After 17

After 17
41


__ADS_3

Tiga bulan telah berlalu, Sakura tinggal di Share House dengan penjagaan ketat. Gaara sangat bersyukur karna adiknya sudah terlepas dari belenggu Indra.


"Berapa luka?" tanya Hara pada adiknya, ia menyuruh Sarada untuk menghitung luka ditubuh Sakura.


"180 luka," jawab Sarada, Hara mengangguk lalu pergi keruang rahasia yang disana sudah ada Shuji dan Arius, setelah memberitau Sasuke, Hara melepas bajunya dan meminta saudaranya itu untuk mengikat kan rantai ke dua tangan serta kakinya.


"180 pastikan luka itu merata di tubuhku," pesan Hara.


Arius dan Shuji mencambuk Hara bergantian, cowok itu tak merasakan perih sama sekali karna ia sudah terbiasa dengan cambukan yang diberikan papanya sedari kecil.


Sedangkan Sasuke meminta Naruto untuk mencambuknya juga, cowok berambut pirang itu sudah mengerti tujuan kelakuan aneh temannya itu.


"Cambuk aku 300 kali, aku akan mengimbangi luka pada putraku," ucap Sasuke tegas,  Naruto pun mulai mencambuk Sasuke sampai tangan pria itu lemas.


...🌸...


Malam harinya Karin datang ke Share House, ia sudah mendengar kabar kepulangan Sakura.


"Kau! Berani menunjukkan wajahmu lagi didepan Sasuke?!" bentak Karin ketika melihat Sakura berada ditaman.

__ADS_1


"Aku tidak menunjukkan wajahku tapi dia lah yang ingin melihatku, Nyonya," balas Sakura.


"Kau sudah merebut segalanya! Sasuke, bahkan Hara juga kau rebut dariku!" marah Karin semakin menggebu-gebu.


"Itu bukan merebut karna dari awal Hara adalah milikku, dia adalah anakku," balas Sakura lagi.


Saat Karin hendak menampar Sakura, sebuah tangan kekar menahan layangan tangan Karin.


"Wanita sampah seperti mu ingin menampar mamaku?" tanya Hara lalu membanting lengan Karin keras sehingga wanita itu meringis.


Sakura terkejut melihat banyaknya luka cambukan dibadan putranya, Hara belum sempat memakai baju setelah mendengar keributan yang Karin perbuat.


"Ya, kau memang awalnya adalah mama ku tapi sekarang kau tidak jauh dari kata sampah!" bentak Hara, ia tak akan membiarkan Sakura mengalami sakit untuk kesekian kalinya, "Bodyguard! Usir dia dan jangan pernah memberikannya pintu masuk."


"Hara! Aku mama mu nak! Jangan lakukan ini padaku!!!" teriak Karin meronta-ronta dari cekalan para bodyguard bertubuh kekar.


Hara membawa Sakura masuk kedalam Share House, Sakura mengambil kotak p3k dan mengobati luka anaknya.


"Mama, kenapa mama masih bisa tersenyum setelah semua kejadian ini?" tanya Hara heran, padahal melihat Karin memaki Sakura membuat hatinya sedikit nyeri.

__ADS_1


"Karna aku masih punya kalian, kalian adalah alasanku untuk tersenyum." Sakura mengobati luka Hara dengan sangat hati-hati.


"Apa yang mama sesali selama ini?" tanya Hara lagi sesekali meringis menahan sakit.


"Aku tidak bisa melihat pertumbuhanmu Hara, kenakalanmu, bagaimana Sasuke-kun menghukummu jika melakukan kesalahan, karna aku meninggalkanmu tepat seminggu setelah kau lahir," jawab Sakura getir.


"Mulai detik ini, mama akan aman bersama ku, aku tidak akan membiarkan orang itu menyentuh mama sedikit saja," ucap Hara yang semakin posesif.


"Kau berlebihan."


Suasana kembali hening, usai mengobati luka Hara, Sakura memandang wajah tampan putra yang selama ini ia rindukan.


"Apa kau tau besok Sarada ulang tahun?" tanya Sakura pelan takut Sarada yang ada di ruang baca mendengar.


"Bersamaan dengan hari kelulusanku?" Sakura mengangguk.


"Apa yang harus aku berikan kepadanya ma? Mama tau dia sangat galak," adu Hara seperti anak gadis.


"Sarada tidak bisa makan manis seperti papamu, jadi kau tak bisa memberikannya es krim atau gulali," ujar Sakura ia mencubit hidung Hara gemas, "Ajak dia liburan di kirigakure, ada tempat wisata dibalik gunung disana."

__ADS_1


"Ide bagus, aku akan memesankan tempatnya sekarang juga."


__ADS_2