After 17

After 17
40


__ADS_3

Setelah mendengar perkataan Sarada dan Sasuke, Hara yang selama ini tak tau apa-apa geram seketika. Hara mulai membenci Karin karna keegoisannya sendiri.


"Paman Indra selalu menyiksa mama..." ucap Sarada, mendengar nama Indra, Sasuke menggertakkan giginya.


"Kita kesana sekarang, bawa semua kelompok pembunuh berantai!" titah Sasuke pada Jugo, ya. Jugo masih hidup, sebuah keajaiban lelaki itu mampu bertahan dengan siksaan Sasuke selama bertahun-tahun.


"Baik tuan," jawab Jugo sebelum pergi.


...🌸...


Mereka semua sudah ada di depan rumah Gaara, bodyguard Uchiha sudah mengepung rumah itu dari berbagai sisi.


Brak! Sasuke mendobrak pintu ruang bawah tanah.


Nafasnya tiba-tiba memburu melihat wanita yang ia cintai tampak begitu mengenaskan. Begitu juga dengan Hara, amarah cowok itu memuncak.


"Tangkap Clan Kaguya dan potong tubuh mereka menjadi 17 bagian! Sesuai dengan berapa lama dia menyiksa mama ku!" amarah Hara tak mampu lagi dibendung. Indra yang mendapat serangan mendadak itu tak punya persiapan yang cukup.


Ia hanya mengambil pistol dan ingin menembakkan peluru ke kepala Sakura, Sasuke langsung melompat melindungi Sakura dengan tangannya kirinya, alhasil peluru yang ditembak oleh Indra bersarang dilengan pria itu, darah mulai keluar dari balik kulit Sasuke.


"Tangkap dia!" titah Hara, namun hal itu gagal, Ashura sudah lebih dulu membawa Indra kabur dari sana.


"Mama!" panggil Sarada, ia mengambil selimut untuk menutupi tubuh Sakura, Sasuke menggendong tubuh Sakura yang lemas menuju rumah sakit.

__ADS_1


...🌸...


Keesokan harinya, Sasuke terbangun tanpa tangan kirinya, dokter terpaksa mengamputasi tangan Sasuke karna banyaknya luka yang ada disana.


Sakura berdiri di ujung kamar rawat, Sasuke bangkit dari tempat tidurnya dan mendekati wanita itu, lalu saat ia ingin mencium wanita itu, kejadian kemarin kembali teringat, membuat Sasuke menjauh.


Sakura tersenyum kecil, "Kau sudah sadar, aku akan memeriksa keadaan Hara dan Sarada."


Sasuke hanya menatap kepergian rambut gulali dengan perasaan campur antara bahagia ketika bertemu Sakura dan rasa bersalah karna menyia-nyiakan.


Di ruangan Hara dan Sarada, mereka masih tidur sambil berpelukan, Sakura tersenyum tipis melihat kedua anaknya saling melindungi, saat Sakura hendak menaikkan selimut, Hara membuka matanya.


"Ma...ma," panggil Hara kaku.


"Ma, aku akan membunuh orang itu, aku berjanji," ucap Hara mantap. Sakura menggeleng.


"Kau tidak perlu melakukan itu, Hara."


"Tapi ma..."


"Sstt," potong Sakura setelah melihat Sarada menempelkan kepalanya ke leher Hara.


Sakura keluar ruangan dengan senyum lega, namun Hara masih belum tenang sebelum Indra serta clannya diratakan.

__ADS_1


Sedangkan dikamar Sasuke, Naruto memberitaukan sesuatu yang membuat Sasuke kesal seketika.


"Ya, dia membuat kartu pelecehan itu sudah lama setelah dia mendekati Sakura," ujar Naruto.


"Aku tidak bisa melaporkan nya pada polisi, karna itu aku harus menggunakan tanganku sendiri," ujar Sasuke.


"Kau gila hah, dalam keadaan seperti ini?"


"Aku memang hanya mempunyai satu tangan sekarang tapi bukan berarti aku kehilangan skill, Naruto," balas Sasuke.


"Bagaimana dengan Sakura? Kau akan kembali padanya?"


"Setelah apa yang aku lakukan? Tidak Naruto, aku akan sangat sedih jika dia mau menerimaku kembali."


"Berarti kau harus siap kehilangan dia lagi, Sasuke, Hara tak akan ada tanpa dia," ucap Naruto yang membuat Sasuke kembali berpikir.


...🌸...


"Sial! Sial kenapa dia masih peduli dengan Sakura!" umpat Indra.


Ashura ingin sekali memasukkan saudaranya ke penggiling daging.


"Berhenti terobsesi dengan wanita sialan itu, Indra! Kau sudah mengorbankan seluruh clan Kaguya!"

__ADS_1


"Jika aku tidak bisa mendapatkan Sakura, aku akan mendapatkan Sarada, bagaimanapun caranya!"


__ADS_2