
Hal yang ku mengerti setelah berumur 17 tahun adalah punya pacar, ciuman dan bermesraan. Tapi hal itu sudah tidak ada lagi dalam pikiranku, satu hal yang aku ingin kan yaitu bebas.
Tetapi kenapa tiba-tiba aku memikirkan kata-kata itu?
"Sakura, aku menyukaimu," ucap seseorang lembut sambil mencium bibirku.
"Astaga!" pekik Sakura setelah tersadar dari lamunanya, ia tak habis pikir bisa memikirkan adegan itu.
"Kenapa aku bodoh sekali sih, masa iya seorang uchiha Sasuke suka denganku, heh, mimpi!" cibir Sakura lagi lalu beranjak dari tempat tidur untuk mencari keberadaan sang pemilik rumah.
"Hinata," panggil Sakura saat melihat gadis bersurai indigo tengah berkutat dengan alat masaknya.
"Aa, Sakura, kemarilah cicipi kue yang aku buat." Sakura mendekat, ia menatap kue dengan bentuk serigala serta kelinci imut, ntah kenapa ia malah teringat Sasuke, pria yang sama sekali tidak mempercayai dirinya.
"Bagaimana?" tanya Hinata berbinar.
"Enak, manis dan renyah," puji Sakura, Hinata tersenyum lalu menepuk tangannya dua kali tanda senang.
"Kamu tidak sekolah Hinata?" tanya Sakura.
"Kamu kan masih ada dirumahku, nanti kalo tuan Uchiha datang lalu nyakitin kamu gimana?"
Sakura hanya mengulas senyum, Hinata memang gadis baik hati dan periang, ia selalu berharap kelak Hinata akan mendapatkan kebahagiaan yang layak.
"Aku dengar Ino masuk rumah sakit dan Sai juga," ucap Hinata sembari memasukkan kue kering kedalam toples.
"Sai dari kelas seni bukan?"
__ADS_1
"Ya, luka yang dialami Ino sangat parah, aku tidak mengerti siapa yang tega berbuat seperti itu."
"Kalau begitu kita jenguk dia nanti, bagaimana?" usul Sakura yang diangguki oleh Hinata.
Ketika sedang asik bercanda, suara ketukan pintu membuat dua orang sahabat itu menghentikan obrolan mereka, Hinata membuka pintu. Sontak ia terkejut seorang pria berambut pirang membungkam mulutnya rapat.
Dari belakang pria itu muncul sosok yang Sakura takuti selama ini, ya, Uchiha Sasuke kini berdiri tepat dihadapannya.
"Ka-kau," ucap Sakura gemetar, alat masak Hinata sudah berserakan dilantai, karna gemetar gadis itu tidak bisa mengambil senjata dengan benar.
"Kau tidak bisa kabur dariku, Sakura," ucap Sasuke lalu mencium gadisnya ganas, Naruto yang melihat itu langsung memutar badan. Jomblo harap bersabar.
"Lepaskan!" Sakura mendorong Sasuke sekuat mungkin, lelaki itu memundurkan badannya, ia tersenyum senang melihat Sakura terengah-engah serta wajah yang mulai memerah.
"Ayolah kalian berdua, tidak bisa cepat sedikit? Lihat gadis berambut indigo ini mulai menggigit jariku!" teriak Naruto.
"Sakura! Lepasin Sakura!" teriak Hinata saat Sakura sudah masuk kedalam mobil bersama Sasuke.
"Sst gadis manis, bagaimana jika giliran kita yang bersenang-senang." kedua mata Hinata membulat, Naruto menyesap lehernya sehingga menimbulkan bercak merah.
"Dasar bajingan!"
...🌸...
Sasuke menidurkan Sakura perlahan di kasurnya dan tak lupa mengikat kedua tangan gadis itu dikepala ranjang dengan kemejanya, ia sengaja mengunci pintu agar tidak ada yang masuk tiba-tiba.
Selagi menunggu Sakura bangun, Sasuke memilih membersihkan diri sebelum melancarkan aksinya.
__ADS_1
"Aku tidak bisa menunggu hingga hari kelulusan mu tiba," gumam Sasuke sembari memasuki kamar mandi.
Lelaki itu mengidupkan shower, membiarkan air membasahi dirinya.
"Aku tidak pernah menyangkal bahwa aku menyukai Sakura tapi, apakah gadis itu juga menyukai ku?"
Pertanyaan itu membuat kepala Sasuke seakan-akan meledak. Ia menyibakkan rambut kebelakang.
"Aku tidak yakin dia menyukai ku, seorang pembunuh, hah! Seharusnya aku tidak membiarkan perasaan ini tumbuh, sialan!" umpat Sasuke yang masih bergelud dengan perasaannya.
...🌸...
Pelahan Sakura membuka matanya, matanya bergulir menatap seluruh penjuru ruangan, ia sudah berada dikamarnya sendiri.
"Ish," rintih Sakura pelan, ikatan yang dibuat Sasuke membuat pergelangan kanannya terluka.
Sakura tetap berusaha melepaskan ikatan itu tapi hasilnya nihil. Seorang lelaki keluar dari kamar mandi dengan mengenakan Bathrobe.
Ia melirik Sakura lalu menghapirinya dan menindih tubuh gadis itu sehingga Sakura bingung serta was-was.
"Aku tidak bisa menunggu lagi." Sasuke mengambil pisau yang ada di atas nakas lalu ia menyobek semua pakaian Sakura.
"Berhenti! Aku mohon." Sakura berteriak begitu tau apa yang akan dilakukan suaminya.
Sasuke langsung menuju inti kegiatan, yaitu penyatuan antara dirinya dan Sakura.
"Akh! Sakit, sakit, tarik itu keluar!" air mata Sakura meleleh, suara rintihan terus terdengar bersamaan dengan gerakan Sasuke yang semakin cepat.
__ADS_1
"Sakura, i want to love you,"bisik Sasuke sebelum mencapai puncaknya, ia sudah tidak peduli dengan rasa sakit yang dirasakan gadisnya. Ups, wanita.