Adik Kesayangan CEO

Adik Kesayangan CEO
Extra part


__ADS_3

Lima tahun berlalu. Kini Melisa dan Kevin sudah tak tinggal serumah dengan Alan. Mereka memutuskan untuk hidup mandiri dan membina rumah tangga seutuhnya tanpa campur tangan Alan. Tapi bukan Alan namanya jika tak mencampuri kehidupan adik kesayangannya itu. Hampir setiap hari ia menyempatkan diri ke rumah Melisa walau hanya beberapa menit. Jarak rumah mereka lumayan dekat, hanya 1km. Alan juga masih mentransfer uang bulanan kepada Melisa setiap bulannya. Tidak ada yang bisa menghentikan Alan untuk urusan itu.


Alan dan Sofia sudah memiliki seorang anak laki-laki bernama Raynald Yong ju. Kini usianya sudah menginjak satu tahun. Raynald memiliki selisih dua tahun dari usia Keisa, anak dari Melisa dan Kevin.


Apa kabar Evelyn dan Amora?


Mereka memutuskan untuk tinggal terpisah dari Alan, setelah kondisi Evelyn sudah mulai membaik pasca kecelakaan yang nyaris merenggut nyawanya. Semenjak kejadian itu, Evelyn berubah menjadi pribadi yang lembut dan penuh kasih sayang.


Amora sudah menyelesaikan kuliahnya. Dia mengambil jurusan kedokteran dan kini sudah mulai bekerja di sebuah rumahsakit besar. Hubungannya dengan Aldo berjalan dengan mulus tanpa kendala. Hampir tujuh tahun Amora dan Aldo berpacaran. Tapi keduanya masih enggan membicarakan pernikahan. Amora ingin fokus mengejar karirnya. Sedangkan Aldo masih ingin memperbesar usaha bengkelnya yang ia bangun dari nol. Ia tak ingin Amora hidup susah saat menjadi istrinya.


"Amora, apa kau sibuk hari ini? Tanya Melisa yang mendatangi rumahsakit tempat Amora bekerja.


"Aku sangat sibuk sayang. Kau tau, Seorang dokter harus siap jika ada pasien dalam keadaan darurat, kapanpun itu."


"Ya ya, aku tau. Aku baru saja menemui dokter Juna untuk chek up. Sekalian saja aku mengunjungimu. Sungguh, aku sangat sangat merindukan suasana rumah yang dulu.


"Bagaimana jika kita buat acara keluarga saja." Kata Amora.


"Acara apa? Diner? Barbeque party? Piknik? "


"Acara kumpul keluarga saja. Tidak usah menentukan tema dan agendanya. Anggap saja acara reuni keluarga. Hahaha." Jawab Amora puas.


"Ish.. kau ini ya. Bilang saja kau mau kabur di tengah acara tanpa rasa bersalah." Ucap Melisa kesal.

__ADS_1


"Astaga, kau tau isi kepalaku. Buahahaha."


"Huh, awas saja ya. Kau yang punya ide, jika sampai kau ingkar janji, akan ku goda Aldo." Ancam Melisa dengan senyum kemenangan.


"Oh ya? lakukanlah. Tapi akan ku tarik kak Kevin ke kamarku. Hahaha." Jawab Amora terbahak-bahak karena menang adu argumen dengan Melisa. Ia bahkan lupa jika saat ini masih berada di rumahsakit.


Sepulang dari rumah sakit, Melisa langsung kembali ke rumah. Baru beberapa jam saja ia meninggalkan Keisa, ia sudah sangat sangat merindukannya. Mungkin benar kata orang, ikatan batin antara ibu dan anak memang sangat kuat dan tak terelakkan.


"Hello sayangnya mommy, kau menunggu mommy pulang?"


"Tidak, aku sedang menunggu uncle Alan. Dia mau mengajakku ke wahana air." Jawab Keisa antusias.


"Astaga. Kau ini anaknya mommy atau uncle sih?" Tanya Melisa dengan wajah masam karena Keisa lebih dekat dengan uncle dan aunty nya.


"Tentu saja uncle. Bulan depan aku mulai masuk play gruop. Aku sudah besar." Ucap Keisa dengan bangga.


"Ada apa dengan mommy mu sayang? Apa kau membuat mommy kesal?" Tanya Alan kepada Keisa. Tapi sengaja di keraskan agar yang dibicarakan juga mendengarkan.


"Tidak uncle. Jusrtu mommy yang sudah membuatku kesal karena cemburu jika aku lebih akrab dengan uncle. Itu salah mommy sendiri."


Alan dan Melisa tampak mengerutkan dahi.


Mommy tidak pernah mengajakku naik rollercoster, tidak pernah menemaniku main badminton, bermain trampolin, main kejar kejaran. Hanya dady dan uncle saja yang bisa melakukan itu semua." Ucap Keisa tanpa jeda. Sebenarnya ini adalah bentuk protes Keisa karena ia ingin mommynya selalu menemaninya bermain.

__ADS_1


Sementara itu, Melisa terlihat sangat sedih karena merasa tidak bisa melakukan apa yang di inginkan putrinya.


"Keisa cantik, Jangan bicara seperti itu. Mommy sedang sakit dan tidak boleh melakukan itu semua." Alan mencoba memberi pengertian kepada Keisa tentang kondisi kesehatan sang ibu."


"Maaf uncle."


"Minta maaf pada mommy mu." Jawab Alan dengan lembut.


"Maaf mommy. Apa mommy sedih dengan ucapanku tadi?"


"Tidak sayang. Mommy yang seharusnya minta maaf. Maaf mommy belum bisa menjadi ibu yang baik untukmu."


"Hei, kenapa wajah kalian jadi sedih seperti itu. Uncle kemari untunk mengajak kalian bersenang senang." Alan memeluk dua perempuan di depannya, yang sedang berwajah murung .


***


Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu tiba. Hari dimana semua anggota keluarga besar Yong ju bisa berkumpul secara lengkap. Reuni ala ala yang di rencanakan sejak jauh hari. Setidaknya hal ini mampu mengobati kerinduan di antara mereka.


Evelyn tampak lebih banyak bicara dan murah senyum. Dia hanya ingin menghabiskan hari tua nya dengan damai, bersama anak cucunya. Meski tinggal terpisah, tapi komunikasi antar keluarga tetap terjaga.


Inilah hubungan yang layak di di sebut keluarga. Canda tawa menggema sertiap Cucu-cucu penerus keluarga ini saling melontarlan celotehan dengan gaya bicara khas anak-anak yang begitu menggemaskan.


Raynald yang baru belajar bicara, Dan Keisa yang semakin banyak ingin tau ini dan itu, membuat suasana rumah semakin hidup. Hanya ada kebahagiaan disini..

__ADS_1


Tamat....


__ADS_2