
"Apa!"
Bukan hanya Sona yang terkejut dengan jawaban Rexy, Drian dan bahkan Akira juga terkejut dengan apa yang Rexy katakan.
Pengangguran profesional!
Pekerjaan atau apa itu?
Dikatakan pekerjaan, ada kata-kata pengangguran. Dikatakan sebagai pekerjaan, tapi ada pengangguran.
Apa artinya pengangguran profesional?
"Tuan, Nyonya, tolong!"
Tapi, sebelum tiga orang yang kebingungan itu ingin bertanya, seorang pelayan restoran datang sambil membawa menu makanan.
Kedatangan pelayanan itu membanggongkan keterkejutan semua orang.
Tapi, Drian adalah orang yang pertama sadar, dan mengambil menu pelayan.
Sambil tersenyum, dan memberikan pandangan sinis kearah Rexy, dia dengan santai memilih segala jenis makanan yang ada di menu.
Sebagai orang biasa saja, Rexy tidak tahu apa yang dipesan oleh Drian. Meskipun tahu, dia mungkin juga tidak peduli.
Itu Akira dan ibunya yang mengetahui apa yang dipesan oleh Drian, dan mulai mengerutkan kening. Kedua ibu dan putri itu sama-sama melihat kearah Drian, dan memberikan pandangan bertanya melalui matanya.
Maksud dari pandangan keduanya adalah, "Apakah kamu yang akan membayarnya?"
Mengenai pertanyaan itu, Drian hanya tersenyum dan tidak menjawab. Dia hanya memberikan sedikit kode kepada Sona, dan menyuruhnya untuk diam.
Akira sedikit menebak melalui kode mata keduanya, dan mau tak mau merasa marah.
Kemudian, melirik kearah Rexy disebelah, yang tidak menyadari apapun, dan menikmati makanan di meja tanpa berpikir, Akira hanya bisa menghela nafas tak berdaya.
Selanjutnya, Akira membuka tas kecilnya, dan menghitung uang ada yang didalamnya, dia semakin merasa tak berdaya.
"Tidak cukup!" Ini adalah keluhan yang ada dalam hati Akira.
Bersamaan dengan Akira yang mengeluh, Drian dan Sona di meja sebrang diam-diam tertawa dalam hati, dan melirik Rexy dengan sinis.
Sampai saat ini, Rexy masih tidak menyadari apa yang terjadi, dan mengambil setiap jenis makanan di meja tanpa memperdulikan siapapun.
__ADS_1
Jika dipikir-pikir, Rexy tidak sarapan tadi pagi, dan semua jenis makanan ini membuat nafsu makannya naik.
Tapi, yang tidak pernah Rexy sadari lagi adalah, nafsu makannya memang sangat banyak. Sepuluh porsi makanan di meja, Rexy menghabiskan tujuh porsi sendirian, dan membuat Drian serta Sona tersenyum semakin lebar.
"Ini sangat enak! Aku kenyang!"
Mendengar kepuasan Rexy dari sebelahnya, Akira segera menoleh, dan menarik sedikit daging di lengannya.
"Auh.. apa yang kamu lakukan?"
Mengetahui bahwa Rexy masih tidak menyadari setelah lengannya ditarik, Akira melototinya.
"Apa sih?" Rexy memang polos dalam beberapa hal, dan untuk kali ini kepolosan itu datang.
Akira menggigit giginya, menarik nafas perlahan agar tidak marah, dan perlahan berkata, "Rexy, sayang. Kamu tahu, berapa banyak dan mahalnya makanan yang kamu makan?"
"Memangnya berapa?"
"Dua juta! Itu hampir dua juta rupiah, sayang." Akira berusaha tetap tenang, dan menjelaskan perlahan.
Namun, yang namanya polos pasti akan selalu polos, dan tidak tahu arti kata-kata Akira yang sudah jelas.
"Lalu kenapa?"
Dengan diamnya Akira, ibunya yang ada di depannya menjawab, "Tidak apa-apa. Karena kami sudah memakannya, untuk apa lagi di persoalkan? Bukan begitu, Drian?"
Drian mengangguk dan tersenyum penuh makna kepada Rexy, "Tante benar! Juga, sebagai seorang pria yang memiliki selera makan banyak, dia pasti memiliki kemampuan untuk membayarnya, kan?"
"Aku juga berpikir seperti itu. Apalagi, sebagai orang yang memiliki pekerjaan sebagai "pengangguran profesional" dia pasti punya banyak uang. Bukankah begitu?" Sona menambahkan dan bertanya kepada Rexy.
"Kalian berdua benar!" Rexy mengangguk setuju.
"Biar aku jelaskan. Pengangguran profesional, sebenarnya itu adalah orang yang tidak bekerja, tapi memiliki penghasilan yang tidak kalah dari orang bekerja. Tentu saja aku memiliki banyak uang!" Rexy penuh keyakinan ketika mengatakan kata-kata ini.
Dan Sona serta Drian, yang mendengarnya tidak lagi bisa menahan tawanya, dan tertawa terbahak-bahak.
Sementara Akira, dia hanya bisa memijat keningnya dengan tak berdaya, dan memanggil pelayan untuk membereskan semuanya.
"Nona, ada yang bisa saya bantu?"
"Berapa total semuanya?" Akira tidak banyak omong, dan langsung bertanya niatnya.
__ADS_1
"Saya sudah menghitung semuanya, dan totalnya adalah 3 juta." Jawab pelayan dengan ramah.
"Apa? Apakah kalian menjual emas?" Akira langsung berteriak ketika mendengar kata-kata pelayan.
Pelayan kecil yang adalah pria muda itu merasa malu dengan ucapan Akira, dan hanya bisa memberikan menu sebelumnya kepada Akira.
"Nona, maaf! Ini adalah menu yang Anda pesan. Anda bisa memeriksanya sendiri."
Awal, Akira sudah memperkirakan semuanya paling banyak adalah 2 juta rupiah. Tapi, ketika dia melihat menu dan makanan di meja, serta melihat harga setiap makanannya, dia terdiam.
Satu menu paling murah adalah 250 ribu, sedangkan yang lainnya di atasnya, dan ada beberapa yang berharga 350ribu. Jika di total semuanya, itu lebih dari 3 juta.
"Nona, 3.5 juta adalah harga sebenarnya. Tapi, karena Tuan ini memesan makanan utama kita, jadi kami memberikan diskon, dan hanya memberi harga 3 juta."
Untuk kali ini, Akira tidak membantah apa yang dikatakan oleh pelayan, dan hanya bisa menyalahkan Drian di depannya. Kenapa harus memesan makanan semahal ini.
Tapi, Drian dan ibunya tampaknya sedang menemukan sesuatu, dan melihat ke arah jendela. Tampaknya, ada pertunjukan yang menarik disana.
Akira sangat marah ketika melihatnya. Tapi, dia harus membayarnya. Pelayan sudah menunggunya, dan akan memalukan jika sudah memanggilnya tanpa membayar.
Masalahnya, semua uang yang Akira bawa tidak lebih dari 2 juta.
Mengetahui tingkah ibu dan Drian, mereka pasti sudah merencanakan semua ini.
Pilihannya saat ini hanya ada pada Rexy. Namun, ketika melihat Rexy, dia benar-benar ingin menangis tanpa air mata.
"Sayang, ada apa? Kenapa kamu sangat murung?" Rexy bertanya saat melihat keadaan Akira.
Mendengar ini, Akira langsung tersentak, dan berkata, "Apakah kamu tidak mendengarnya sendiri? 3 juta, semua makanan yang kamu makan jumlahnya 3 juta!"
Rexy mengangguk tenang, "Ya, aku dengar. Terus kenapa?"
"Aku tidak memiliki uang sebanyak itu!"
Suara Akira kali ini sedikit lebih keras, yang membuat pelayan sedikit malu. Serta dua orang yang sedang menonton pertunjukan di jendela tersenyum penuh kepuasan.
Dan untuk Rexy, dia masih tetap seperti sebelumnya, dan mengeluarkan rekeningnya, lali menyerahkan kepada pelayan, "Bayar dengan itu."
"Baik tuan." Pelayan itu segera pergi ke meja pembayaran sambil membawa rekening Rexy.
Bersamaan dengan pelayan kecil itu pergi, pertunjukan di jendela tampaknya sudah selesai, yang menyebabkan Sona dan Drian melihat kearah Rexy dengan penuh penantian.
__ADS_1
Bagi mereka, sepertinya Rexy akan memberikan pertunjukan yang lebih menarik daripada yang ada di jendela.