
Sakura tengah membersihkan kamarnya, ia tidak diperbolehkan sekolah selama seminggu ini, mau tak mau Sakura harus menurutinya.
"Aa, aku membutuh handphone baru," gumamnya pelan, tapi dia bingung karna tidak memiliki uang sepeser pun, ia akhirnya menunggu Sasuke pulang dan menyatakan keinginannya.
Setelah membersihkan ruangannya, Sakura melangkah menuruni tangga, tampak dari atas tengah ada tamu, buru-buru ia melihat siapa yang datang, dan ternyata itu orang yang pernah menggodanya.
"Sakura, selamat pagi," sapa orang itu ramah, kalau tidak salah orang itu bernama Indra.
"Se-selamat pagi," jawab Sakura sembari mendekat.
"Sakura, sini," ucap Mikoto sembari menepuk sofa yang ada disampingnya, Sakura menurut.
Gadis itu mulai merasakan hal aneh, lirikan mata Indra hanya menatapnya, ia jadi sedikit terganggu.
"Sakura, bagaimana jika aku mengajakmu jalan-jalan?" tawar Indra.
Tentu Sakura hendak menolak tapi Fugaku langsung menyela, "Dia pasti mau, Sakura ganti pakaianmu dan pergi bersama Indra."
Sakura diam sejenak lalu mengangguk setelah itu ia berjalan menuju kamarnya. Ia heran, kenapa mereka mengizinkannya keluar bersama lelaki lain. Biasanya mereka mengingatkan akan kekejaman suaminya. Uchiha Sasuke.
...🌸...
Sasuke dan Jugo memeriksa tempat dimana Jugo menyekap Ino.
"Tuan, kemarin malam ada seseorang berkulit putih yang mencoba menyelamatkan gadis itu," lapor salah satu bodyguardnya.
"Lalu?" tanya Jugo.
__ADS_1
"Kami berhasil membuatnya pingsan, sekarang dia ada diruangan yang sama dengan gadis itu."
Mendengar penuturan bodyguardnya, Sasuke langsung mempercepat langkahnya, ia penasaran siapa yang berani menyelamatkan tahanannya.
"Kau masih hidup rupanya, miracle," ucap Sasuke pelan ketika melihat Ino, gadis itu tampak sangat menyedihkan, lantai penuh dengan darah yang sudah mengering, disebelah gadis itu ada seorang lelaki berparas tampan yang masih memejamkan mata.
"Tuan Uchiha, aku mohon lepaskan aku, aku janji tidak akan mencelakai Sakura lagi," rintih Ino yang kesadarannya mulai memudar.
"Bawa mereka kerumah sakit serta beritau polisi kita melakukan hal ini," titahnya pada bodyguard yang berdiri dibelakangnya, mendapat perintah itu ia meminta izin untuk menjalankan tugas.
Sasuke berjalan keluar ruangan.
"Ada apa tuan? Kenapa wajah anda seperti itu?" tanya Jugo.
"Kiba, aku masih punya pesaing, jika dia masih menghembuskan nafas, Sakura sampai kapan pun tidak akan menyukaiku," ucap Sasuke memijit pelipisnya, berusaha memikirkan rencana yang tidak membuat gadisnya terlalu sedih.
"Apa itu?"
"Kita bisa membuat lelaki itu menghabisi nyawanya sendiri tanpa kita mengotori tangan dengan bercak darah."
"Bagaimana caranya?"
"Membantai seluruh hewan peliharaan keluarganya, tanpa hewan itu mereka tidak bisa melakukan apapun."
Mendengar rencana itu, Sasuke mulai mengatur waktunya sembari berjalan masuk kedalam mobil.
...🌸...
__ADS_1
Sakura dan Indra sedang berada di kuil, perlu menaiki 30 anak tangga untuk sampai ketempat itu.
Setelah melempar koin dan membunyikan lonceng, Sakura memulai doanya.
"Aku mohon, bebaskan aku dari cengkraman serigala bernama Uchiha Sasuke," batin Sakura, setelah itu membuka mata.
"Apa yang kau minta gadis?" tanya Indra.
"Kebebasan." jawabnya singkat.
"Kebebasan?"
"Lupakan, ayo kita kesana, kebetulan aku lapar," ajak Sakura berjalan menuju warung ramen yang tak jauh dari kuil.
Indra mengikuti dari belakang, setelah memesan, mereka duduk berhadapan dimeja dekat jendela.
"Sakura, boleh aku minta nomor mu?"
"Aku tidak punya handphone."
"Aa begitu, baiklah setelah ini aku akan membelikanmu handphone."
"Tidak perlu, aku bisa meminta pada tuan Uchiha," tolak Sakura.
"Apa kau menyukai pria itu? Dia sangat kejam dan tidak punya perasaan," ucap Indra, Sakura menyetujui bagian kejam tapi kenapa hatinya menepis kata tak punya perasaan. Tiba-tiba bayangan Saat dirinya dan Sasuke tengah berdua kembali terputar membuat Sakura tanpa sadar menyunting senyumnya.
"Kau manis, Sasuke tidak pantas mendapatkan mu, jadi bagaimana jika kau menikah dengan ku Sakura?"
__ADS_1