
Sejak kematian pemimpin clan Haruno, Hatake Kakashi yang merupakan sekretaris ayah sakura atau Kizashi mengambil alih seluruh harta keluarga Haruno.
"Paman! Apa-apaan ini," protes Sakura pada Kakashi saat dirinya ditarik masuk ke sebuah bangunan mewah dan ada lambang uchiha disana.
"Selamat malam tuan Sasuke," sapa Kakashi dihadapan lelaki bersurai hitam dengan tatapan segelap masa lalu. Eh.
"Duduk," ucap lelaki bernama Sasuke itu tanpa menjawab sapaan Kakashi.
Kakashi dan Sakura duduk dihadapan lelaki itu, Sakura tampak risih karna mendapat lirikan tajam dari Sasuke.
"Ini gadis yang saya ceritakan tuan," ucap Kakashi.
"Berapa umurnya."
"Tujuh belas tahun."
"Baiklah, Jugo bawa uang nya," titah Sasuke kepada bodyguard pribadinya.
Mata Kakashi berbinar saat melihat uang ratusan juta rupiah tertata rapi dihadapannya, Kakashi langsung menjabat tangan Sasuke lalu pergi membawa uang tersebut.
"Apa maksudnya ini!" Sakura masih tidak mengerti apa yang terjadi.
"Bukannya sudah jelas? Aku baru saja membeli mu, Haruno." Sasuke menghampiri gadis ceri itu, lalu duduk disampingnya setelah itu Sasuke mengangkat tubuh Sakura sehingga gadis itu duduk dipangkuannya.
"Siapa namamu hm?" tanya Sasuke dengan suara nya yang khas, sembari melingkarkan tangannya ke pinggang Sakura.
"Haruno Sa-sakura," jawab Sakura takut, bagaimana tidak takut? Ia baru ingat bahwa Uchiha Sasuke merupakan pimpinan pembunuh bayaran terkenal di negaranya, jangan-jangan dia juga akan membunuhku, batin Sakura takut.
"Cantik, tenang saja, aku tidak akan membunuhmu, asal kamu memberikanku keturunan laki-laki," ucapnya dengan senyum devil. Astaga baru pertama kali ini ia melihat senyum seorang Uchiha.
"Umurku masih tujuh belas tahun!" tolak Sakura sembari meronta-ronta.
"Lantas kenapa? Yang aku butuhkan saat ini adalah anak laki-laki, bercintalah dengan ku dan lahirkan anak laki-laki setelah itu kau bisa bebas." Sasuke mempererat tangannya.
"Aku tidak mau! Senpai tolong aku," ucap Sakura, air mata nya sudah menetes mengenai tangan Sasuke. Pria itu langsung menunjukkan wajah dinginnya.
"Senpai? Apa kau punya kekasih gadis kecil?" tanya Sasuke sambil memainkan rambut Sakura.
"Tentu saja, dan aku sangat menyukainya," ucap Sakura tajam.
Tanpa gadis itu sadari Sasuke menemukan ancaman yang pas untuk menundukkannya, " Jugo, lacak lelaki yang sudah memikat Sakura lalu bunuh dia."
Mendengar hal itu, Sakura lantas menatap kearah belakang, tepat Sasuke tengah mengangkat sebelah alisnya seperti tengah bertanya ada apa?
__ADS_1
"Kumohon jangan, jangan bunuh Kiba, baiklah aku akan menuruti ucapanmu," pasrah Sakura, ia tidak ingin hanya karna dirinya nyawa seseorang jadi melayang sia-sia.
...🌸...
Mansion Uchiha.
Karin yang baru saja mengoles lipstik dibibirnya melangkah turun untuk menyambut suaminya. Namun, betapa terkejutnya wanita itu, Suami tercintanya datang dengan seorang gadis yang bisa dibilang cantik. Warna rambut seperti bunga sakura yang mekar serta mata seperti hamparan rumput hijau.
"Sasuke-kun, siapa dia?" tanya Karin sambil menunjuk Sakura dengan wajah yang masih terkejut.
Sasuke merangkul bahu Sakura, "Mulai sekarang dia adalah istriku."
Karin kembali terkejut, matanya berkaca-kaca, "Aku masih istrimu!"
"Kau tidak memenuhi peraturan Uchiha yaitu tidak bisa memberikanku anak laki-laki," ucap Sasuke dengan kejamnya. Sakura hanya diam ia sejujurnya tak tega melihat tangis wanita yang berada tepat dihadapannya.
"Kau tau kan, aku tidak bisa hamil," ucap Karin lirih, matanya memancarkan aura sedih.
"Karena itu aku menyesal menikahimu." Sasuke langsung pergi menarik Sakura menuju kamar yang sudah ia siapkan.
Kamar yang begitu megah serta cat merah jambu menghiasi setiap dindingnya, persis seperti warna rambutnya.
"Ini kamarmu, aku akan tidur bersamamu mulai sekarang," ucap Sasuke, ia mengecup pelan dahi Sakura lalu pergi keluar ruangan menuju ruang keluarga.
"Apa yang kau lakukan pada Karin?" tanya Itachi pada adiknya.
"Aku tidak melakukan apa-apa," jawabnya.
"Jangan bilang kau melakukan rencana konyol itu, hal itu bisa menyakiti Karin," peringat Itachi pada Sasuke.
"Aku sudah melakukannya dan aku tidak memerlukan restu kalian, yang aku inginkan hanyalah anak laki-laki," ucapnya, ia tidak menyadari bahwa Karin mendengarkan dari balik tangga.
Karin sangat sedih, "Andaikan aku bisa memberikan anak laki-laki, semua ini tidak akan terjadi," ucapnya lalu melangkah pelan menuju kamarnya diiringi isak tangis.
...🌸...
Malam harinya, Sasuke sudah berhadapan dengan Madara, kakeknya itu sudah diberi tau oleh Itachi.
"Kakek kecewa padamu, Sasuke," ucap Madara sembari menyesap sebatang rokok.
Sasuke masih membisu, ia juga kecewa, teman-temannya sudah memiliki pewaris sedangkan dia belum.
"Pernikahan bukanlah sebuah permainan," sambung Mikoto yang baru saja masuk keruang rapat bersama dengan Fugaku.
__ADS_1
"Ayolah, aku hanya ingin seorang anak, begitu sakura memberikan itu aku akan segera menceraikan nya, aku janji."
"Dimana otakmu? Dia masih berusia sangat muda, jauh sekali umurnya denganmu seharusnya dia masih menimba ilmu bukan berada dalam naunganmu!" marah Fugaku, baru kali ini lelaki itu berbicara panjang lebar.
"Berikan fasilitas terbaik selama dia ada disini, Sasuke, ibu tidak mau kau jadi brengsek," peringat sang ibu yang membuat Sasuke mengangguk.
...🌸...
Setelah mendapatkan teguran selama hampir dua jam akhirnya Sasuke bisa beristirahat.
"Sakura?" panggil Sasuke saat gadis itu tidak ada dikamarnya.
Pintu kamar mandi terbuka, menampilkan seorang gadis yang tubuhnya masih terbalut handuk. Nampak begitu menggoda bagi Sasuke.
Sakura yang melihat kehadiran Sasuke pun langsung terperanjat kaget.
"Hei, bisakah kamu mengetuk pintu dulu?" tegur Sakura yang langsung masuk kembali kedalam kamar mandi dengan wajah semerah tomat.
Sasuke menyunting senyum kecilnya, lalu duduk dipinggir ranjang sambil membuka kancing kemeja—nya.
"Umm, tuan Uchiha, bisakah kamu menolongku mengambil pakaian?" tanya Sakura lagi, karna ia lupa membawa pakaiannya.
Lelaki itu lantas bangkit menuju lemari dan membukanya, tapi Sasuke baru ingat bahwa dia belum menyiapkan pakaian untuk gadis itu hanya ada kemeja putih miliknya disana.
"Hei! Cepatlah, aku sudah mulai kedinginan!" teriak Sakura, dingin sudah mulai menusuk masuk kedalam kulitnya.
Sasuke mengambil kemeja itu lalu melangkah menuju kamar mandi, "Ini."
"Lamban," cibir Sakura, ia membuka pintu sedikit lalu mengambil kemeja itu dari tangan Sasuke.
Sasuke terkejut, baru kali ini ada yang berani mencibirnya selain keluarganya. Lelaki itu kembali menyunting senyum,"Menarik."
...🌸...
Sakura keluar dari kamar mandi dengan kemeja kebesaran, dirinya malu, sangat malu. Bagaimana tidak? Ia hanya mengenakan kemeja. Ya, hanya kemeja yang diberikan Sasuke tadi.
Lelaki itu duduk tenang ditengah ranjang dengan laptop dipangkuannya.
"Kenapa kamu memberikanku pakaian seperti ini?!" ucap Sakura kesal sambil melempar bantal yang ada dipinggir ranjang.
Sasuke menangkapnya dengan wajah menantang, "Kau berani melawanku hm?"
"Tentu saja, apa yang harus aku takutkan?" Sakura berkacak pinggang sambil menatap tajam kearah Sasuke.
__ADS_1
Lelaki itu tertawa kecil, "Kau lupa gadis kecil, nyawa kekasihmu ada ditanganku."