
Pagi harinya Sasuke sudah berpakaian hitam lengkap, hari ini ia akan kembali kekediaman Uchiha tapi sebelum itu ia pergi ke kamar Naruto untuk menanyakan sesuatu.
"Naruto—Shit!" umpat Sasuke langsung membalik badan begitu melihat Naruto dan Hinata tengah bersetubuh.
"Ada apa?" tanya Naruto tanpa menghentikan kegiatannya, ******* Hinata begitu menggema, hal itu membuat Sasuke ingin melakukan kegiatan itu dengan istrinya.
"Bodoh! Kenapa kau tidak menutup pintu, dasar idiot!" umpat Sasuke lagi.
"Kenapa aku harus menutup pintu? Seharusnya kau menghubungi ku dulu," ucap Naruto tidak mau disalahkan.
"Sudahlah, bagaimana penyelidikanmu tentang Indra?" tanya Sasuke, pria itu mengusap wajah kasar kala Hinata mengeluarkan *******.
"Mereka semua melarikan diri, aku tidak tau dimana, yang jelas mereka sudah menjual perusahaan serta rumah pada keluarga senju," jelas Naruto.
"Huh, aku tidak tau mereka begitu lemah, Naruto selesaikan kegiatanmu dan ikut aku, ada beberapa hal yang harus kita urus," titah Sasuke sebelum pergi, Ya, selama dua hari terakhir ini keluarga Kaguya tidak ada yang menemuinya.
"Na-naruto-kun, ki-kita tidak sopan pada tuan Uchiha," ucap Hinata merasa tak enak.
"Ini pembalasanku padanya waktu itu," balas Naruto yang terus memompa tubuhnya hingga mereka berdua mencapai puncak bersama.
🌸
"Hinata dan Sakura, waa...manisnya, jadi kalian yang akan menjadi murid ku?" tanya seorang wanita cantik dengan kucir dua, wanita itu tersenyum manis.
"Maaf, anda siapa?" tanya Sakura.
"Aku moegi, guru pribadi kalian," jawabnya.
"Guru pribadi?" tanya Hinata masih belum mengerti.
"Tuan Naruto, meminta bantuan kepada ku untuk mengajar kalian berdua," jawab Moegi dengan senyum ramah.
"Baiklah ayo masuk," ajak Sakura dan Hinata bersama.
__ADS_1
Mereka bertiga duduk melingkar disebuah meja kayu berbentuk bundar, siapa sangka ajaran Moegi bisa mereka pahami dengan mudah. Hanya dengan beberapa jam mereka bisa menyelesaikan 50 soal kategori sulit.
"Kalian sangat pintar, beruntung sekali tuan Naruto dan tuan Sasuke memiliki gadis-gadis manis." Moegi memuji Hinata dan Sakura terlalu berlebihan, dia tidak tau bagaimana rasanya dikelilingi oleh hawa negatif.
Setelah berbincang cukup lama mereka pun melanjutkan pelajaran, Sakura maupun Hinata tetap memperhatikan walaupun cara mengajar Moegi agak aneh.
Tiba-tiba handphone Hinata berbunyi, tertera nama Uchiha Sasuke dilayarnya, buru-buru Hinata meminta izin untuk mengangkatnya, ia berjalan cepat menuju kamarnya.
"Ha-halo, tuan Uchiha," sapa Hinata panas dingin, apakah ada sesuatu yang terjadi sehingga dia menelfonnya.
"Boleh aku bertanya sesuatu padamu?"
"Tentu!" jawab Hinata cepat.
"Benda apa yang Sakura suka? Aku sangat bingung sepertinya dia bukan gadis yang menyukai tas atau sebagainya."
"Anda benar, tuan. Sakura tidak menyukai hal itu, tapi dia menyukai sebuah komik," ucap Hinata.
"Komik?"
Dan telfon terputus. Hinata kembali menebak, apakah lelaki itu ingin memberikan kejutan untuk temannya.
"Kami-sama tidak pernah salah menentukan takdir seseorang," ucap Hinata pelan lalu kembali mengikuti pelajaran.
🌸
Sasuke dan Naruto berdiri didepan toko Komik yang Hinata katakan padanya, toko itu sangat kuno dan sempit.
"Kenapa kau menelfon Hinata tadi? Jangan bilang kau juga mengincarnya?" tanya Naruto cemburu.
"Naruto idiot, aku sudah memiliki istri yang sangat cantik, untuk apa aku mengincar Hinata, berhenti menuduhku dan ikut aku mencari sebuah komik." Naruto hanya mengikuti Sasuke dari belakang dengan senyum kecutnya.
Penjual yang ada disana sangat terkejut melihat kehadiran Sasuke.
__ADS_1
"Se-selamat da-datang," sapa Penjual dengan gagap.
"Aku ingin membeli komik berjudul First Love dan with you paradise room," ucap Sasuke to the point.
"Maaf, komik itu sudah habis terjual dua hari lalu," jawab Penjual itu.
"Kapan komik berikutnya akan diluncurkan?" tanya Sasuke lagi.
"Satu minggu lagi tuan," jawab sang penjual.
"Aku ingin memesan komik itu, aku akan datang satu minggu lagi."
"Baik, tuan," ucap penjual itu, Setelah melakukan hal itu, Sasuke pergi masuk kedalam mobil yang dikendarai oleh Naruto.
"Untuk apa kau membeli komik? Lihat penjualnya saja sampai ketakutan tadi," ejek Naruto.
"Aku ingin memberikan Sakura apa yang dia inginkan, dengan begitu dia tidak akan berfikir untuk meninggalkanku," ucap Sasuke.
"Ck, Jangan menunjukkan cinta mu itu dihadapan semua clan Uchiha atau nyawa Sakura jadi taruhannya," peringat Naruto yang sudah tau bagaimana watak clan Uchiha.
"Aku tau, aku memikirkan bagaimana cara untuk berpisah dengan Karin."
"Bukannya kau menyukainya? Bahkan waktu sekolah dulu kau sampai melenyapkan pesaingmu, kecuali Suigetsu," ucap Naruto sembari mengendarai mobil.
"Aku tidak tau apa yang terjadi, sejak kehadiran Sakura, aku sudah tidak memiliki rasa lagi dengannya."
"Kau harus ingat Sasuke, rahasia kakek Madara ada ditangan wanita itu, jika kau berani mengajaknya berpisah, maka nyawa kakek Madara terancam, setidaknya bersikap pura-pura jika ada didekatnya," jelas Naruto memperingati sahabat sekaligus bosnya.
Sasuke mengerti apa yang dikatakan Naruto, bisa bahaya jika Karin dan dirinya berpisah. Pura-pura adalah satu-satunya cara agar Karin menutup mulut rapat-rapat.
"Kita ke tempat Sakura dan Hinata terlebih dahulu, tiba-tiba aku merindukan Sakura," pinta Sasuke.
"Ck, dasar bucin, baru juga 5 jam kita meninggalkan rumah," cibir Naruto padahal dia juga merindukan Hinata.
__ADS_1
"Diam atau ku penggal kepalamu," ancam Sasuke yang membuat Naruto tersenyum kecil.