
Enam bulan kemudian, suara tangisan bayi terdengar, Sasuke dengan wajah berseri masuk kedalam ruangan. Terlihat Sakura tengah menggendong seorang bayi dengan tatapan sayang.
"Sakura..." panggil Sasuke bahagia, ia mendekati Sakura dan melihat bayi yang digendong istrinya itu, ya. Itu adalah anaknya.
"Dia putramu, Sasuke-kun, aku sudah memenuhi persyaratanmu kan?"
"Aku sangat senang Sakura, terima kasih. Aku akan mengajarkan latihan ketat padanya agar dia bisa menjadi penerusku," ucap Sasuke mengusap pipi bayi itu.
"Jangan membuat putraku mewarisi sifat clan uchiha," tolak Sakura tajam.
"Tapi—"
"Berhenti berdebat denganku, Sasuke-kun!"
"Baiklah, jadi kau sudah memberikan nama?" tanya Sasuke.
"Tentu saja, dia bernama Hara." Sakura kembali menatap putranya itu.
"Hanya itu huh?"
"Jika kau berkenan memberikan margamu padanya."
"Kau tidak perlu bertanya, Sakura, tentu saja dia akan mendapat margaku, Uchiha Hara."
Brak, pintu ruangan terbuka, bersamaan munculnya Naruto dan Hinata serta anaknya yang bernama Boruto, dia lahir bulan lalu.
"Ehem, begitu hm? Tidak memberitau kepada kami kabar ini?" tanya Naruto sedikit menyindir.
"Aa, aku lupa tuan Naruto," ucap Sakura dengan cengiran tanpa dosa itu.
Hinata mendekati Sakura, "Putramu sangat tampan Sakura, semoga Boruto bisa berteman baik dengannya."
"Tentu saja, Share house akan menjadi tempat mereka saling mengenal satu sama lain," timpal Sasuke.
__ADS_1
"Dan aku akan meminta para tukang terbaik untuk mempercantik bangunan itu," timpal Naruto juga.
Seketika Sakura merasa sedih walaupun bibirnya sudah membuat lengkukan, janjinya pada Karin kembali merasuki pikirannya.
"Sakura, ada apa?" tanya Hinata saat Naruto dan Sasuke tengah mengobrol dipojok ruangan.
"Janji ku pada Nyonya," bisik Sakura sambil terus memandangi Hara.
"Kamu harus tetap berada disana Sakura, Hara memerlukanmu," cegah Hinata yang juga mengendong Boruto.
"Tidak Hinata, Janji tetaplah janji, aku akan menurutinya, aku akan menyerahkan Hara padanya sebagai ganti aku sudah mengusik kebahagian Sasuke-kun dan Nyonya Karin dulu," bantah Sakura dengan nada pilu, Hinata ikut tersayat mendengarnya.
"Jika kau pergi, bagaimana Hara bisa mengetahui kau ibunya?" tanya Hinata.
"Aku tidak akan membiarkan Hara mengetahui ibu kandungnya, aku ingin dia berfikir bahwa Nyonya Karin lah ibunya," jawab Sakura.
Hinata tak mengerti apa yang dipikirkan Sakura, berpisah dengan darah dagingnya sendiri bukanlah hal mudah. Tapi Sakura mau melakukan hal itu karna janjinya pada Karin.
...🌸...
"Cucuku sangat tampan, seperti papanya," ucap Mikoto yang dari dulu ingin menimang cucu.
"Uchiha mana yang tidak memiliki paras tampan?" tanya Fugaku pada Mikoto.
"Kau benar suamiku."
Sakura melihat kanan kiri, berusaha mencari Karin namun wanita itu tidak ada disini.
"Dimana Nyonya Karin, ibu?" tanya Sakura.
"Ada dikamarnya."
Saat Sakura hendak kesana, Sasuke mencegahnya, "Ada urusan apa kau dengannya?"
__ADS_1
"Apalagi selain menanyakan kabar?" ucap Sakura beralasan.
"Kau yakin?" tanya Sasuke.
"Ya, aku akan cepat kembali." Akhirnya Sasuke menyetujuinya, Sakura dengan langkah pelan menuju kekamar Karin.
"Nyonya," panggil Sakura sembari mengetuk pintu kamar Karin.
"Masuklah," jawab Karin dari dalam.
Sakura membuka pintu itu, ia melihat Karin duduk didepan meja rias dengan wajah mengenaskan, banyak goresan pisau di setiap wajahnya, ia yakin ini pasti ulah Sasuke tapi Sakura memilih bungkam.
"Kenapa kau kemari? Kau ingin menertawakanku hah?!" teriak Karin sembari bangkit.
"Untuk apa aku melakukan itu? Aku kesini ingin menepati janjiku."
Mendengar hal itu Karin berjalan mendekati Sakura, "Apa kau gila? Kau tidak bisa berpisah dengan Sasuke ketika anak itu sudah hadir!"
"Aku sudah memikirkannya Nyonya, aku berpesan kepadamu, jangan sampai putraku mengetahui bahwa aku ibu kandungnya," ucap Sakura tersenyum, Karin tidak mengerti dengan wanita gulali itu, bisa-bisanya dia tersenyum dalam keadaan seperti ini.
"Kapan kamu akan berpisah dengan Sasuke?"
"Beri aku waktu sampai pergantian tahun, hanya tinggal tiga minggu dan setelah itu aku akan pergi jauh darinya," ucap Sakura mantab walaupun sebenarnya ia tidak mau.
"Baiklah," balas Karin dengan wajah berbinar.
...🌸...
Malam harinya setelah Sakura meletakkan Hara diranjang bayi, ia menyusul Sasuke yang sudah ada diatas ranjang.
"Haah, aku jadi ingin anak perempuan yang mewarisi paras cantikmu Sakura," ucap Sasuke memeluk Sakura.
"Aku baru saja melahirkan jadi aku tidak mau melakukan itu," tolak Sakura, bisa bahaya jika dia hamil lagi.
__ADS_1
"Oke, untuk hari ini kau lolos tapi untuk besok tidak akan ku biarkan," ancam Sasuke sebelum mencium bibir Sakura.
Sakura memejamkan matanya, "Kita memiliki tujuan bersama tapi semesta berkata lain," batin Sakura