak mau Erlina hanya bisa menghela nafas panjang, dan mengangguk, "Oke, kamu menjadi semakin kuat seperti gorila! Sudah puas?"
"Umh." Rexy tidak tahu harus menjawab apa.
Apakah perlu mengibaratkannya dengan seekor gorila?
"Aku sudah mengatakannya dengan jujur. Cepat lepaskan!"
Kemudian, Rexy memikirkan kedatangan Erlina, dan bertanya, "Ngomong-ngomong, kenapa kamu datang kemari di malam hari?"
"Tidak jadi!" Erlina tidak menjawab dan berbalik untuk pergi.
"Lina, tunggu!"
Tapi, Rexy yang melihatnya berbalik segera memegang pergelangan tangannya, dan mengehentikan.
"Apa lagi?"
Sebenarnya, Erlina khawatir karena mendengar suara keras dari kamar Rexy, jadi dia datang untuk mengeceknya.
Jika hanya ada suara keras yang terdengar, Erlina mungkin tidak akan terlalu. Paling-paling itu sama seperti sebelumnya, dimana ketika dia mendengar suara tawa dan benturan berulang dari kamar Rexy, dan jawabannya cuma latihan.
Tapi, sebelum benturan keras itu, Erlina terlebih dahulu mendengar suara teriakan "Mati".
Memikirkan suara ini, lalu diikuti oleh suara benturan keras, dan diamnya kamar Rexy, siapapun pasti akan menebak jika Rexy sedang dalam masalah.
Tapi ternyata, kekhawatirannya terlalu berlebihan. Lihat saja apa yang terjadi sekarang.
__ADS_1
Dia tidak mengalami trauma apapun, dan malah menggendong serta menggodanya. Jika tidak segera pergi, pria mesum ini pasti akan melakukan hal yang senonoh lagi.
"Tadi pagi, kamu memberikan ciuman sebelum bekerja. Sekarang, apa kamu tidak ingin memberikan ciuman selamat malam?"
Benar saja, apa yang telah di tebak oleh Erlina ternyata benar. Dalam pikirannya, hanya ada sesuatu yang mesum dan tidak bermoral.
Sebagai pria yang suatu saat akan menjadi pendamping hidupnya, ini membuat Erlina sangat kecewa.
Jadi, tanpa berbicara, dia melepaskan tangan Rexy secara perlahan, dan berlari kembali ke kamar tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Disisi lain, karena intuisi Rexy sudah berkembang lebih baik, melihat Erlina yang berlari sambil menundukkan kepala, dan tanpa mengatakan apa-apa, Rexy merasa bahwa Erlina sedang kecewa dan sedih.
Hanya saja, Rexy tidak tahu kenapa Erlina bersedih. Dalam pikirannya, Rexy tidak merasa pernah mengatakan sesuatu yang salah.
"Bukankah tadi pagi dia suka berciuman? Kenapa dia marah ketika aku mengatakan hal-hal kesukaannya?" Rexy kebingungan dan bergumam sambil menggaruk kepalanya.
Setelah berpikir cukup lama, Rexy tidak menemukan dimana masalahnya, dan hanya bisa menggelengkan kepalanya
"Benar kata orang-orang, wanita memang sangat sulit di tebak!"
Setelah kejadian itu, tidak ada lagi hal lain lagi sampai pagi hari.
Mungkin hanya kekesalan di hati Rexy yang terus muncul sepanjang malam. Karena, dia tidak pernah merasa mengantuk, atau sekedar lelah untuk berisitirahat.
Sepanjang malam, Rexy hanya bisa berguling-guling di kasur, dan tidak bisa memejamkan matanya.
Belum sampai disitu, ketika dia ingin berbicara kepada Eggy untuk menemani malam yang sunyi, dia tidak pernah merespon sama sekali.
Kecuali respon yang mengatakan untuk menambah umurnya, Eggy tidak pernah bersuara lagi.
Sepertinya Eggy benar-benar marah.
Sampai pagi, akhirnya Rexy hanya bisa bergadang dan berpikir tentang masa depannya sendiri. Sampai mendapatkan kesimpulan, bahwa kehidupannya harus di rubah secara total.
Pertama, dia harus membantu kedua wanitanya, atau lebih tepatnya menyelesaikan misinya secepat mungkin. Dan untuk melakukannya, dia harus merubah gaya penampilan dan hidupnya.
Untuk mendapatkan wanita, Rexy sudah memiliki modal di fisiknya, tapi dia tidak memiliki modal finansial. Oleh karena itu Rexy memutuskan untuk membeli rumah, mobil, atau setidaknya motor.
Namun, karena dia pengangguran profesional, dan menyukai profesi itu, untuk mendapatkan semuanya Rexy harus menjadi pria mesum.
Jadi, dia tidak lagi ragu-ragu dan memutuskan untuk menjadi pria bajingan. Untuk membahagiakan orang yang dia pedulikan, apapun Rexy akan melakukannya.
Setelah memutuskan tekadnya, Rexy pagi-pagi sekali sudah berada di depan pintu kamar Erlina untuk memanen poin.
__ADS_1