1001 Cara Menjadi Yang Terhebat

1001 Cara Menjadi Yang Terhebat
Kaktus


__ADS_3

Pertama kali masuk ke kamar wanita, Rexy merasa kepalanya sedikit pusing.


Sebelumnya, Rexy sudah pernah masuk ke rumah Akira, dan itu sudah membuatnya terkejut dengan pakaian yang berserakan dimana-mana.


Kali ini, memasuki kamar Akira ternyata juga sama, tapi lebih parah.


Pakaian, kaso, bra ****** ***** wanita berbagai jenis, dan warna tergeletak di atas kasur. Semua jenis mulai dari yang biasa hingga yang paling ekstrim yang pernah Rexy lihat di majalah semuanya ada.


Bukan hanya pemandangan yang membuat Rexy pusing, tapi aroma wanita dewasa yang ada dikamar benar-benar membuat Rexy semakin pusing.


Tujuan awal Rexy masuk ke kamar Akira adalah untuk mencari sesuatu yang digunakan untuk merusak reputasi Akira.


Karena, sejak masuk hari ini, Rexy merasakan aura jahat keluar dari kamar Akira. Jadi dia bertekad untuk masuk ke kamarnya.


Alasan ke kamar untuk membuat resep bagi Akira hanyalah alasan lain.


Tapi, baru saja masuk ke kamar, dan melihat pemandangan seperti ini, Rexy sedikit tersesat.


Apalagi ketika dia melihat satu hal yang tergeletak di lantai.


"Ini pasti yang Kira pakai sebelumnya."


Itu adalah hal yang sebelumnya ingin Rexy pegang, tapi gagal.


Sekarang, entah kenapa Rexy tiba-tiba menggerakkan tangannya, dan mengambil ****** ***** itu.


Mengambilnya dan menempatkan di depan pintu wajahnya, bau aneh segera memasuki hidung Rexy.


"Ya Tuhan, apakah Akira tidak mencucinya?" Rexy bergumam dan meletakkan kembali.


Namun, saat dia melihat sesuatu di bawah kasur, Rexy sedikit mengerutkan keningnya.


Itu berbentuk seperti pohon Kaskus dua cabang, dan berdiameter 3 sentimeter berwarna merah muda. 15 sentimeter di bagian paling panjang, dan 5 sentimeter untuk cabangnya.


Melihatnya dengan cermat, Rexy menemukan itu sedikit bergerigi di ujung paling panjang, dan ada pula sedikit di cabangnya.


"Buat apa Kira membeli Kaskus ini?"


"Eh! Ada tombolnya juga?"


"Eh, kok bisa bergetar. Apa ini? Apa ini di gunakan untuk menggaruk punggung?"


Rexy berpikir seperti itu, dan mencoba untuk menggaruk punggungnya dan ternyata, itu memang berguna.


"Ya, ini alat yang bagus untuk menggaruk punggung. Rasanya juga lumayan, getarannya yang konstan cukup bagus untuk menggaruk posisi yang gatal."


Rexy tersenyum dan menggaruk setiap jangkauan yang susah di punggungnya beberapa waktu.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus meminta Kira memberikan satu padaku."


Setelah puas, Rexy meletakkannya kembali, dan mencari hal lain lagi. Dan kali ini, Rexy menemukan alat yang aneh lagi di atas meja rias. Itu berbentuk lonjong kecil seperti telur ayam, dan ada kabel yang menghubungkannya dengan remote, yang juga ada tombolnya. Saat menekan tombol itu, Rexy juga menemukan itu bergetar seperti alat sebelumnya. 


Tapi, setelah mencoba untuk memeriksa kegunaannya, Rexy tidak menemukan untuk apa hal itu di gunakan.


"Telur ini pasti juga memiliki kegunaan lain, tapi aku tidak tahu." Rexy meletakkannya lagi, dan mengesampingkan hal-hal itu.


Sekarang yang lebih penting adalah mencari keberadaan aura jahat terlebih dahulu.


Mengikuti aura jahat itu, Rexy menemukan itu berasal dari lemari kecil di meja rias Akira.


Tanpa menunggu, Rexy membukanya, dan menemukan lebih banyak hal yang tidak di ketahui oleh dirinya.


Berbagai macam dan bentuk alat ada di dalamnya, dan itu semua bisa bergetar.


Rexy benar-benar tidak mengerti, untuk apa Akira menyimpan banyak hal-hal seperti ini.


Tapi, dia mengesampingkan hal-hal itu, dan bertanya pada Akira nanti. Sekarang, di antara tumpukan hal-hal aneh itu, Rexy melihat sebuah alat berbentuk batu hitam kecil tergeletak disana.


Dari batu itu, Rexy merasakan bahwa hal-hal jahat itu berasal dari sana.


Mengambilnya dan memeriksanya, Rexy kali tidak menemukan hal-hal aneh lainnya, itu batu biasa, dan tidak bisa bergetar seperti yang lainya.


Tapi, dari batu itu Rexy merasakan aura sangat jahat, dan kengerian dari intuisinya.


Terkejut, Rexy mundur dan melemparkan batu itu.


"Jie..jie...jie..." di ikuti oleh suara tawa aneh yang melengking, seluruh kamar tiba-tiba menjadi dingin.


Lalu, asap hitam itu berkumpul menjadi satu, dan sosok menyeramkan dengan wajah seperti iblis muncul di depan Rexy.


Rexy ketakutan dan mundur beberapa langkah.


"I-iblis....!"


"Jie...jie...jie..." Wajah iblis itu dengan tajam menatap Rexy, dan tertawa dengan suara melengking.


Kemudian, dia bergerak dan tangan penuh kuku-kuku tajam mengarah tepat ke arah Rexy.


Rexy yang ketakutan hanya bisa mengangkat tangan, dan menepisnya.


"Tapi, teriakan "Aaahh" keras keluar dari mulut Rexy.


Teriakkan Rexy sangat keras, dan membuat Akira yang sedang ada di depan berlari ke arah kamarnya.


"Rexy, Rexy! Apa yang terjadi"

__ADS_1


Akira khawatir dan ingin membuka pintunya, tapi pintu tidak bisa di buka, dan hanya bisa membuatnya berteriak.


"Tidak ada! Jangan khawatir!" Jawab Rexy dari dalam.


Akira mengerut kening, dan kembali berbicara, "Jangan bohong! Aku tadi mendengarmu berteriak. Katakan, apa yang terjadi?"


"Tidak ada. Itu hanya... Itu hanya semut yang tiba-tiba menggigitku!"


"Semut?"


"Ya, ya! Itu hanya semut! Jangan khawatir, tunggu sebentar lagi, aku akan keluar."


"Apa ada semut di kamarku?"


"Ya, semut ini besar dan hitam."


"Apakah ada banyak? Tunggu sebentar, aku akan ambilkan semprotan pembasmi semut!"


Di dalam kamar, Rexy sedikit berhenti saat mendengar kata-kata Akira.


Melihat Iblis di depannya, dan pembasmi semut yang akan Akira berikan, tampaknya itu percuma saja.


Jadi, dia segera berkata lagi, "Jangan khawatir Kira! Kamu siapkan saja sarapanku. Semut ini, aku bisa mengatasinya sendiri."


"Apakah kamu yakin? Apa perlu aku masuk dan membantumu?"


"Tidak! Jangan masuk, berbahaya. Aku tidak ingin semut ini menggigitmu juga."


Akira tersenyum saat mendengar kata-kata Rexy. Meskipun gigitan semut tidak terlalu membahayakan dirinya, Akira masih senang dengan kekhawatiran Rexy terhadap dirinya.


"Baiklah, hati-hati. Jangan biarkan semut itu menggigitmu sebelum aku menggigitmu!"


Setelah Akira berkata seperti ini, Rexy mendengar suara langkah kakinya menjauh, dan sedikit menghela nafas lega.


Karena, semut hitam besar memang berbahaya bagi Akira, jika dia di gigit, itu bukan lagi rabies melainkan kematian.


Lihat saja lengannya sendiri, meskipun itu tidak berdarah karena cakar tajam Iblis itu, Rexy masih merasakan kesakitan seperti di tebas oleh pisau.


Bukan hanya sakit di bagian yang di serang, Rexy bahkan merasakan kesakitan di kepalanya.


Rexy tidak mengerti apa yang terjadi, tapi yang pasti, semut ini sangat berbahaya, dan tidak bisa di lawan oleh manusia biasa. Dan tentu pembasmi juga tidak akan berhasil.


"Jie...jie...jie..."


Melihat Rexy yang ketakutan, dan kesakitan, iblis itu tertawa, dan menyerang lagi.


"Sial!"

__ADS_1


__ADS_2