1001 Cara Menjadi Yang Terhebat

1001 Cara Menjadi Yang Terhebat
Satu juta?


__ADS_3

"Buk!"


Ada suara dua tubuh jatuh ke tanah setelah Rexy menyelesaikan ucapannya.


Dua tubuh itu adalah Gerry dan Anandita.


Mereka berdua tidak akan mengira, bahwa Rexy yang dimasa lalu bodoh, jelek, dan lemah akan menjadi seperti ini.


Perubahan fisik Rexy yang 180 derajat adalah hal luar biasa bagi keduanya. Bukan hanya fisiknya yang berubah, bahkan kantongnya juga berubah banyak. Mereka benar-benar tidak mengira sebelumnya.


Tapi itu hanya satu hal.


Apa yang paling membuat mereka terkejut adalah perubahan sifatnya. Ketenangan, kekayaan, dan kecerdikannya, itu benar-benar mengejutkan mereka berdua.


Bagaimana bisa dari seorangpun sampah, yang bahkan lebih buruk dari seekor babi bisa berubah sebanyak itu?


Ini benar-benar aneh, bukan? Apalagi itu hanya memerlukan waktu beberapa hari.


Dari keduanya, itu adalah Anandita yang sangat terkejut. Bukan hanya terkejut, dia bahkan merasa sedikit menyesal.


Dulu, pria ini adalah pria yang tidak pernah lebih baik daripada babi berjalan. Untung-untungan Anandita mau mengenal dan memanggil namanya. Meskipun itu membuat dirinya mual.


Tapi, karena tujuan Anandita bukanlah Rexy, dia harus melakukannya. Dan setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, otomatis Anandita akan mencampakkannya.


Tapi sekarang! Lihatlah!


Orang yang dulu jelek telah menjadi pria tampan, yang bahkan lebih tampan daripada Gerry.


Tidak! Dia tidak bisa lagi dikatakan tampan!


Karena hari ini, Rexy yang dulu jelek, miskin, bodoh, dan naif telah menjadi pria yang sempurna. Entah itu fisik, tingkah laku, ataupun kekayaan, Rexy benar-benar pria sempurna. Idaman wanita di seluruh dunia.


Dibandingkan dengan Gerry, itu ibaratkan langit dan bumi. Jauh, sangat jauh.


Anandita sedikit menyesali keputusannya dimasa lalu.


Seandainya, seandainya aku tidak mencampakkannya di masa lalu...mungkin saat ini dirinya akan menjadi wanita yang sangat bahagia.

__ADS_1


Lihatlah wanita di sebelahnya tadi! Bagaimana Rexy memperlakukannya?


Dengan gampangnya Rexy berkata akan memberikan apapun yang dia inginkan. Dan itu pasti akan terpenuhi. Karena memang Rexy memiliki kemampuan seperti itu..


Jika seandainya tidak mencampakkannya, dan masih menolaknya dengan baik-baik, mungkin aku juga tidak akan merasa kecewa seperti ini..


Seperti pelayan barusan, karena dia berada di kubu Rexy, dia dengan gampangnya mendapatkan uang 100 juta.


Uang sebanyak itu, Anandita tidak berani memikirkannya.


Tapi, Rexy dengan murah hati memberikan kepada pelayan yang hanya perlu jujur.


Sekarang, semua kemewahan, dan kenyamanan yang seharusnya menjadi miliknya telah hilang. Dan itu semua karena mengikuti kata-kata Gerry.


Bukan hanya itu saja, bahkan kalung yang diberikan oleh Rexy juga habis di rampas oleh Gerry. Dan apa yang dia dapatkan sekarang adalah makanan yang hanya sedikit. Bukan hanya tidak mendapatkan makanan yang baik, dia bahkan harus menderita rasa malu, dan kekecewaan yang sangat berat.


Memikirkan semuanya, tiba-tiba Anandita memiliki kebencian yang mendalam kepada Gerry.


Semuanya karena dia. Jika aku tidak mengikutinya, aku pasti tidak akan menderita seperti ini.


Ketika dua pasangan ini sedang terkejut dan menyesal, Rexy sudah keluar dari restoran.


Sekarang, masa lalunya telah menghilang, dan masa depan yang lebih baik sedang menunggu di depan.


Ibarat ulat yang telah keluar kepompong, Rexy sekarang adalah kupu-kupu yang melupakan cangkangnya, dan terbang ke langit.


Masa lalu yang kelam, dan tidak berguna, buang semuanya.


Sementara Erlina, yang ada di sebelahnya, baru sadar atas kejadian barusan, dan segera menoleh ke arah Rexy.


"Rexy! Kamu....kamu, apa kamu benar-benar punya uang sebanyak itu? Miliaran?"


Rexy tidak perlu menjawab, karena Dita yang mendengarnya segera menjawab dulu, "Nyonya, Tuan Rexy benar-benar kaya. Saya tidak berbohong, Tuan benar-benar memiliki miliaran uang di dalam rekeningnya."


Mendengar itu, Erlina sangat terkejut, dan sedikit membuka mulutnya tidak percaya.


Tapi, ketika Erlina memikirkan ucapan Dita yang memanggil dirinya sebagai Nyonya, Erlina merasa malu dan tidak terus berbicara.

__ADS_1


Tampaknya Dita benar-benar telah menganggap Rexy sebagai tuannya. Oleh karena itu, dia tidak ragu-ragu untuk menjadi juru bicaranya. Dan untuk itu, dia dengan berani memanggil Rexy sebagai Tuan, dan Erlina sebagai Nyonya.


Mengatakan ini, siapapun akan tahu jika Rexy dan Erlina adalah seorang pasangan.


Bahkan jika Rexy memiliki IQ yang sedikit rendah, dia juga mengerti arti ucapan Dita, dan sedikit mengangguk.


Ditambah Erlina yang tidak menolak panggilan itu, Rexy mengagumi pendekatan Dita, yang sepertinya dia memang wanita yang bagus untuk dijadikan sebagai asisten..


Rexy tersenyum, dan kemudian berkata, "Mobil itu tampaknya bagus, bukan begitu?"


Mendengar pertanyaan Rexy, dua wanita di sampingnya menoleh dan melihat mobil yang dimaksud oleh Rexy.


Dari kejauhan, mereka berdua melihat ada mobil Porsche berwarna hitam yang sedang mendekat ke arah mereka.


Meski dua wanita itu tidak tahu harga mobil ini, mereka mengangguk dan menyutujui perkataan Rexy. Karena darimanapun mereka melihat, mobil yang kini tanpa atap itu terlihat elegan, dan mewah.


Dan ketika mobil itu berhenti tepat di depan mereka bertiga, kemewahan dari mobil itu terlihat lebih jelas, dan membuat mata bertiga cerah.


Tapi, ketika orang di dalam mobil keluar, Rexy memiliki kejutan lain. Begitupula dengan Dita, "Bos Drian!"


Ya, orang yang mengendarai Porsche hitam itu adalah Drian.


Sama seperti Rexy dan Dita yang terkejut saat melihat dirinya, Drian juga terkejut saat melihat Rexy di depannya.


"Kamu! Bagaimana kamu ada disini?" Kata Drian langsung.


Berbeda dengan Drian dan Dita yang masih terkejut, Rexy hanya terkejut di awal, dan segera tersenyum santai menjawab, "Keluar dari restoran, menurutmu aku sedang apa? Mandi?"


"Puft!"


Erlina, yang tidak tahu siapa Drian di depannya, dan mengira bahwa Rexy sedang bercanda dengannya tidak tahan untuk tidak tertawa.


Tapi, ketika Erlina ingin berbicara untuk membuat suasana lebih nyaman, dia berhenti. Karena saat melihat tiga orang di depannya, Erlina menemukan bahwa mereka ternyata tidak bersahabat.


Itu bisa dilihat dari wajah Drian yang merah, dan mulai marah dengan candaan Rexy.


Rexy tidak peduli dengan penampilan Drian, dan melihat mobil di belakangnya sambil berkata, "Mobilmu ini, berapa?"

__ADS_1


"Satu!" Suara berat, dan seperti di tekan keluar dari mulut Drian.


"Satu juta? Oke, aku menginginkannya! Kamu bisa menjualnya kepadaku." Sambil berkata, Rexy telah menyodorkan kartu rekeningnya kepada Drian.


__ADS_2