
Pagi harinya kediaman Uchiha digegerkan dengan hilangnya Sakura, Itachi yang baru saja mendengar laporan itu langsung mengerahkan anak buahnya.
"Jangan beritau Sasuke," peringat Itachi.
Para bodyguard dan pembantu pun mengangguk, setelah itu Itachi meminta bantuan kepada si kembar Indra dan Ashura.
"Gadis kemarin itu?" tanya Indra memastikan.
Itachi mengangguk karna ia sangat pusing sekarang.
"Kau sudah melacak handphone nya?" tanya Ashura.
"Sudah, tapi tidak ada, aku yakin Sakura diculik dan handphone nya sudah dibakar," ucap Itachi.
"Kenapa kau tidak menghubungi Sasuke saja? Insting adikmu itu kuat," saran Ashura sambil memainkan handphonenya.
"Kau gila huh? Sasuke dan Karin tengah berlibur sekarang," tolak Itachi.
"Daripada dia tau sendiri? Itu bisa jadi bomerang untuk kita," ucap Indra santai.
"Tidak, kalo kita sampai mengganggu Sasuke sama Karin, ayah dam ibu akan membantaiku habis-habisan." Ucapan Itachi membuat si kembar itu diam ditempat.
Sedangkan didalam hutan, Sakura membuka mata perlahan. Saat gadis itu hendak duduk tubuhnya kembali tertarik kebelakang.
"Apa ini." Sakura menarik tangannya namun tak bisa, ikatan tali itu sangat kuat.
Air matanya mulai meleleh, "Siapapun tolong!" teriaknya sembari melempar pandangan keseluruh penjuru ruangan, gelap dan hanya ada penerangan lilin kecil disebelahnya.
"Hiks, tolong," rintih Sakura yang masih mencoba melepaskan diri, pergelangan tangannya mulai terluka.
Sekeras apapun Sakura berteriak tidak akan ada yang mendengar, gadis itu tidak tau siapa yang menyimpan dendam padanya.
...🌸...
__ADS_1
Tiga hari telah berlalu, Itachi melempar bukunya frustasi, pasalnya hari ini Sasuke pulang dan Sakura belum ditemukan.
"Kenapa kalian tidak becus!" teriak Itachi, ia mengambil pistol dan menarik pelatuknya, peluru itu mengenai kepala salah satu bodyguardnya.
"Maaf tu-tuan, hanya ada satu tempat yang belum kami selidiki," ucap bodyguard lainnya dengan terbata-bata.
"Lalu? Untuk apa memberi tau ku? Cepat cari!"
"Kami tidak berani masuk tuan, karna itu hutan labirin." Mendengar hal itu Itachi memutar bola mata malas, lelaki itu tau tidak sembarangan orang bisa masuk kedalam hutan itu, hutan yang penuh ilusi dan jalan bercabang.
"Pergi," usir Itachi, bodyguard yang nyawanya masih selamat langsung membawa temannya yang telah tiada keluar dari ruangan Itachi.
Itachi merebahkan diri dikursi kerjanya, ia takut jika Sasuke mengamuk nanti.
"Gadis sialan!"umpat Itachi kesal, "Jika kau ditemukan aku akan menghajarmu habis-habisan."
...🌸...
Sasuke menarik koper masuk kedalam rumah, ntah kenapa pria itu sangat merindukan gadisnya, Sasuke buru-buru menuju kamar Sakura.
"Pelayan!" teriak Sasuke, salah satu pelayan yang mendengar panggilan itu langsung menghadap.
"Ada apa tuan?" tanya pelayan itu.
"Dimana gadis ku?" tanya Sasuke balik.
Pelayan itu tidak menjawab, tampaknya dia sedang bingung mencari alasan.
"Dimana Sakura! Apa kau tuli!" teriaknya lagi.
Itachi yang mendengar suara teriakan adiknya langsung bergegas menuju sumber suara.
"Sakura hilang sejak beberapa hari lalu," ucap Itachi langsung.
__ADS_1
Seketika Sasuke memperlihatkan kilatan amarahnya, ia mengepalkan tangan dan meninju tembok hingga retak, Itachi sudah menduga hal ini.
"Kenapa dia bisa hilang!"
"Aku tidak tau, para bodyguard sudah mencarinya tapi tidak ada hasil, dan hanya ada satu tempat yang belum diperiksa yaitu Hutan Labirin," ucap Itachi.
Tanpa banyak basa-basi, Sasuke menuruni tangga dan menyalakan mesin mobilnya untuk mencari Sakura, pikiran buruk sudah mulai meracuni dirinya.
"Ibu, apa menurutmu Sasuke-kun mulai menyukai gadis itu," ucap Karin pelan dihadapan Mikoto.
"Tidak mungkin sayang, dia hanya mencintaimu, percayalah, dia menikahi Sakura hanya untuk mendapat keturunan, ayo sekarang kau harus beristirahat." Karin menganggukkan kepala lalu melangkahkan kaki menuju kamarnya.
...🌸...
Sasuke mematikan mesin mobilnya, lalu keluar dari mobil dan melangkahkan kaki menuju hutan itu dengan penerangan lampu senter.
Rumor tentang hutan ini memang benar, banyak jalan bercabang yang membuatnya bingung.
Tiba-tiba ia mendengar suara rintihan, Sasuke berjalan menuju sumber suara itu dengan tergesa-gesa, ia yakin Sakura sudah kelaparan sekarang, jangan sampai gadis itu binasa.
Ia sampai disebuah bangunan kecil dengan tumpukan jerami didepannya, Sasuke langsung masuk kedalamnya. Matanya membulat melihat wajah Sakura yang pucat dan luka yang ada dipergelangan tangannya. Lilin yang diletakkan dimeja telah mati meleleh.
"Tolong," rintihnya pelan nyaris tak bisa didengar.
Sasuke membuka ikatan tali itu dengan pisau lipatnya, begitu terlepas ia menggendong Sakura keluar dari hutan terkutuk itu. Begitu sampai dikediaman Uchiha, Sasuke langsung menelfon dokter pribadi keluarganya yaitu Orochimaru.
Sasuke tak habis pikir, bisa-bisa nya gadis itu ada disana.
"Sasuke-kun, apa kau baik-baik saja," tanya Karin khawatir, ia keluar kamar saat mendengar suara gebrakan keras.
"Ya, tapi Sakura sedang sekarat sekarang," jawab Sasuke, mata lelaki itu masih menunjukkan kilatan amarahnya.
"Jugo, cari pelakunya dan siksa dia tanpa ampun," titah Sasuke pada Jugo, lelaki itu mengangguk lalu pergi. Karin hanya mematung ditempat saat Sasuke masuk kedalam kamar Sakura. Pandangannya kembali sendu.
__ADS_1
"Cepatlah pergi, Haruno," batinya tanpa sadar.