After 17

After 17
35


__ADS_3

Pagi harinya Hara sudah mencium bau gosong dari arah dapur, ia bergegas menuruni tangga untuk melihat keadaan.


Ya, Hara menepuk jidatnya saat melihat Sarada mondar-mandir mengambil bahan tanpa memperhatikan kompor yang tengah menyala. Hara langsung mengambil langkah dan mematikannya, Astaga gadis ini tengah menggoreng ikan, kecap serta bahan lainnya banyak yang tumpah kelantai.


"Maafkan aku," ucapnya setelah menyadari kekacauan yang terjadi.


"Kau tak bisa memasak? Lihat, dapur ini sudah seperti kapal pecah!" bentak Hara, hal itu membuat nyali Sarada menciut.


"Aku bisa masak kok, aku masih bingung letak barang-barangnya," balas Sarada menatap manik mata peridot Hara.


Cowok itu mengerutkan kedua alisnya, baru pertama kali ini ada yang berani menatap wajahnya.


"Bersihkan semuanya, setelah itu aku akan mengantarmu ke mini market untuk membeli bahan makanan," titah Hara, Sarada langsung mengerjakannya.


Cowok itu melangkah menuju mobilnya, sebelum memasuki mobil ia menelfon Karin bahwa dia akan datang ke kediaman Uchiha pagi ini.


Sarada datang setelah Hara selesai menelfon, tiba-tiba Himawari mendatangi Hara sambil menunjukkan hasil gambarnya.


"Kakak Hara, lihat aku mendapat nilai 80," lapor Himawari menunjukkan sebuah gambar bunga matahari serta ada gambar keluarga Uzumaki.


Hara tersenyum manis pada Himawari lalu menyamakan tinggi mereka, "Sangat bagus, jika terus diasah kemampuanmu pasti kau akan seperti Inojin." Tangan Hara terulur mengelus puncak kepala Himawari.


"Kakak Hara memang terbaik tidak seperti Kak Boruto yang selalu mengejekku," kesal Himawari.

__ADS_1


Hara mengelus puncak kepala Himawari lagi sambil terkekeh pelan, ia menyuruh anak kecil itu kembali ke dalam Share house, dari dulu Hara selalu menginginkan seorang adik tapi kata Sasuke, Uchiha hanya boleh memiliki satu anak saja. Jika memang begitu kenapa papanya memiliki kakak? Ntahlah.


Sarada terpaku melihat kelembutan cowok itu, sepertinya rasa takut terhadap Hara sedikit berkurang.


"Apa yang kamu liat, masuk!" Ya, cowok itu kembali pada sifat aslinya.


Hara mengantar Sarada sampai mini market dan setelah itu meninggalkannya usai memberikan ongkos pulang, Sarada segera membeli bahan makanan dan segera kembali ke Share house.


Bruk.


Saat Sarada hendak mengecek bahan apa yang belum ia beri, ia menabrak seseorang, Sarada mendongakkan kepala, ia mendapati seorang lelaki gagah dengan wajah galak serta ada lambang kipas berwarna merah putih kecil di lengan blazernya sama seperti kalung milik Sakura yang ia bawa kemari.


"Hati-hati, kau bisa terluka," peringat pria itu lalu pergi sebelum Sarada sempat mengucap terima kasih.


Sarada menatap punggung orang itu sampai ia menghilang dipersimpangan jalan.


Hara memarkirkan mobilnya bersamaan dengan Sasuke, ia mengenali warna serta ciri khas mobil papanya.


"Papa," panggil Hara.


"Masuk, aku yakin Karin sudah menunggumu," titah Sasuke, Hara mengangguk.


Sebuah mobil putih berlambang Haruno memasuki kediaman Uchiha, dia adalah Hatake Kakashi yang perusahaannya diambang kehancuran.

__ADS_1


"Tuan Sasuke, tuan saya mohon berikan Sakura padaku, aku akan mengembalikan uang yang waktu itu kau kasih," ucap Kakashi mengatupkan kedua tangan. Hara yang mau memasuki rumah, berhenti ketika mendengar permohonan itu.


"Sakura? Siapa dia?" tanya Hara pada diri sendiri.


"Kakashi, aku sudah tidak bersama dengan Sakura lagi, pergilah," usir Sasuke.


"Bagaimana mungkin?! Kalian sudah mempunyai anak bukan?"


"Dia seorang penghianat, Kakashi, pergilah!" usirnya lagi, ia lalu memerintahkan bodyguardnya untuk mengusir Kakashi.


Hara semakin bingung, apa yang terjadi dengan kedua marga itu, apa yang dimaksud dengan seorang anak? Bukankah hanya Karin istri Sasuke. Karna tak mau pusing akhirnya Hara masuk kedalam rumah.


"Mama," sapa Hara sembari memeluk Karin.


Karin membalas hangat, "Ayo makan, mama sudah memasakkan makanan kesukaanmu, sup tomat."


Hara dengan semangat duduk dikursi yang sudah disiapkan oleh Karin.


"Ma, Hara mau tanya, siapa Sakura? Kenapa papa terlihat sangat marah kalau mendengar nama itu," tanya Hara, Karin tak tau apa yang harus ia katakan, ia tak mau kehilangan Hara jika dirinya memberitau kebenarannya bahwa Sakura ibu kandungnya.


"Aa, dia seorang pembantu rajin disini," ucap Karin memulai ceritanya.


"Kata paman Kakashi tadi, papa dan Sakura memiliki anak? Bukankah hanya mama istri papa?"

__ADS_1


"Begini Hara, dulu sebelum kamu lahir, Sakura memiliki seorang anak yang manis nah papa Sasuke dulu menginginkan anak tapi mama belum bisa memberikannya jadi, anak itu sudah dianggap seperti anak papamu," jelas Karin memulai dongengnya.


Hara hanya mengangguk lalu mulai memakan supnya, Karin meminta maaf pada dirinya sendiri karna ia sudah berbohong pada Hara.


__ADS_2