After 17

After 17
20


__ADS_3

Sasuke dan Sakura sudah masuk kedalam pemandian, disana sangatlah ramai, sesekali Sakura menyapa pengunjung lainnya.


"Wah nona Sakura semakin cantik saja," puji Tenten, salah satu teman Sakura.


"Biasa saja, kamu juga tambah cantik, bagaimana? Kau jadi dengan si mangkuk itu?" tanya Sakura sembari tertawa kecil, yang dia maksud adalah Lee.


"Ayolah, aku menikah dengan orang itu, big no!" elak Tenten.


Sakura kembali tertawa, Tenten melihat kearah Sasuke dengan tatapan terpukau. "Uchiha Sasuke, kyaa! Sangat tampan! Jadikan aku istri keduamu," goda Tenten. Sakura dibuat cemburu oleh Tenten.


"Sakura, teman mu ini sama idiotnya dengan Naruto," ucap Sasuke tajam.


"Aaa dihina oleh tuan Uchiha memang beda." Sakura menggelengkan kepala pelan.


Sasuke menarik Sakura agar lebih dekat dengan dirinya, mereka akhirnya masuk keruang ganti meninggalkan Tenten yang masih belum percaya, uchiha itu menyentuh temannya.


"Apa kau harus memakai handuk itu?" tanya Sasuke setelah Sakura melilitkan handuknya.


"Ya, tenang saja tidak akan ada yang melihat diriku karna ya...aku datar," kekeh Sakura sembari keluar dari ruang ganti.


Karna merasa risih, Sasuke memakaikan kemeja nya agar menutupi bagian Sakura yang terlihat.


Begitu masuk kedalam air pun, Sasuke memilih tempat yang sepi yaitu di pojok pemandian, hanya ada kakak adik yang tengah berceloteh sambil memukul pelan satu sama lain.


"Yaampun Sasuke-kun, aku tidak menyangka kau seperti ini," heran Sakura lalu bersandar disalah satu batu pembatas.


"Aku tidak menyukai mereka yang melihat dirimu seperti itu, jika saja ini wilayahku, sudah aku rubah pemandian ini jadi lautan darah,"


"Berhenti membunuh Sasuke-kun!" peringat Sakura.

__ADS_1


"Maka mintalah mereka untuk tidak melihatmu!"


"Kita kembali kepenginapan saja, aku tidak suka bentakan mu itu," ucap Sakura pelan lalu keluar dari pemandian, diikuti Sasuke yang merasa bersalah.


"Sialan!" batin Sasuke, ia seharusnya tidak se—posesif ini sehingga Sakura tidak nyaman berada di dekatnya.


...🌸...


Mikoto masuk kedalam kamar menantunya dengan nampan berisi obat dan air putih.


"Karin, setidaknya minum obat agar kau membaik," bujuk Mikoto, pasalnya karin dari kemarin tidak meminum obatnya.


"Hanya Sasuke-kun obatku, aku ingin dia kembali,"


"Karin sayang, kau harus bertahan tidak lebih dari satu tahun juga, kita harus mendekatkan mereka agar Sakura cepat memberikan keturunan pada Sasuke," ucap Mikoto yang merubah pikirannya, semakin dia menjauhkan Sasuke dari Sakura, semakin lama pula hubungan mereka berlanjut.


"Ibu, aku mohon, suruh Sasuke-kun pulang, aku merindukannya," pinta Karin yang terus merengek seperti anak kecil.


"Dia sudah membuangku! Hiks," isaknya.


"Tidak Karin, Sasuke masih menyukaimu, jika dia tidak menyukaimu tentu kalian sudah bercerai sekarang," ucap Mikoto, padahal Sasuke sudah berulang kali mengajukan surat perceraian tapi Madara tidak pernah menerimanya.


"Ibu akan membuatkan sarapan untukmu, istirahatlah," ucap Mikoto lalu pergi setelah Karin tidak menjawab ucapannya.


...🌸...


"Aku tidak mengerti, bagaimana cara agar wanita tidak marah lagi," ucap Sasuke pada Naruto melalui handphone salah satu pengunjung yang ia pinjam.


"Ck, minta maaf dan ajak dia ketempat romantis!" jawab Naruto gemas.

__ADS_1


"Tempat romantis?"


"Iya bodoh! Aku dengar akan ada pesta kembang api disana besok, ajak dia jangan sampai mengulangi kesalahan yang sama atau kau tau akibatnya," peringat Naruto lalu menutup telfonnya.


Setelah itu Sasuke mengembalikan handphone pada pemiliknya serta uang jutaan rupiah sebagai ucapan terima kasih.


Sesuai dugaannya Sakura masih kesal padanya, lihat saja sekarang wanita itu memunggungi nya.


"Maafkan aku," ucap Sasuke duduk disamping ranjang.


Sakura tidak menjawab, wanita itu malah menarik selimut lalu tidur, Sasuke dibuat frustasi oleh istrinya itu, baru beberapa menit saja ia tidak berbicara dengan Sakura sudah membuatnya uring-uringan.


"Ayolah sayang, aku akan memberikanmu apapun, gulali? Sepatu? Tas? Baju? Atau penginapan ini akan aku beli tapi tolong maafakan aku," ucap Sasuke memelas tapi Sakura tidak menggubrisnya.


Wanita itu diam-diam tersenyum mendengar suaminya tampak tak berdaya.


"Buatkan aku seribu candi dalam satu malam, maka aku akan memaafkanmu," ucap Sakura dengan mata tertutup.


Sasuke yang awalnya menatap keluar jendela langsung memfokuskan pandangannya pada Sakura, "Kisahku ini bukan kisah Roro Jonggrang," protesnya.


"Bilang saja kau tidak bisa menyanggupinya," olok Sakura


"Tentu saja, aku tidak memiliki pasukan iblis," balas Sasuke


"Kalau begitu aku mau kamu makan gulali 5 gulungan dengan ku," ucap Sakura mengubah pikirannya, wajah Sasuke langsung pucat, karna dia tidak bisa memakan makanan manis.


"Kok bisa aku punya istri yang bisa membunuhku nanti," batin Sasuke.


"Ayo jawab."

__ADS_1


"Aku menyanggupi tantanganmu."


__ADS_2