
Rexy ketakutan, tapi bukan takut karena melihat hantu, tapi karena lima orang tambahan yang ada di depan. Yang kini sedang mengobrol dengan Manager Khan.
Empat orang pria dengan wajah serius memakai jaket kulit hitam, dan beberapa peralatan di pinggangnya, termasuk borgol dan pistol. Mereka adalah polisi.
Empat polisi pria itu kini sedang berdiri di belakang seorang wanita, yang terlihat berumur 25 tahun, wajah cantik dengan rambut sepanjang pundak, dan terlihat sangat dingin.
Saat ini, ketika Rexy baru muncul dari belakang, wanita itu dengan cepat menoleh ke arahnya.
Sebenarnya, wajah wanita itu terlihat cantik, dan cukup imut untuk ukuran seorang polisi. Akan tetapi, saat melihat Rexy dengan wajah dingin tanpa emosi, dan tampak serius, hanya ada kata wanita kuat, dan tegas di pikirannya.
Melihat ini, Rexy benar-benar ketakutan dan sakit kepala.
Karena saat melihat wanita polisi yang tegas dan tampak sulit di ajak bercanda ini, tiba-tiba Rexy mendapatkan misi dari Eggy.
Tidak tanggung-tanggung, misi yang Eggy berikan adalah langsung menciumnya. Bukan mencium pipi, tapi mencium bibirnya.
Belum sampai disitu, Eggy juga hanya memberikan waktu 10 menit, dan jika dia gagal, 2 juta poinya akan langsung hilang.
Sedangkan hadiah misi ini hanya 20.000 poin.
Misi ini benar-benar tidak adil!
Bukan hanya tidak adil, bahkan ini bisa dibilang sebagai misi bunuh diri.
Mencium wanita yang tidak di kenal, dan masih seorang polisi, apakah Eggy mendorongnya untuk masuk kedalam penjara?
Apalagi, wanita ini tampaknya juga memiliki pangkat lebih tinggi daripada pria di belakangnya. Menciumnya langsung, nasib Rexy pasti tidak pernah baik, kan?
"Rexy Sanjaya?"
Ketika polisi wanita itu bertanya dengan nada acuh tak acuh, Rexy benar-benar menjadi bodoh, dan tidak berdaya.
Tapi misi sudah di berikan dan waktu terus berjalan.
Jadi, Rexy hanya mengangguk dan tersenyum, "Nona polisi, apakah aku melakukan kesalahan?"
Polisi wanita disana tidak menjawab, dan setelah mengetahui identitas Rexy, dia menoleh kearah empat pria di belakangnya, dan berkata, "Tangkap dia."
Mendengar itu, wajah Rexy berubah, dan buru-buru berkata, "Nona polisi cantik, bisakah kita berbicara dulu "
Wajah polisi wanita itu masih dingin, dan dengan acuh tak acuh berkata, "Kamu bisa membicarakannya di kantor polisi."
Tidak menunggu keputusan Rexy, dia juga kembali melihat anak buahnya, dan berkata lagi, "Hari sudah mau malam. Lakukan!"
__ADS_1
Empat polisi pria itu mengangguk, dan segera berjalan kearah Rexy.
"Anak muda, sebaiknya kamu menyerahkan diri baik-baik. Kami hanya melakukan tugas, dan tidak ingin melukai seseorang."
Sambil berkata, salah satu mereka sudah membawa borgol di tangannya, dan yang lainya mengeluarkan pistol.
Di todong oleh tiga pistol, dan melihat borgol dingin di sana, Rexy merasa sangat tidak nyaman.
Di tambah dengan waktu yang terus berjalan, Rexy benar-benar tertekan, dan mulai mengerutkan kening.
Berpikir cepat, akhirnya Rexy hanya bisa menggigit giginya, dan berkata pelan, "Maaf."
"Hah, apa.."
Mereka berempat terkejut dengan ucapan Rexy, tapi kejutan mereka tidak terlalu lama.
Karena setelah kata itu, mereka tidak bisa lagi melihat bayangan Rexy, dan tiba-tiba merasa seperti ada balok kayu besar yang memukul pundaknya.
"Buk!"
Empat kali suara tubuh pria jatuh ke lantai terdengar di ruangan.
Manager Khan, dan wanita polisi itu masih tidak tahu apa yang terjadi, dan tiba-tiba empat pria itu tiba-tiba tergeletak dan pingsan di lantai.
Namun, polisi wanita lebih cepat bereaksi, dan segera mengambil pistol di pinggangnya.
Kemudian, dia merasa seperti ada tangan lain yang memegang pinggangnya, dan saat dia mengangkat kepalanya, dia melihat wajah Rexy sudah ada tepat di depan wajahnya.
"Kamu--"
Dia ingin berteriak, tapi Rexy tidak membiarkannya begitu saja, dan segera menghentikannya.
Tentu menggunakan bibirnya sendiri untuk menghentikan polisi wanita itu terus berbicara.
Satu detik!
Hanya setelah satu detik mencium bibir polisi wanita itu, Rexy segera melepaskanya.
Dan dalam keterkejutan dan ketidakpercayaan polisi wanita itu, dia melihat bahwa Rexy sudah ada di depannya, berlutut, dan mengangkat kedua tangannya.
"Oke, sekarang Nona bisa menangkapku!"
Polisi wanita itu masih belum sadar sepenuhnya, dan ketika mendengar ini, dia baru sadar.
__ADS_1
Tapi segera dia kembali terkejut, dan setelah memproses semua yang terjadi di kepalanya, wajah polisi wanita itu menjadi merah karena marah dan berteriak, "Bajingan!"
Bukan hanya berteriak, dia bahkan menggerakkan satu kakinya untuk menendang pria yang baru saja menciumnya.
Rexy di lantai tidak berdiam diri saat melihat bahwa ada kaki panjang dengan stoking berwarna hitam datang ke arahnya.
Dia menggerakkan tangan kirinya, dan dengan mudah menangkap kaki itu. Kemudian mengangkat kepalanya, dan bergumam, "Nona, itu berwarna hitam."
Mendengar itu, polisi wanita itu terkejut dan bertanya-tanya.
Dia terkejut karena Rexy berani menghalangi, dan memegang tangannya.
Dan bingung dengan kata "hitam".
Apa yang berwarna hitam?
Tepat ketika melihat apa yang Rexy lihat, polisi wanita itu tiba-tiba mengerti, dan buru-buru menurunkan kedua tangannya.
"Apa yang kau lihat!"
"Eh..." Rexy mengangkat kepalanya, dan melihat bahwa wajah polisi wanita itu sedang memerah.
"Nona, kenapa wajahmu sangat merah? Apakah kamu sakit? Jika sakit, sebaiknya--"
"Kamu yang sakit! Semua keluargamu sedang sakit!" Polisi wanita itu berteriak, dan mencoba melepaskan kakinya dari cengkraman Rexy.
Tentu saja tangannya juga masih sibuk menutupi apa yang sedang Rexy lihat.
Saat ini, karena polisi wanita itu hanya memakai rok pendek hitam dan satu kakinya yang di pegang oleh Rexy, otomatis Rexy dapat melihat daleman berwarna hitam yang saat ini dia kenakan.
Bukan hanya melihatnya, tapi Rexy juga mengatakannya dengan jelas?
Bajingan ini!
"Lepaskan kakiku!"
"Eh, Nona, sebaiknya kamu tenang dulu. Jangan marah-marah, nanti penyakitmu menjadi tambah parah, dan wajahmu menjadi jelek."
"Ka-kamu.." wajah polisi itu menjadi merah dan biru.
Bukan hanya mencium, dan mengintip dirinya, pria sialan ini juga mengatakan bahwa dirinya jelek?
Tidak bisa di maafkan!
__ADS_1
Polisi wanita itu sangat marah, dan dengan cepat pistol sudah ada di tangannya, lalu menodongkan kearah Rexy.
"Lepaskan kakiku! Jika kamu tidak melepaskanya, aku bersumpah akan segera menembak mulut menjijikkanmu."