
Rexy sendiri, dia mengetahui apa yang dilakukan dua orang itu, tapi dia tidak peduli.
Karena seperti yang mereka harapkan, pertunjukan menarik akan segera tiba ketika pelayan itu kembali.
Jadi, semua pandangan akhirnya tertuju pada pelayan kecil tidak jauh dari mereka.
Terkhusus untuk Akira, dia tidak sedang menunggu sebuah pertunjukan, tapi sebuah aksi nekat. Yang dimana dengan tegang, Akira memegang satu tangan Rexy dan bersiap-siap untuk lari meninggalkan mereka berdua untuk membayar semuanya.
Karena, Akira yang paling mengetahui, bahwa Rexy tidak bekerja, dan tidak akan memiliki uang sebanyak itu.
Sama seperti pikiran lainnya, Akira hanya berpikir Rexy sedang membuat lelucon, atau hanya sekedar menghibur dirinya.
Waktu pertunjukan pun tiba, dan pelayan kecil itu kembali ke meja mereka.
Ketika kembali lagi, entah kenapa pelayan kecil itu merasakan tiga pasang mata sedang menatapnya dengan penuh semangat, dan penantian panjang. Yang akhirnya membuatnya sedikit gugup.
Tapi, ketika dia melihat Rexy, orang yang memberikan rekening, pelayan itu sedikit tenang dan berkata, "Tuan, tiga juta sudah di ambil dari rekening Anda. Terimakasih sudah berkunjung ke tempat kami. Semoga Tuan datang lagi lain kali."
"Apa?" Tiga suara kejutan dari tiga orang terdengar bersamaan lagi di tempat mereka.
Yang pada akhirnya suara itu membuat pelayan kecil yang tak bersalah merasa takut dan berhenti di tempat.
"Kamu, apakah kamu tidak salah bicara?" Sona bertanya kepada pelayan yang ketakutan itu.
"Em, Nyonya. Ini benar. Jumlah uang dalam rekening yang dimiliki Tuan ini lebih dari 63 juta, dan setelah di kurangin 3 juta, sisanya masih 60 juta." Pelayan kecil itu menjelaskan dengan hati-hati.
Tiga orang selain Rexy semuanya tercengang dengan apa yang dikatakan oleh pelayan itu.
Bahkan, ketika pelayan itu sudah pergi dan menyerahkan kembali rekening Rexy, mereka bertiga masih belum bangun dari keterkejutannya.
Rexy sendiri, dia tersenyum puas setelah melihat pertunjukan yang dia tampilkan selama ini.
Dari awal, Rexy sudah menyadari semua rencana yang dibuat pihak lain. Tapi, dia juga tidak takut. Ditambah penampilan Akira yang ketakutan, ini lebih menarik, kan?
Ketika semua orang meremehkan mu, dan tiba-tiba kamu membalikkan situasinya dengan nyata, ini sangat epic.
Itulah yang saat ini dirasakan oleh Rexy.
"Ehem. Bagaimana, apakah kalian menikmati pertunjukannya?" Rexy berkata, dan membangunkan ketika orang itu.
Tapi, selain Akira yang mengangguk, dan tersenyum, dua lainnya hanya mendengus, dan tidak berkata.
__ADS_1
Melihat rasa malu dua orang ini, Rexy tidak menyia-nyiakan kesempatan ini begitu saja, dan bergumam, "Mengajak bertemu di restoran mahal, ternyata tidak memiliki modal untuk hanya sekedar membayar makanan."
Kata-kata ini sangat dalam, dan membuat dua orang disana sangat malu.
"Huh, sombong!" Drian adalah yang pertama berkata, dan kemudian bangkit untuk pergi.
Niat awal untuk mempermalukan Rexy, tapi akhirnya dirinya sendiri yang malu, Drian terlalu malu untuk tetap berada disini.
Sementara untuk Sona, dia hanya malu di awal, dan kemudian tersenyum saat melihat Rexy. Senyum Sona kali ini bukan senyum buruk, itu adalah senyum tulus.
Meski niat awalnya sama dengan Drian, tapi dia memiliki pemikiran lain. Dia memang tidak suka dengan pria miskin, tapi karena Rexy sebenarnya bukan pria miskin, untuk apa mempermalukannya lagi.
Apalagi perilakunya selama ini, yang selalu membela putrinya, dan tampaknya juga menyayangi putrinya. Jadi, untuk apa menolak calon menantu seperti ini. Selain itu, dia juga tampan, dan kaya.
Sangat di sayangkan jika harus menolak menantu sebagus ini, kan?
Dengan semua pemikiran itu, sebelum pergi, dia tersenyum dan berkata kepada Rexy, "Jaga baik-baik putriku."
Ketika mendengar ini, Rexy dan Akira sama-sama terkejut, dan saling memandang.
Selesai kejutan di awal, Rexy tersenyum bodoh, dan menggaruk kepalanya. Sedangkan Akira, dia tersenyum lembut bagaikan bunga mekar di musim semi yang kering.
Tidak hanya tersenyum, Akira juga mengulurkan kedua tangannya, memegang kepala Rexy, dan memberikan ciuman di pipinya.
Rexy hanya memberi "umh" pelan, dan masih terkejut.
Kejutan Rexy sebenarnya bukan karena Akira yang tiba-tiba memberinya ciuman, tapi poin yang didapat dari ciuman yang Akira berikan.
Pada awalnya, misi mencium pipi tidak lebih dari 100 poin, tapi kali ini Rexy mendapatkan 1000 poin. Poin yang sama dengan mencium bibir, dan bertukar carian. Misi yang beresiko menghamili seorang wanita, dan pantas jika diberi 1000 poin.
Tapi, ini hanya ciuman di pipi biasa. Bagaimana Rexy tidak terkejut dan bingung.
Baru ketika mendengar penjelasan Eggy, Rexy mengerti.
Ternyata, kenaikan poin yang signifikan ini karena Akira memiliki 10 dari 100% ketertarikan pada dirinya. Jadi, dengan itu kenaikannya akan menjadi sepuluh kali lipat.
Penemuan ini membuat Rexy terkejut sekaligus senang. Karena dia memiliki kemungkin mendapatkan 1 juta poin.
"Terimakasih kembali!" Jadi, Rexy juga mengucapkan terimakasih kepada Akira.
Mendengar ini, Akira mengangkat kepalanya, dan kembali tersenyum, sebelum berbicara, "Ayo jalan-jalan."
__ADS_1
"Jalan-jalan kemana?"
"Kemana saja untuk menghabiskan waktu!" Tidak menunggu Rexy bereaksi, Akira segera menarik tangan Rexy keluar restauran.
Rexy yang tidak tahu di bawa kemana hanya bisa tersenyum, dan mengikutinya.
Karena hari masih terang, dan bertepatan ada mall besar dekat restoran, Akira mengajak Rexy jalan-jalan kesana sepanjang waktu. Memainkan beberapa permainan, menonton bioskop, dan melakukan kegiatan seperti layaknya pasangan pada umumnya.
Karena Rexy merasakan ini adalah pertama kalinya dia jalan dengan wanita, dia tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, dan melakukan hal yang terbaik. Misalnya membiayai semua apa yang mereka lakukan, dan itu dibayarkan dengan ketertarikan Akira yang bertambah 10% menjadi 20%.
Sepanjang waktu, Rexy juga tidak pernah melihat Akira berhenti tersenyum, dan membuatnya merasa menjadi seorang pria.
Sampai tengah malam, akhirnya mereka merasa puas dan memutuskan untuk kembali.
Berjalan sepanjang jalan menuju kediaman, senyum Akira belum menghilang. Tapi pada saat ini, ketika dia melihat langit malam yang cerah penuh bintang, dia berhenti, dan berkata, "Maaf!"
Rexy berhenti ketika mendengar, dan dengan bingung bertanya, "Maaf untuk apa?"
Akira mengalihkan pandangannya dari bintang-bintang, dan melihat wajah Rexy.
"Maaf karena aku tidak memberitahukan tujuan awal kita. Maaf karena ibuku mengatakan hal-hal yang kasar padamu."
Rexy tersenyum, dan dengan tenang menjawab, "Semuanya sudah berlalu, dan itu tidak menjadi masalah buatku. Lupakan saja."
Akira menggelengkan kepalanya pelan, "Tidak bisa. Meskipun sudah berlalu, itu salahku karena tidak memberitahunya sejak awal. Akibatnya, kamu di remehkan oleh mereka."
"Baiklah, Tante. Aku memaafkan semuanya."
Ketika Rexy mengatakan ini, Akira baru tersenyum kembali.
"Satu hal lagi. Karena kamu sudah mendapatkan persetujuan dari ibuku, jangan panggil aku Tante lagi. Maksudku, agar ibuku tidak curiga, kamu harus tetap memanggil namaku dengan Kira, kakak, atau... Sayang..." Ketika Akira mengatakan kata-kata terakhirnya, suara sangat pelan, dan hampir tidak terdengar.
Tapi, siapa Rexy?
Dia bukan lagi manusia biasa, intuisi dan fisiknya sudah berubah. Meskipun itu suara nyamuk, Rexy dapat mendengarnya dengan jelas.
Hanya saja, karena Rexy tidak mengerti maksud Akira, dia mengangguk setuju begitu saja.
"Oke, mulai sekarang aku akan memanggil Tante dengan sebutan sayang."
Akira yang mengerti arti kata dari sebutan ini merasa malu, dan segera berbalik untuk terus berjalan tanpa mengatakan apapun.
__ADS_1
Tampaknya, Akira juga menyetujui Rexy memanggilnya dengan sebutan "Sayang"