After 17

After 17
18


__ADS_3

Naruto menatap kotak hitam yang ia dapat dari kurir tadi pagi.


"Milik siapa ini?" tanya Naruto pada Hinata yang tengah menyisir rambutnya.


"Itu milik Sakura, dia memesan jam itu untuk hadiah tuan Sasuke," jawab Hinata tanpa menoleh.


"Begitu rupanya," ucap Naruto menyunting senyumnya lalu pergi kekediaman Uchiha tanpa memberikan barang kepada Sakura terlebih dahulu.


Setelah kepergian Naruto, Sakura datang untuk menanyakan tentang paketnya.


"Hinata, paket ku kenapa belum datang ya?" tanya Sakura heran, ia hendak membungkus kado itu dengan kertas kado yang sudah ia siapkan.


"Hmm, tadi Naruto-kun membawanya," jawab Hinata menunjuk pintu keluar.


"Ha? Gawat jika dia memberikan pada Sasuke-kun, aku belum bungkus kado itu!!!" teriak Sakura histeris.


Bayangan ekspresi saat Sasuke menerima kado darinya tercetak jelas dipikirannya.


"Hinata, telfon si pirang itu, suruh dia kembali!"


...🌸...


Sasuke tengah duduk di atap sembari menatap jam tangan yang diberikan Naruto padanya tadi, teman nya itu bilang jika benda itu adalah hadiah dari Sakura. Sasuke langsung memakai jam itu dan ya, sangat cocok.


Sasuke mengambil handphone nya lalu menekan nomor Sakura.


Telfon tersambung.


"Halo? Atas nama istri saya?" tanya Sasuke berniat menggoda Sakura.


Tanpa Sasuke sadari, wajah Sakura sudah semerah tomat sekarang, "Ha-halo," jawabnya.


"Hadiah yang bagus," puji Sasuke yang masih menatap jam hitam itu.


"Jadi kau sudah menerima nya?" selidik Sakura.


"Ya, Naruto yang memberikannya, aku sedikit kecewa karna bukan kau yang memberikan padaku," ucap Sasuke lagi.


"Bagaimana aku bisa memberikannya padamu jika si pirang itu sudah memberikannya padamu duluan?!" balas Sakura kesal, ia akan memukul Naruto jika lelaki rubah itu kembali.

__ADS_1


"Pfft, Aku suka hadiahmu, terima kasih, tapi aku juga berharap kau memberiku kejutan lain." Sasuke menyandarkan tubuhnya kebadan kursi.


"Tidak, kau sudah melanggar kesepakatan kita jadi aku tidak mau menyerahkan dirimu begitu saja," tolak Sakura yang sudah tau maksud suaminya itu.


"Rasanya aku ingin memakan mu sekarang juga," ucap Sasuke yang sudah mulai gemas.


"Cobalah kalau kau bisa,ck, kenapa kau tidak melakukannya dengan Nyonya saja," saran Sakura asal.


"Untuk apa aku melakukan hubungan itu kepada wanita yang tidak bisa memberikanku seorang anak?" tanya Sasuke malas membahasnya, ia tidak sadar Karin mendengar semua itu, wanita yang awalnya akan mengantarkan minuman terhenti dan memilih bersembunyi dibalik pintu.


"Hei, kamu tidak bisa seperti itu, dia juga istrimu!"


"Baiklah-baiklah, jangan memarahi ku seperti itu," balas Sasuke sambil tertawa.


"Bagaimana aku tidak marah, itu sama saja kau tidak menghargai wanita tau!" amuk Sakura.


Sasuke tersenyum, setelah berbincang kecil Sasuke pun menutup telfonnya  ia beranjak dan berjalan masuk kedalam sedangkan Karin sudah melangkah pergi sebelum Sasuke menyadari kehadirannya.


...🌸...


Satu minggu kemudian Sasuke kembali ke toko komik untuk mengambil pesananya, dan ya, komik itu lumayan tebal.


"Ck, Mau kau apakan komik itu?" tanya Naruto penasaran.


"Hei, aku dengar perusahaan Haruno mengalami kerugian?" tanya Naruto memastikan.


"Ya, 80% kerugian yang dia alami, aku tidak terkejut karna orang seperti Kakashi memang hanya tau harta dan kedudukan," ucap Sasuke sembari membaca komik itu. Lumayan bagus juga.


Naruto tersenyum, ia tetap fokus kejalan sembari mengobrol dengan bos nya.


"Kita ke Share house?" tanya Naruto lagi, mereka berempat sudah sepakat untuk menamakan rumah itu ' Share house' .


"Hm ya, oiya Naruto, tunda semua kegiatan ku selama dua minggu kedepan," perintah Sasuke tiba-tiba tanpa memalingkan pandangannya.


"Mau kemana kau? Aku bawahanmu tapi mirip seperti bos besar,"keluh Naruto.


"Tentu saja untuk berlibur bersama Sakura, Itu sebagai latihan, setelah ayahmu tidak lagi menjadi pemimpin, kau akan mulai mengelola perusahaan clan mu."


"Sudah-sudah, aku tidak mau mendengar ocehan mu, tapi aku minta gaji dua kali lipat dari biasanya."

__ADS_1


"Dasar pemeras!"


...🌸...


Sesampainya di share house, Sasuke masuk kedalam, diruang tamu sudah ada Hinata dan Sakura yang tengah meminum teh bersama.


Sasuke memeluk Sakura dari belakang sehingga gadis itu terkejut.


"Hinata, hari ini jadwal kita kerumah sakit, ayo," ajak Naruto, Hinata mengangguk lalu meninggalkan dua orang itu setelah berpamitan tentunya.


Sepeninggalan Naruto dan Hinata, Sasuke langsung mencium bibir Istrinya.


"Le-lepaskan," ucap Sakura terengah-engah.


"Sstt, aku terlalu bahagia," ucap Sasuke menutup bibir Sakura dengan jari telunjuknya.


"Kenapa?"


"Karna akhirnya aku bisa mengajakmu berlibur," ucap Sasuke duduk di samping Sakura.


"Berlibur?"


"Hm, negara mana yang ingin kau kunjungi?" tanya Sasuke sambil duduk disebelah wanitanya.


"Aku tidak menginginkan itu, Aku ingin pergi ke desa tempat aku dilahirkan, tidak terlalu jauh dari Konoha," ucap Sakura.


"Kalau begitu baiklah, bersiaplah, kita akan pergi besok."


"Secepat itu?"


Sasuke mengangguk, "Dan juga persiapkan dirimu, karna aku tidak akan membiarkanmu lolos begitu saja."


Mendengar hal itu wajah Sakura memerah seketika, untuk menutupi itu ia langsung berlari menuju kamarnya meninggalkan Sasuke yang hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku istrinya.


Sebuah pesan masuk.


Sasuke, pulang sekarang, Karin jatuh sakit.


Sasuke meremas handphone nya setelah melihat pesan dari Mikoto, baru saja Sasuke keluar dari belenggu drama keluarga nya sekarang dia harus kembali? No! Hari ini waktu dia bersama dengan Sakura, bukan Karin.

__ADS_1


Sasuke memilih mematikan handphone nya lalu menyusul Sakura.


"Sekarang hanya Sakura tujuan ku, bukan Karin," batin Sasuke, jika bukan karna Karin mengetahui rahasia Madara tentu lelaki itu akan langsung menceraikannya begitu mengetahui jika Karin tak bisa hamil.


__ADS_2