
Dalam pandangan Rexy, hantu nenek yang terkena tinjunya meledak seperti sebuah balon, dan kemudian menghilang dari udara tipis.
Dan dari dalam, Akira yang melihat itu bergumam dan bertanya-tanya.
Apa yang dilakukan bocah ini di pagi hari? Datang marah-marah, dan langsung memukul udara kosong di depannya.
Rexy juga melihat ke arah Akira di dalam, dan tersenyum penuh penghargaan pada dirinya sendiri.
"Kira, apa tadi kamu melihatnya? Aku keren, kan?"
Bukannya mengangguk atau merespon, Akira di dalam malah memiringkan kepalanya dan semakin bertanya-tanya.
"Apakah kamu sudah gila?"
Rexy berhenti tersenyum, menggaruk kepalanya, dan berjalan ke dalam.
Sepertinya Rexy lupa, bahwa yang bisa melihat hantu barusan hanya dirinya. Datang tiba-tiba marah, berbicara sendiri, dan langsung memukul tanpa alasan, siapapun akan mengira dia gila, kan?
"Hehehe.... Kira, aku tadi sedang olahraga pagi." Rexy duduk di meja depan Akira, dan berkata sambil tersenyum canggung.
"Aneh!" Hanya satu kata yang Akira berikan.
Kemudian, dia melihat wajah Rexy beberapa waktu dan bertanya, "Bagaimana kamu bisa menjadi lebih tampan?"
Akira berkata seperti itu karena, saat mengamati wajah Rexy lagi, dia merasa ada temperamen lain, dan itu membuatnya tidak tahan untuk selalu melihatnya.
Dikatakan lebih tampan, sebenarnya wajah Rexy masih seperti kemarin. Hanya saja, Akira merasa ada yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Tapi dia tidak tahu apa itu.
Rexy sedikit mengerti kenapa Akira bertanya seperti itu.
Tapi, dia tidak akan menjelaskannya dan hanya mengarang, "Seperti yang kamu lihat sebelumnya, aku bisa menjadi tampan karena sering olahraga malam dan pagi."
Akira tidak mempercayai begitu saja. Lalu melihat Rexy sambil menyipitkan matanya, dan kembali bertanya, "Apa berbicara sendiri juga bisa membuatmu lebih tampan."
Rexy memikirkan pertanyaan itu sejenak, dan menjawab, "Benar!"
"Hei!" Akira mendengus, dan melanjutkan, "Jika berbicara sendiri, dan berolahraga bisa membuatmu menjadi lebih tampan, kenapa orang gila di jalanan selalu jelek?"
"Um." Rexy terkejut dan terdiam dengan ucapan Akira.
Sebenarnya, Rexy memang sering berbicara sendiri, tapi dia tidak sedang berbicara tanpa alasan, karena dia sedang berbicara dengan Eggy.
Seperti hantu barusan, tidak ada yang bisa melihat mereka kecuali dirinya. Jadi, Akira akan mengira dia berbicara sedang berbicara seperti orang gila, dan jawaban menjadi tampan karena berbicara sendiri, Akira tidak akan mempercayainya.
__ADS_1
Walaupun sebenarnya, saat Rexy sedang berbicara sendiri dengan Eggy, itu dapat membuat dirinya lebih tampan, dan kuat.
Tapi, apakah perlu menjelaskan hal itu pada Akira?
Menjelaskan itu, bukankah Akira akan benar-benar menganggapnya gila?
Di seberang, melihat Rexy yang tidak berbicara, membuat Akira yakin jika Rexy sedang berbohong.
Semua perubahan pada tubuhnya ini terjadi hanya dalam beberapa hari, siapapun yang melihatnya, pasti akan berpikir Rexy memiliki sesuatu rahasia.
Dan rahasia yang dapat membuat seseorang menjadi lebih tampan atau cantik, siapapun pasti akan tertarik.
Akira sudah memikirkan ini sebelumnya, dan tebakan ini semakin kuat sekarang.
Jadi, dia merasa penasaran dengan itu. Karena bagaimanapun juga, wanita sangat tertarik dengan hal-hal yang dapat membuat dirinya lebih cantik.
Akira tersenyum, memandang Rexy dengan penuh harap dan bertanya, "Kamu punya rahasia, kan? Apa itu?"
"Rahasia, rahasia apa?" Rexy tidak mengerti maksud Akira.
"Tentu saja rahasia untuk membuat tubuhmu seperti itu. Kamu tahu, kita sudah jalan bersama, dan mendapatkan persetujuan dari orang tuaku. Bisa di bilang kita bukan orang asing lagi, kan?" Mengatakan ini, Akira tersenyum manis, dan penuh arti dari kata-katanya.
Sayangnya, Rexy masih tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Akira. Rahasia yang dimaksud oleh Akira, Rexy berpikir bahwa itu adalah Eggy, jadi dia menggelengkan kepalanya, dan tidak mengatakan apa-apa.
"Jangan berbohong! Kurang dari seminggu dari babi menjadi pria sempurna, itu mustahil hanya dengan latihan. Katakan cepat. Apa resepmu!"
Baru ketika mendengar ini, Rexy akhirnya sadar apa yang diinginkan oleh Akira. Tapi, Rexy tidak memiliki sesuatu seperti merubah tubuh seseorang.
Semua perubahan tubuhnya itu karena Eggy, dan Rexy tidak mungkin mengatakannya, kan?
"Sebenarnya aku memang memiliki rahasia, tapi..."
"Tapi, apa? Sangat mahal? Jangan khawatir, aku memiliki banyak uang!"
"Bukan, bukan seperti itu. Hanya saja.."
"Banyak alasan! Jika kamu tidak mengatakannya, pergi dari seni. Jangan temui aku, atau datang kesini lagi!" Mengatakan ini, Akira sudah berdiri untuk mengusir Rexy dan pura-pura marah.
Melihat bahwa Akira marah, Rexy merasa gugup dan buru-buru berkata, "Tunggu sebentar, aku akan mengatakannya."
Akira berhenti dan menunggu sambil menarik sedikit sudut mulutnya. Usahanya tampaknya berhasil.
Tapi, senyum Akira hanya sebentar, dan kemudian sungguh menjadi marah dengan apa yang Rexy katakan.
__ADS_1
"Aku akan memberikannya, tapi kamu perlu membawaku ke kamar terlebih dahulu."
"Bajingan! Apa maksudmu? Apa kamu ingin aku memberikan tubuhku sebagai syaratnya?"
Mendengar Akira yang berkata seperti ini, Rexy memiringkan kepalanya, dan dengan bingung bertanya, "Siapa yang meminta tubuhmu? Apa maksudmu memberikannya kepadaku?"
Bukan hanya Rexy, Akira juga mulai bingung.
"Bukankah kamu meminta syarat dengan tubuhku, kan?"
Orang dewasa, siapapun itu pasti akan tahu apa yang terjadi jika pria dan dua wanita dalam satu kamar, kan?
Tapi, yang tidak di ketahui oleh Akira adalah, Rexy ini satu dari kebanyakan orang dewasa yang sangat bodoh dan polos. Dia sungguh tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Akira.
"Tidak! Aku tidak berani mengambil tubuhmu. Itu tindakan pidana, aku tidak mau masuk penjara."
Ketika mendengar ini, baru Akira menyadari kepolosan akut Rexy. Sebelumnya Rexy juga sempat mengatakan, bahwa saling ciuman dapat membuat seseorang hamil, dan itu adalah bukti kepolosannya.
Akira lupa dengan itu, dan berpikir jika Rexy meminta membawanya ke kamar adalah untuk itu.
"Betapa polosnya." Batin Akira, dan tersenyum.
Kemudian dia berbalik dan berkata kepada Rexy.
"Oke, ayo pergi ke kamar!"
"Um, tunggu!"
"Apa lagi?"
"Aku akan pergi ke kamar sendiri. Berbahaya jika kita pergi bersama-sama." Jawab Rexy dengan nada yang serius.
Kata-kata ini membuat Akira sedikit mengerutkan kening dan bertanya-tanya.
Memang berbahaya jika pria dan wanita pergi ke kamar bersama-sama. Tapi Rexy ini polos, dan tidak tahu akan hal-hal seperti itu.
"Kamu tunggu disini, dan menyiapkan sarapan untukku. Setengah, tidak, lima belas menit saja aku akan segera kembali sambil membawa resepnya."
Menghiraukan ekspresi wajah Akira yang masih bertanya-tanya, Rexy berkata dan segera berjalan ke arah kamar Akira.
Melihat punggung Rexy yang menghilangkan dari kamarnya, Akira bergumam, "Dia benar-benar pria aneh!"
Namun, tak berselang lama dia mengerutkan kening dan menepuk jidatnya, "Astaga, aku belum sempat membersihkan kamarku. Semoga saja dia tidak menemukannya."
__ADS_1