
Mitsuki mendatangi kediaman Uchiha yang ada di Suna sekarang, ia sangat senang akhirnya dirinya memiliki keberanian untuk menemui Sasuke dan Sakura.
"Duduklah," perintah Sasuke.
"Terima kasih paman," jawab Mitsuki kikuk, ia baru menyadari Sasuke sangatlah tampan.
"Mitsuki ada apa kamu kemari?" tanya Sakura meletakkan minum diatas meja lalu duduk disebelah Sasuke.
"Saya kemari ingin..." Mitsuki menghentikan ucapannya ketika melihat Sarada ikut duduk di sebelah Sakura.
"Eh ada apa kau kemari? Biasanya kau sedang mengurus ular kan?" tanya Sarada heran.
Mitsuki mencoba menetralkan jantungnya yang berdegup kencang, "Saya kesini ingin meminta Sarada menjadi Istri saya."
Sasuke dan Sakura tidak terkejut, mereka sudah membaca Dairy Hara tentang Mitsuki.
"Aku akan mengizinkanmu tapi ada ujiannya," ujar Sasuke.
"Apapun saya siap!" Mitsuki mengira ujian yang Sasuke berikan akan sangat sulit seperti membunuh orang tapi ternyata tidak.
"Ujian ku kali ini tentang pengendalian nafsu, mulai hari ini Mitsuki kau tinggal disini, anggap saja ini sebagai latihan, kalian berdua akan tinggal satu kamar, satu ranjang—jadi Mitsuki selama 2 minggu kau bisa menahan nafsu, aku akan memberikanmu izin, karna aku ingin putriku tetap suci sampai hari pernikahannya," ucap Sasuke panjang lebar.
__ADS_1
Mitsuki meneguk saliva susah payah, ujian ini lebih horor daripada ujian masuk kerumah hantu.
"Bagaimana Mitsuki?" tanya Sakura, Sarada tersipu mendengar persyaratan papanya, sungguh gila.
"Saya siap!" jawab Mitsuki mantab.
...🌸...
Sore harinya, saat Sarada dan Mitsuki tengah keluar mencari makanan, Sasuke duduk diruang tamu sambil membaca buku ditemani secangkir teh.
Sakura datang dan melihat kesibukan suaminya berniat untuk menjahili pria itu. Sakura mendekati Sasuke lalu mencium leher pria itu, Sasuke yang terkejut sontak menarik bahu Sakura lalu menjatuhkannya ke sofa. Sasuke lalu mengunci pergerakan Sakura.
"Astaga..." ucap Sasuke, ia kira ada wanita lain yang masuk kedalam rumahnya," Maafkan aku," ucap Sasuke lalu menyuruh Sakura untuk duduk.
"Jangan mengulanginya lagi Sakura, untung saja tadi aku menjatuhkanmu di sofa, jika tidak kau akan mati ditanganku," kesal Sasuke, dirinya merasa diejek oleh istrinya sendiri.
"Baiklah-baiklah, aku minta maaf." Sasuke menjepit kedua pipi Sakura lalu menciumnya, sudah lama ia tak melakukan ini.
Ckek, pintu terbuka dan mereka berdua tak menyadari.
"Yaampun, papa!" teriak Sarada lalu membalik badan begitu juga dengan Mitsuki.
__ADS_1
Kedua pasutri itu langsung salah tingkah, tapi Sasuke berusaha tampil cool, "Kenapa kalian tidak mengetuk pintu?"
"Aku dan Mitsuki sudah mengetuk dari tadi tapi tak ada jawaban, aku langsung masuk saja, ini sangat berat," keluh Sarada kedua tangannya menenteng dua kantung plastik besar begitu juga dengan Mitsuki.
"Letakkan didapur, kita siapkan makan makan malam, Sarada."
...🌸...
Usai makan malam, Sarada dan Mitsuki kembali kekamar, cowok bermata ular itu membuka handphone nya sedangkan Sarada ingin mengganti pakaian.
"Sar, kamu tidak lupa kan ada aku disini?" tanya Mitsuki tersipu saat Sarada sudah melepas pakaian atasnya.
Sarada terkejut, ia lupa, "Sorry Mitsu! Aaaaa..." pekiknya lalu segera mengganti pakaian setelah itu menyusul Mitsuki ke ranjang.
"Sar, kau tau tidak kenapa aku dengan percaya dirinya berani melamar mu?" tanya Mitsuki.
"Tidak, kenapa memangnya?"
"Dua hari sebelum kematian Hara, dia memberi pesan padaku, katanya dia merasakan hal ganjil ternyata memang benar, Hara meninggalkanmu, Hara menyuruhku untuk mengantikan dia menjaga mu dengan cara menjadi suamimu," jelas Mitsuki, Sarada menatap sendu Mitsuki, ternyata firasat Hara begitu kuat.
"Mitsu—"
__ADS_1
"Dan aku mau kau menerima lamaran ku dari hati mu bukan janjimu pada Hara, kalau kau tidak bisa maka aku juga tidak bisa menggantikan Hara dikehidupan mu."