1001 Cara Menjadi Yang Terhebat

1001 Cara Menjadi Yang Terhebat
Nenek tua


__ADS_3

Ketika Rexy melakukan aksinya, matanya tertutup, dan tidak mengetahui perubahan ekspresi Akira di depannya.


Jika dia membuka matanya, mungkin dia akan melihat wajah Akira yang telah berubah.


Penampakan nenek-nenek di wajah Akira perlahan-lahan memudar. Seperti tersedot kedalam mulutnya, dan penampakan wajah Akira yang sesungguhnya adalah apa yang tersisa.


Bukan hanya wajahnya yang kembali ke penampilan wanita cantik, bahkan itu menjadi lebih cerah dan segar. Seolah-olah dengan hilangnya penampakan nenek-nenek sebelumnya, itu menunjukkan permata yang telah terpendam dalam gelapnya lumpur.


Apalagi dengan penampilan Akira yang terkejut tidak percaya atas apa yang dilakukan oleh Rexy padanya, itu membuat wajah Akira tampak imut.


Di wajah imutnya itu, mata hitam jernih memandang wajah Rexy yang kini berubah menjadi pria tampan dengan tampilan mabuk.


Mungkin karena ini adalah sesuatu yang tidak pernah Akira bayangkan dalam beberapa tahun terakhir.


Dua orang ini memiliki pemikiran yang berbeda untuk saat ini.


Untuk Rexy sendiri, dia merasa jantungnya berdetak dengan kencang, dan setelah suara misi dari Eggy terdengar di kepalanya, dia berniat untuk melepaskan ciumannya.


Di sisi lain, Akira yang telah terbuai dengan keadaan malah mengulurkan kedua tangannya ke leher Rexy, merangkul pria muda di depannya untuk tidak menjauh, dan menutup matanya. Menikmati perasaan yang dibawa olehnya.


Merasakan tarikan dan respon Akira di dalam mulutnya, Rexy yang ketakutan buru-buru melepaskan tangannya dan mendorong tubuh Akira menjauh.


Bersamaan dengan dorongannya, dia berdiri, dan mundur beberapa langkah kebelakang.


Untungnya, dalam dorongannya Rexy tidak terlalu memberikan banyak kekuatan, dan tidak membuat Akira terjatuh dari kursinya. Itu hanya membuat tubuh Akira sedikit tersentak, dan setelah menyetabilkan posisinya, dia duduk kembali di kursi dengan tenang, lalu perlahan melihat Rexy di depannya sambil tersenyum.


Tidak ada lagi kesedihan di wajah Akira.


Sementara untuk Rexy, melihat Akira yang tersenyum di depannya, hatinya gugup dan ketakutan.


Hisapan tadi, apa rumor itu benar? Apa wanita janda ini ingin menghisapnya sampai kering?


Memasukkan lidahnya, apa yang dia pikirkan! Apa dia tidak tahu jika itu dapat membuatnya hamil?


Untungnya aku cepat bereaksi. Jika tidak...

__ADS_1


Rexy ketakutan dan merinding ketika memikirkan semua kemungkinan ini.


Akira, yang melihat wajah ketakutan Rexy tidak tahan untuk tidak sedikit menggodanya dan bertanya, "Anak muda. Ada apa dengan ekspresi wajahmu? Kenapa kamu sangat ketakutan? Apa kamu takut aku akan memakanmu?" 


Di depannya, Rexy yang polos secara tak sadar menganggukkan kepalanya, menyetujui semua perkataan Akira.


Melihat anggukan Rexy, pertama Akira berhenti, lalu terkejut, dan kemudian tertawa.


Suara tawa yang sebenarnya terdengar halus, dan indah seperti lonceng perak, ketika memasuki telinga Rexy yang sedang ketakutan, itu menjadi suara menyeramkan. Bahkan, jika Akira di depannya tersenyum layaknya bunga yang mekar di musim semi.


Jadi, dia buru-buru berlutut, menyatukan dua telapak tangannya, seperti seorang biarawan berdoa, dan berkata, "Nyonya Akira yang cantik, maafkan Rexy yang bertindak sembrono. Saya hanya melakukan karena terpaksa, tolong.. jangan makan Rexy, dan tolong jangan hamil!"


Tawa Akira berhenti saat melihat tindakan Rexy, dan ketika dia mendengar apa yang dikatakan oleh Rexy, Akira tidak bisa lagi menahan perasaan di hatinya.


"Hahahha...." Suara tertawa yang lebih keras keluar dari bibir tipis Akira.


Akira masih mengerti, kenapa dia takut jika dirinya akan memakan Rexy. Karena rumor itu sudah banyak beredar. Tapi, dia tertawa terbahak-bahak saat mendengar Rexy memintanya untuk tidak hamil.


Hanya karena saling menempelkan bibir, apakah pria muda ini mengira bisa hamil?


Tunggu sebentar! Dia mengatakan dirinya Rexy, tapi kenapa ini bukan seperti dirinya?


Rexy yang Akira kenal, itu adalah pria gemuk penuh lemak, jelek, dan hampir mirip seperti babi. Tapi, pria di depannya ini adalah pria yang sempurna.


Lihat bentuk tubuhnya, dimana lemak yang menggumpal selama ini? Bentuk tubuh yang sempurna, dengan otot-otot kuat di lengannya, yang mungkin juga ada di perutnya, ini adalah atlet profesional.


Wajahnya. Dimana wajah gemuk dan gigi yang keluar tidak senonoh sebelumnya?


Sekarang, ini adalah pria dengan wajah putih bersih, alis runcing panjang, mata hitam sedalam lautan, dan hidung mancung layaknya pria Eropa, serta bentuk wajahnya yang tirus, ini adalah gambaran pria tampan dambaan para wanita.


Baru beberapa hari yang lalu dirinya bertemu dengan Rexy, dan dengan cepat dia berubah seperti ini. Jika pria ini tidak mengatakan dirinya adalah Rexy, pria yang biasa di juluki babi berjalan, Akira tidak akan mempercayainya sama sekali.


Akira hanya berpikir pria muda ini terlihat tampan, dan sembrono. Oleh karena itu, dia merasa tertarik untuk menggodanya.


Bahkan, setelah dia mendengar pengakuannya, dia masih terkejut dan tidak mempercayainya.

__ADS_1


Baru ketika Akira melihat kepolosan Rexy saat ini, dia akhirnya sedikit percaya jika ini adalah Rexy.


Tapi itu hanya sedikit, dan untuk memastikannya, Akira kembali bertanya, "Apakah kamu benar-benar Rexy?"


Rexy mengangguk pelan tanpa membuka matanya, mengiyakan pertanyaan Akira.


Meski begitu, Akira masih tidak mempercayai sepenuhnya. Hanya saja, dia tidak terlalu memikirkannya lebih jauh.


Ada hal penting yang perlu dia lakukan untuk saat ini, dan kebetulan dia tiba-tiba memikirkan sebuah ide dan berkata, "Oke, aku tidak akan hamil dan memakanmu! Tapi...besok kamu harus datang kesini di pagi hari."


Rexy merasa lega dengan ucapan Akira di awal. Meskipun dia masih tidak mengerti apa yang diminta oleh Akira, dia memutuskan untuk membuka matanya, dan berkata, "Terimakasih!"


"Hehe.." Akira tersenyum, dan dalam senyumannya, ada makna lain yang dia sembunyikan.


"Oke, karena semuanya sudah beres, sekarang kamu pergi. Sudah jam 12 malam, aku harus menutup toko." Mengatakan ini, Akira bangkit dari tempat duduknya, dan memberi isyarat untuk keluar.


"Tunggu.."


"Apa lagi? Kamu sudah menyentuh kaki, paha dan menciumku. Apalagi yang kamu inginkan?" Akira bertanya, dan kemudian dia menempatkan kedua tangannya di perutnya, dan melanjutkan, "Apakah kamu ingin aku memakanmu? Atau, kamu ingin menyentuh yang lain?"


"Gluk" suara dari Rexy menelan ludah terdengar.


Karena, dengan Akira yang menempatkan kedua tangannya berada di perut, dan menaikkannya sedikit, otomatis dua buah besar di dadanya bergoyang.


Melihat pemandangan ini di depannya, otomatis Rexy merasa tergoda.


Rexy yang merasa tergoda secara tak sadar melangkah maju untuk menyentuhnya. Namun, rasa sakit di perutnya menghentikan tindakannya.


"Aku lapar!"


Sambil memegang nyeri di perutnya, Rexy memandang Akira di depannya dengan wajah kesakitan, dan berkata.


Melihat wajah Rexy yang kesakitan, dan tidak berdaya, Akira terkikik beberapa saat sebelum berjalan ke belakangnya untuk menyiapkan makanan.


Namun, sebelum itu dia berhenti di sebelah Rexy dan berkata, "Terimakasih karena telah menciumku. Duduklah, aku akan menyiapkan makanan spesial untukmu."

__ADS_1


__ADS_2