
Sakura merebahkan tubuhnya setelah pulang dari taman, share house tampak sepi karna Naruto dan Hinata belum pulang.
"Kami-sama cobaan apa lagi yang kau berikan padaku," ucap Sakura mengeluarkan kalungnya.
Ketika bertemu Sasuke tadi, ia bisa melihat kilatan marah dari kedua bola mata lelaki itu. Dilihatnya cincin ular kembar itu, sangat pas dijari nya.
"Apa aku harus memberitau nya?" tanya Sakura pada diri sendiri, saat ia mengambil handphone dan berniat untuk mengirim pesan pada Sasuke, ia mengurungkan niatnya.
"Tidak, dia membenciku, aku tidak bisa mengatakannya sekarang," ucap Sakura.
Tiba-tiba handphone nya bergetar, tertera nama Hinata disana, secepat mungkin ia mengangkat video call sahabatnya itu.
"Sakura!! Bagaimana hasilnya?" tanya Hinata antusias.
Sakura tersenyum, ia mengambil hasil ceknya dan menunjukkan pada Hinata serta Naruto.
"Tuan Sasuke pasti akan sangat senang mengetahui hal ini," ucap Hinata lagi.
"Hm, sebentar lagi akan ada titisan iblis uchiha lahir," ejek Naruto.
"Aku tidak akan membiarkan anakku seperti dia," ucap Sakura kesal.
"Ck, aku sedang tidak berselera berdebat denganmu gulali, cepat hubungi suamimu itu," saran Naruto.
Sakura menggeleng, "Tidak!"
"Tapi Sakura, mau bagaimana pun juga dia suami mu," nasehat Hinata.
"Sudahlah, aku tidak akan menghubungi Sasuke-kun!" Sakura langsung mematikan handphone nya lalu beranjak tidur.
Lain halnya dengan Hinata yang sedikit tersentak, "Naruto-kun, kita harus memberitaukan ini."
"Ya, kau saja yang kirim pesan, nomorku sudah diblokir oleh setan itu," kesal Naruto.
__ADS_1
Hinata mengetik pesan pada Sasuke sedemikian mungkin.
Tuan Uchiha, kabar baik untukmu, Sakura sebentar lagi akan memenuhi harapanmu.
Ya, anda benar, Sakura hamil.
Cepatlah kembali, jika tidak anda akan kehilangan dia, benar-benar kehilangan.
Terkirim.
"Sudah?" tanya Naruto.
"Yap, dia belum membalas, kita makan bersama?"
"Dengan senang hati yang mulia," goda Naruto lalu mereka tertawa bersama dan masuk kekediaman Uzumaki untuk menyantap hidangan khas keluarga itu.
...🌸...
"Hm, ternyata urusan perusahaan," ucap Karin, saat ia ingin meletakkan benda itu, tiba-tiba sebuah pesan muncul yang membuat Karin membulatkan matanya.
"Sakura...hamil, tidak! Sasuke tidak boleh tau, dia harus bersama ku!" kesal Karin lalu menghapus pesan dari Hinata.
Ckek.
Pintu kamar mandi terbuka, menampilkan Sasuke yang keluar dalam balutan handuk.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Sasuke.
Karin terkejut, hampir saja handphone itu jatuh tapi Karin berhasil mengatasinya.
"Aa, aku hanya ingin memutar musik," ucap Karin beralasan.
"Aku tidak punya musik."
__ADS_1
"Sayang sekali, aku bosan Sasuke," ucap Karin manja lalu meletakkan handphone itu kembali ketempat semula.
Sasuke diam, ia sibuk mengancingkan kemeja nya, hal itu membuat Karin kesal. Apa yang terjadi pada suaminya sehingga Sasuke tampak frustasi?
"Aku pergi dulu," pamit Sasuke.
Karin memegang tangan kanan Sasuke sehingga lelaki itu menghentikan langkahnya.
"Apa setiap hari kamu sibuk? Aku sedang bosan Sasuke, ajak aku keluar," rengek Karin.
Sasuke menghela nafas, ingin rasanya ia mencambuk wanita itu tapi apa boleh buat, dirinya sudah ditakdirkan seperti ini.
"Bersiaplah, aku akan mengajakmu makan malam di restoran biasa," ucap Sasuke pasrah sebelum pergi.
Karin tersenyum puas, ia berhasil membuat jarak antara Sasuke dan Sakura setidaknya lelaki itu tidak mengetahui jika Sakura sedang mengandung impian Sasuke.
...🌸...
Ini sudah lebih dari dua puluh hari, Sakura terus menatap keluar dari balik jendela kamarnya, berharap mobil hitam berlogo uchiha terparkir didepan Share house, tapi kini penantiannya sia-sia, pria uchiha itu tidak kunjung menemuinya.
"Secepat itu dia melupakanku?" tanya Sakura pada diri sendiri.
Pintu kamar terbuka, Hinata muncul dari balik pintu sambil membawa segelas susu dan sarapan.
"Sakura, kamu harus makan," titah Hinata.
"Aku tidak lapar Hinata, bawa saja kembali," tolak Sakura.
"Sakura, kamu sedang mengandung, kalau terjadi apa-apa pada kau dan bayimu bagaimana?" omel Hinata.
"Tapi aku tidak selera makan," tolak Sakura lagi.
"Sakura...." gadis itu menoleh mendapati wajah khawatir sahabatnya, "Apa kau masih menunggu tuan Sasuke?"
__ADS_1