After 17

After 17
02


__ADS_3

Pagi harinya Sakura membuka mata berlahan, ia memundurkan wajahnya saat ia tau dirinya tidur diatas lengan kanan Sasuke. Sambil menutup mata Sasuke menarik gadis itu agar mendekat kearahnya.


"Lepaskan aku," ucap Sakura mendorong tubuh Sasuke tapi lilitan tangan pria itu tidak kunjung terlepas membuat gadis itu berdecak sebal.


Sasuke menarik belakang kepala Sakura, ia mencium bibir gadis itu cukup dalam, Sakura membulatkan mata.


"Ciuman ku," ucap Sakura bergetar pasalnya itu ciuman pertama yang ingin ia berikan kepada sang kekasih tapi yang mengambilnya adalah iblis tampan.


"Manis," goda lelaki itu, dengan kasar Sakura kembali mendorong tubuh Sasuke setelah itu turun menuju ruang makan dengan pakaian yang sama.


"Sakura," panggil Mikoto yang masih sibuk memotong sayuran.


"Iya, tante," jawab Sakura mendekati mertuanya.


"Tante? Panggil aku ibu mulai sekarang," ucapnya, ia meletakkan pisau dapur lalu menghampiri menantu barunya.


"Baiklah, ibu," ucap Sakura aneh.


Mikoto merasa aneh dengan pakaian yang dipakai Sakura, wanita itu menggeleng, ia yakin jika Sasuke lupa membelikan pakaian perempuan.


"Maafkan aku, hanya ada pakaian ini dilemari." Sakura tertunduk setelah mendapatkan tatapan intens dari mertuanya.


"Sudahlah tidak apa-apa, duduk, aku akan membuatkanmu minuman," ucap Mikoto menyuruh Sakura duduk dikursi meja makan lalu kembali kedapur untuk membuat teh hangat.


Tak lama kemudian, Sasuke turun dari kamarnya lalu memegang kedua pundak Sakura, gadis itu terkejut dan hendak berteriak, beruntung Sasuke langsung membekapnya.


"Jangan berisik, sayang," ucap Sasuke menghisap keras bahu Sakura sehingga membuat bercak merah, setelah itu Sasuke baru melepaskan bekapannya disertai kemunculan Mikoto dengan nampan berisi teh hangat.


"Sasuke, apa kau mau makan?" tanya Mikoto.


Sasuke langsung merubah raut wajahnya menjadi datar, "Aku berangkat." pria itu melangkahkan kakinya pergi, Mikoto hanya tersenyum tipis, ia sudah terbiasa dengan sikap dingin lelaki clan Uchiha.

__ADS_1


Saat Mikoto meletakkan nampan dihadapan gadis itu, Sakura langsung menaikkan kerah kemeja nya yang merosot untuk menutupi perilaku pria itu.


"Minumlah setelah itu kau bisa pergi kekamar Karin untuk meminta beberapa potong baju," perintah Mikoto.


"Terimakasih."


...🌸...


"Nyo—nyonya Uchiha," sapa Sakura pada istri pertama Sasuke yaitu Karin. Wanita itu memang menyuruh Sakura kemari karna ia ingin meminjamkan beberapa pakaian dan tentu saja membuat sebuah kesepakatan.


"Kau juga seorang Uchiha sekarang, ambillah pakaian yang kau mau dari lemariku disana, semua pakaian belum pernah aku pakai," ucap Karin sambil menunjuk lemari kaca yang berisi busana mewah. Dengan gembira Sakura mengambil beberapa pakaian lalu menutup lemari dengan hati-hati.


"Terima kasih, aku permisi," pamit Sakura.


"Tinggalkan Sasuke setelah kau melahirkan seorang anak, aku mohon padamu," ucap Karin yang membuat langkah gadis itu berhenti lalu menoleh kebelakang.


"Nyonya tenang saja, aku pasti akan meninggalkannya, itu janjiku," ucapnya kemudian melangkah keluar kamar Karin. Sang pemilik kamar menyunting senyum bahagia.


"Jadi ini sekolah gadis itu? Tidak elite," cibir Sasuke setelah turun dari mobil menatap kearah bangunan tua dengan murid-murid yang tengah melakukan olahraga.


Sasuke dan Jugo masuk kedalam sekolah itu, para murid yang mengenal Sasuke langsung memberikan jalan.


"Apa yang dilakukan Sasuke-san disini?"


"Jangan-jangan ada seseorang yang membuatnya marah."


"Jangan sampai sekolah ini menjadi lautan darah."


Dan masih banyak lagi bisik-bisik lainnya, tapi hal itu tidak dihiraukan oleh Sasuke, pria Uchiha itu pergi menuju ruang kepala sekolah.


"Tuan Uchiha," sapa Mirai, wanita itu terkejut dengan kedatangan Sasuke.

__ADS_1


"Kau kepala sekolahnya?" tanya Sasuke sorot matanya seperti hendak menerkam Mirai


"Be-benar."


"Uchiha Sakura," ucap Sasuke membuat Mirai bingung.


"Sakura bermarga Haruno bukan Uchiha," sanggah Mirai.


Wanita itu mendapatkan kilatan amarah dari Sasuke, Sasuke mendekati Mirai lalu menarik kerah baju yang dikenakannya. Lelaki itu tak peduli jika Mirai adalah seorang wanita.


"Ya, itu sebelum dia menjadi Istriku."


...🌸...


Setelah menyelesaikan urusannya, Sasuke dan Jugo keluar dari ruangan tersebut.


Bruk


Seorang anak menabrak Sasuke, anak itu terpental kebelakang lalu mendongak menatap wajah dingin seorang Uchiha.


"Mau mati huh?" ucap Sasuke pelan.


Terdengar teriakan gadis dari arah belakang anak itu.


"Kiba, apa yang kau lakuin! Ayo bangun," teriak gadis itu membantu anak bernama Kiba berdiri.


Mendengar kata 'Kiba' Sasuke langsung teringat nama kekasih gadisnya. Padahal yang ia harapkan dari nama itu adalah seorang pria tampan dan kuat, bukannya tampil berantakan dengan rambut acak-acakan.


"Ino, sudah kubilang, Aku mau mencari Sakura!" ucap Kiba melepaskan tangan Ino dengan kasar setelah itu pergi melewati Sasuke dengan santai diikuti Ino dibelakang.


"Dia orangnya," batin Sasuke yang mulai menyusun sebuah rencana.

__ADS_1


__ADS_2