
Hari ini adalah hari pernikahan Itachi dan Izumi, juga Obito dan Rin.
Sakura sudah siap dengan gaun berwarna hitamnya, dengan make up tipis sudah mampu memancarkan kecantikannya.
"Cantik," puji Sasuke sembari bangkit dari sofa.
Sakura hanya tersenyum, senang rasanya dipuji oleh Sasuke.
"Sakura, apa kau sudah siap?" tanya Hinata, wanita itu juga ikut untuk mendampingi Naruto.
"Ya, aku sudah siap," jawabnya.
Naruto tampak memberi isyarat pada Sasuke, lelaki itu melepas kalung hitam dengan lambang Uchiha ditengah-tengah. Lambang kepemilikan. Naruto juga memakaikan barang marga nya pada Hinata.
"Apa ini?" tanya Sakura saat Sasuke memasangkan kalungnya.
"Kepemilikan," jawab Sasuke cepat.
Kedua pipi Sakura memanas, setelah memeriksa semua perlengkapan, akhirnya mereka berangkat.
"Hei gulali, aku yakin kau tidak bisa minum nanti," ejek Naruto yang langsung mendapatkan tatapan sangar dari Sasuke, tapi hal itu tidak membuat si pirang takut.
"Aku memang tidak bisa minum, lagipula untuk apa."
"Ck, bagaimana kalau kita bertaruh, jika kau bisa menghabiskan satu botol anggur aku akan menuruti kemauanmu," tantang Naruto.
"Tidak! Kau belum pernah minum sebelumnya, jangan ladeni orang gila itu," peringat Sasuke, Sakura ingin menerima tantangan itu akan tetapi Sasuke mengeratkan genggamannya petanda ia harus patuh.
"Kita sudah sampai, kalian jangan bertengkar lagi," saran Hinata.
"Baiklah," jawab Naruto lalu mengecup pipi Hinata.
Sakura memandang takjub gedung berwarna biru serta ada campuran warna lainnya, tamu-tamu yang hadir juga berasal dari golongan darah biru.
Sesampainya diruangan utama Sasuke tidak melepaskan genggamannya karna ditempat keramaian seperti ini bahaya akan selalu mengincar istrinya mengingat Sakura adalah istri kedua.
__ADS_1
"Jangan jauh-jauh dariku," peringat Sasuke.
Sekali lagi Sakura mengangguki peringatan suaminya, tiba-tiba Karin datang dengan anggun serta senyum menawan.
"Sasuke-kun..." panggil Karin manja.
"Ada apa?" tanya Sasuke malas.
"Apa kau lupa? Kau berjanji akan berdansa denganku," ucap Karin.
Sasuke mengangguk setelah mengingat janjinya pada Karin, ia memberikan amanah kepada Hinata serta Naruto untuk menjaga Sakura setelah itu ia pergi berdansa dengan Karin.
"Kau belum memberikan jawaban dari tantanganku tadi," ucap Naruto yang mendapat pukulan pelan dari Hinata.
"Apapun yang aku mau?" tanya Sakura memastikan.
"Tentu."
Sakura berpikir sejenak lalu menyanggupi, mereka bertiga duduk berdampingan disalah satu kursi yang berisi minuman anggur. Tanpa mereka sadari Suigetsu duduk disamping kiri Sakura, ia ingin membuat si Uchiha itu cemburu.
"Ssstt... Hanya satu gelas, itu tidak akan berdampak apapun," ucap Naruto menenangkan.
"Benarkah?"
"Hm..."
Sakura melihat gelas kaca yang sudah diisi anggur , ia langsung meminumnya, dengan cepat Suigetsu menyuntikkan cairan perangsang pada lengan Sakura sehingga gadis itu merasa gerah.
"Panas..." ucap Sakura pelan.
Ia ingin mengecup seseorang, dia melirik kanan kiri, hanya Suigetsu yang tertangkap oleh indra penglihatannya yang lain buram.
Sakura memegang pipi Suigetsu lalu mencium bibirnya, Naruto yang ada didekat wanita itu terkejut begitu juga dengan Hinata.
"Suigetsu!" teriak seseorang, Suigetsu menoleh mendapati Sasuke yang tangan sudah terkepal serta nafas tidak beraturan.
__ADS_1
Sasuke langsung memukul Suigetsu hingga babak belur, para tamu juga pengantin itu dibuat terkejut. Naruto melerai agar tidak terjadi aksi pembunuhan disini.
Lelaki itu menatap tajam kearah Naruto dan Hinata, ia lalu mengendong Sakura yang dalam kondisi tidak baik.
Mereka berdua kembali ke Share house, Sasuke langsung membawa Sakura ke kamar tak lupa ia melepas gaun dan sepatu wanita itu.
Belum sempat melepaskan sepatunya, Sakura sudah mencium Sasuke penuh nafsu.
"Panas...." ucapnya lagi.
Mau tak mau Sasuke meladeni istrinya walaupun ia sedang kesal sekarang.
...🌸...
Keesokan harinya Sasuke sudah berpakaian lengkap dengan pakaian kantornya.
"Sasuke-kun," panggil Sakura yang baru saja terbangun dari tidurnya.
Sasuke diam, tidak menjawab panggilan Sakura.
"Ada apa?" tanya Sakura yang menyadari sikap aneh Sasuke, ia tidak ingat apa yang terjadi kemarin.
"Kau mencium orang lain! Tidak sadarkah kamu akan hal itu?!" bentak Sasuke.
"Aku tidak ingat apa-apa."
"Aku tidak suka dilawan! Kamu tidak mendengarkan laranganku? Anggur itu berbahaya bagi orang sepertimu!"
"Tuan Naruto bilang, tidak akan terjadi apa-apa jika aku meminumnya dengan gelas kecil," ucap Sakura.
"Aku tidak perlu penjelasanmu!"
"Aku minta maaf," ucap Sakura berkaca-kaca, demi apapun ia tidak ingat apa yang terjadi setelah dirinya meminum anggur itu. Sakura tidak suka jika Sasuke sekasar ini padanya. Ia tau ini kesalahannya tapi tidak 100% murni perbuatannya.
"shut up *****," ucap Sasuke dengan kasarnya sebelum ia keluar dari kamar menuju perusahaannya. Ia meninggalkan Sakura yang tengah menangis.
__ADS_1
"Maaf, maaf, maaf, aku tidak bermaksud membuatmu benci padaku...."