
Pagi harinya Hara dan Sarada sudah berdiri didepan gerbang sekolah, ya, Sumire dan Chocho sudah kembali ke Suna sedangkan Mitsuki masih tetap setia menunggu gadis Uchiha itu.
"Peringkat terbaik pasti," tebak Sarada sembari melangkah kan kaki menuju papan pengumuman.
"Apa yang akan kau berikan kepadaku jika aku mendapatkan peringkat 5 besar?" goda Hara.
"Umm...Kak Hara suka manis kan? Aku bisa bikinin gulali untuk kakak!" ujar Sarada antusias.
"Tapi aku menginginkan yang lain."
"Apa tuh?" tanya Sarada.
Hara menunjuk pipi kirinya yang terdapat luka cakaran, "Ciuman mu."
Sarada mematung seketika sedangkan Hara tersenyum jail, mereka sudah sampai di papan pengumuman dan ya! Hara mendapat peringkat pertama dengan nilai sempurna.
"Kakak ku memang the best!" ujar Sarada lalu memeluk Hara.
Tiba-tiba banyak sobekan kertas jatuh dari lantai tiga, ternyata semua murid kelas 12 menyobek salinan hasil ujian mereka.
Hara membiarkan sobekan kertas itu menjatuhinya dan Sarada.
"Kak!" panggil Sarada, ia menarik dasi Hara lalu mengecup pipinya.
"Sayang sekali aku tak bisa mengambil ciuman pertama mu," sesal Hara.
"Kak Hara bisa kok!"
Cowok itu menggeleng, "Aku tidak berhak, suami mu kelak yang boleh mengambil, sayang sekali orang yang akan menikahmu nanti harus melewati ujian berat dariku."
__ADS_1
...🌸...
Ulang tahun Sarada dirayakan begitu meriah, suara tepuk tangan serta nyanyian terdengar.
Sarada memejamkan matanya lalu meniup lilin setelah membuat permintaan.
"Papa tidak datang ya?" tanya Sarada sedih.
Sakura menenangkan putrinya, "Dia masih ada tugas, sayang."
Dilain tempat, Sasuke menyeka darah yang menempel di pipinya, mayat Karin dan Suigetsu terpampang jelas dihadapannya, Sasuke menguliti kedua orang itu sampai mereka benar-benar mati.
Sasuke tertawa puas, "Dengan begini kau tidak akan menggangguku, wanita Sialan!"
...🌸...
Malam hari tepat pukul 11 malam, Sasuke memasuki kamar Sakura, wanita itu sudah tertidur pulas.
Hara melakukan tugasnya dengan baik, ia menyuruh putranya itu untuk memberikan obat tidur pada Sakura agar dirinya bisa menemui wanita itu tanpa sepengetahuan Sakura, jujur Sasuke belum berani menemui Sakura secara langsung.
"Maaf," ucap Sasuke, ia mencium kening Sakura pelan lalu memeluknya erat, ia tak ingin kehilangan untuk kedua kalinya.
"Kau tidak perlu minta maaf," ucap Sakura sembari membuka mata, ternyata ia mengetahui rencana Sasuke.
"Ka-kau belum tidur?" Sasuke terkejut bukan main.
"Aku tidak pernah tidur, Sasuke-kun, maukah kamu menerimaku kembali?" tanya Sakura hati-hati.
Bukannya menjawab, Sasuke beranjak dari tempat tidur lalu keluar dari ruangan itu, meninggalkan Sakura yang tertunduk lemas.
__ADS_1
Sebenarnya sudah ada lima orang yang melamarnya dari Suna, tapi Sakura masih berharap kepada Sasuke. Bahkan Gaara akan menikahi Sakura bila Sasuke tak mau menerima adiknya kembali.
"Ya, aku harus hidup bersama orang lain, sudah saatnya aku menjauh dari Uchiha."
...🌸...
Diruang rahasia, Hara memantau komputer seperti biasa, ia mendapat laporan jika Mitsuki menyukai adiknya dari kecil. Hara sedang menyelidiki cowok itu.
Dari tampang serta prestasi, Mitsuki bisa dibilang sempurna, dia mendapatkan peringkat kedua setelah dirinya.
"Meskipun begitu, aku tidak akan menyerahkan Sarada begitu mudah padanya," batin Hara.
Pintu ruangan terbuka, menampilkan Sasuke dengan wajah frustasinya.
"Aku sudah membunuh Karin dan Suigetsu," ujar Sasuke duduk disebelah putranya.
"Kalau begitu, papa tinggal kembali pada mama," jawab Hara enteng.
"Papa tidak bisa, papa sudah membuat kesalahan besar, Hara," balas Sasuke.
"Berarti papa harus siap kehilangan mama," ucap Hara membuat Sasuke menajamkan pandangannya.
"Apa maksudmu?"
Hara mengetik sesuatu di komputernya dan ya! Banyak lamaran yang ia terima dari berbagai bangsawan disuna. Rahang Sasuke mengeras.
"Dan juga, Indra tidak hanya mengincar mama, tapi juga mengincar Sarada, pa, kalau kita tidak bertindak secepatnya mereka bisa dalam bahaya."
"Indra brengsek! Apa tidak ada gadis atau wanita lain selain istri dan putriku?!" marah Sasuke.
__ADS_1
Hara berdehem, "Mantan istri." mendapat koreksi itu hati Sasuke tersentil.