
Ada yang aneh dengan Sakura, menurut Sasuke, istrinya itu tampak menjaga jarak dengannya, saat ia ingin melakukan hubungan 'itu' Sakura selalu beralasan yang tak masuk diakal.
"Apa yang terjadi, aku ingin melakukan hal itu lagi, tidak ada cara lain," ucap Sasuke lalu memasukkan obat tidur didalam minuman istrinya.
Tak lama kemudian Sakura masuk kedalam kamar setelah berbincang sejenak dengan para pelayan.
"Kau tidak kerja hari ini?" tanya Sakura lalu mengambil air putih yang ada dinakas dan meminumnya.
Sasuke menggeleng, "Naruto sudah menangani semuanya."
"Jangan terlalu membebani tuan Naruto, dia juga butuh waktu dengan Hinata," saran Sakura usai meletakkan air putih kembali ketempatnya.
Tiba-tiba Sakura merasakan kantuk, matanya perlahan terpejam dan, bruk. Wanita itu jatuh terlentang diatas tempat tidur.
"Begitu juga aku, aku memerlukan waktu bersama mu juga, Sakura," ucap Sasuke lalu mulai melakukan kegiatan panas itu.
...🌸...
Malam harinya Sasuke maupun Sakura sudah siap dengan kimono mereka masing-masing, untung saja Sakura tidak sadar akan kejadian tadi siang.
"Ayo berangkat," ajak Sasuke lalu menggandeng tangan Sakura, wanita itu tersenyum sangat manis, menurut Sasuke, istrinya itu lebih cantik dari biasanya.
Mereka mengendarai mobil menuju alun-alun kota, tempat para pasangan menonton petasan yang diluncurkan menyambut pergantian tahun.
Sesampainya disana, Sasuke memilih tempat yang sepi diujung pepohonan, "Disini aman."
"Memangnya kenapa?"
"Karna tidak akan ada yang mengganggu kebersamaanku denganmu," ucap Sasuke tersenyum, ia tidak melepaskan genggaman tangannya.
__ADS_1
Sakura tersenyum masam, "Memangnya siapa yang berani mengusik tuan muda Sasuke huh?"
"Lebih baik mereka menjauh daripada harus kehilangan nyawa," lanjut Sakura yang terdengar mengejek.
Sasuke hanya tertawa mendengar perkataan Sakura, tanpa Sasuke sadari bahwa ini adalah malam terakhir mereka bersama.
Jam sudah menunjukkan 00.00 petasan bersaut-sautan menghiasi langit bak danau yang dipenuhi bunga teratai.
"Sakura, aku harap kita bisa terus bersama," ucap Sasuke.
Sakura menggeleng, "Kita tidak bisa bersama Sasuke-kun."
"Apa maksudmu?" tanya Sasuke tak mengerti.
"Mari kita berpisah,"jawab Sakura yang membuat Sasuke terkejut.
"Tapi kenapa? Apa aku melakukan kesalahan?" tanya Sasuke beruntun.
Pandangan Sasuke seketika menjadi abstrak, ia melepaskan genggaman tangannya, "Cih, ternyata semua ucapan mu itu bohong Sakura! Kita kembali, bereskan barang-barangmu dan pergi dari kediaman Uchiha."
...🌸...
Beberapa tahun kemudian seorang anak kecil tengah terpojok dengan memeluk boneka dinosaurus berwarna hijau, didepannya sudah ada anjing yang siap menerkam.
Saat anjing itu hendak menerkam anak kecil tersebut, seseorang memukul hewan itu dengan sebuah tongkat tapi pipi kanannya terkena cakaran anjing dan membentuk tiga luka, darah mulai menetes.
"Maafkan aku," ucap anak kecil itu lalu menghampiri orang yang sudah menolongnya.
"Lain kali hati-hati, namaku Hara," ucap orang yang ternyata bernama Hara itu.
__ADS_1
"Kakak Hara, kita harus kerumah sakit, luka mu perlu diobati," ucap bocah cilik yang masih berumur 4 tahun.
Belum sampai Hara menjawab seorang lelaki berambut merah mendatanginya.
"Sarada! Bocah nakal, kembali kerumah, mama Sakura dalam bahaya," ucap lelaki itu.
"Papa Gaara, maafkan aku, aku hanya ingin mencari hadiah untuk mama, apa paman Indra menyakiti mama lagi?" tanya Sarada.
"Aku akan menjelaskannya nanti, ayo kita harus bergegas."
Mereka pun meninggalkan Hara yang masih terpaku pada bocah manis itu.
"Tuan Hara, anda tidak bisa kabur lagi, latihan dari tuan Uchiha belum selesai," ucap bodyguard itu, kebetulan Sasuke sedang ada di Suna untuk mengajari taktik pembunuh handal.
"Apa aku tidak boleh istirahat? Lihat aku terluka!"
"Baik tuan, kita kerumah sakit dulu dan kembali ke tempat latihan."
...🌸...
Sasuke memandang galak putra satu-satunya itu, sejak Sakura pergi Sasuke melatih Hara dengan ketat dan juga tanpa hati, ia melakukan itu kala bayangan Sakura kembali menghantuinya.
"Kau tau kesalahanmu?" tanya Sasuke dingin.
"Ya, aku pergi tanpa meminta izin," jawab Hara tertunduk.
"Angkat wajahmu, tatap aku! Uchiha tidak pernah takut memandang lawan bicaranya."
"Papa, Hara capek, Hara ingin istirahat, Hara juga ingin bermain seperti anak umur 5 tahun pada umumnya," ucap Hara.
__ADS_1
Sasuke menggebrak meja, "Kau itu Uchiha, kau beda dari anak-anak lemah itu! Cepat ganti pakaianmu, kita kembali latihan."