
Hari ini Sakura hendak membeli bahan untuk dinner bersama, Hinata tidak ikut karna ya... Dia mengunjungi kakaknya setelah bodyguard Hyuga memukul Naruto habis-habisan.
"Kecap, daging... Sepertinya sudah, nanti kalo lupa beli lagi," gumam Sakura disepanjang perjalanan.
Tiba-tiba, empat orang preman menghadangnya, langkah wanita itu terhenti.
"Serahkan cincin itu," ucap salah satu preman.
"Kenapa harus cincin? Aku bisa memberikanmu uang," balas Sakura, ia tidak akan membiarkan siapapun melepaskan benda ini dari jarinya.
"Aku tidak membutuh uangmu, cincin itu lebih berharga," ucap preman yang lain.
Sakura tetap kekeh tidak mau menyerahkan cincin itu, ia mencoba kabur tapi salah satu preman menarik tangannya dan menarik kebelakang.
"Jangan ambil cincin ku!" bentak Sakura yang mulai kesal karna cincin ularnya dilepas paksa. Wanita itu berusaha mengambilnya kembali tapi malah dia didorong.
Tiba-tiba seseorang berhasil menangkap Sakura sehingga wanita itu tidak jatuh kebawah.
Sakura menoleh kebelakang dan mendapati Sasuke dengan gejolak amarahnya, ia mengeluarkan pisau lipat dari balik baju, "Ambil barang itu dan pergi, jangan sampai benda ini menancap dileher kalian."
Mendapati ancaman itu mereka langsung pergi dari tempat kejadian.
"Hei! Kembalikan cincinku!" teriak Sakura, walaupun ia tau bahwa Sasuke sudah memberi izin preman itu untuk mengambil cincinnya.
Sasuke menarik tangan Sakura masuk kedalam mobil, untung saja lelaki itu datang tepat waktu dan juga kebetulan ia sedang menuju share house untuk mengambil beberapa dokumen.
"Sial!" umpatnya sambil memukul stir.
...🌸...
Hinata terkejut begitu membuka pintu rumah, ia melihat Sasuke dengan raut marah serta Sakura dengan penampilan berantakan.
"Sakura, ada apa?" tanya Hinata.
__ADS_1
Belum sampai Sakura menjawab, lelaki itu sudah menarik tangannya menuju kekamar, meninggalkan Hinata yang tengah cemas, ia lalu menelfon suaminya.
Sesampainya dikamar, Sasuke menyuruh Sakura duduk ditepi ranjang, wanita itu menurut. Sasuke mengambil obat oles untuk tangan Sakura yang ditarik kasar oleh preman itu. Usai memberi obat ia mengembalikan nya keatas nakas tapi pandangannya tertuju pada sebuah amplop berlambang rumah sakit.
Buru-buru Sasuke membuka nya dan kedua bola matanya melebar, ia melihat kearah Sakura yang sedang melepaskan sepatunya.
Bibirnya sulit untuk berkata lagi, Sasuke menghampiri Sakura lalu memeluknya erat, perasaan bersalah serta menyesal memenuhi pikirannya.
"Sas—" Belum sampai Sakura menyebut namanya, Sasuke sudah membungkam nya dengan kecupan.
Air mata Sakura meleleh, "Kenapa kau tidak memberitaukan hal penting ini padaku?" tanya Sasuke sambil menunjukkan hasil tes Sakura.
"Kamu sedang marah denganku, aku takut kau akan lebih membenciku jika mengetahui hal ini," jawab Sakura menundukkan pandanganya.
"Dasar bodoh," ucap Sasuke lalu memeluk Sakura lagi.
Senyumannya mengembang, "Terima kasih, kau memberikanku kejutan yang tidak bisa diberikan Karin padaku."
"Apa kau masih marah padaku? hiks," tanya Sakura.
Ckek.
Pintu kamar terbuka dan muncul Hinata serta Naruto dari balik pintu.
"Bagus, kau baru datang sekarang, padahal Hinata sudah mengirim pesan padamu dan kamu juga sudah membacanya," omel Naruto.
"Pesan?" tanya Sasuke tidak mengerti, seingatnya hanya ada pesan dari perusahaannya, tidak ada yang lain.
Hinata membuka handphone nya dan menunjukkan bukti pengiriman.
"Karin, pasti dia sudah menghapus pesan itu," tebak Sasuke.
"Ck, menurutmu siapa lagi yang berani membuka handphone mu selain dia," ucap Naruto kesal.
__ADS_1
Sasuke diam sejenak, ia menatap kearah Naruto, "Naruto, kembali bekerja denganku," pintanya.
"Ada orang yang pernah bilang bahwa kerjaku tidak becus," goda Naruto.
"Maaf," ucap Sasuke.
"Aku mau memaafkanmu, tapi kau harus membantuku menjinakkan banteng Neji itu," ucap Naruto mendapatkan pukulan kecil dari Hinata.
"Bukan hal sulit," jawab Sasuke yang sudah mengerti maksud Naruto.
...🌸...
Malam harinya, Sasuke tidur sambil memeluk Sakura, rasanya sudah lama sekali ia tidak menyentuh istrinya.
"Sasuke-kun, apa kau akan terus memelukku seperti ini?" tanya Sakura yang tidak bisa bergerak.
"Aku tidak akan membiarkanmu jauh dariku lagi Sakura," jawab Sasuke memandang lekat mata Sakura.
"Bagaimana dengan Nyonya Karin?"
"Untuk apa kau peduli padanya."
"Sasuke-kun, dia tetap istrimu, kau harus adil."
"Adil, dia tidak bisa memberikanku anak jadi anggap saja ini sebuah hukuman."
Sakura menatap jarinya yang kosong tanpa cincin yang tersemat disana.
"Sasuke-kun, aku tidak bisa menjaganya," ucap Sakura sedih.
"Nyawamu lebih penting, aku bisa memesankan cincin baru untukmu."
"Tapi cincin itu sangat mahal," ucap Sakura lagi.
__ADS_1
"Berhenti memikirkan benda itu atau aku akan memakanmu sekarang juga," ancam Sasuke yang mulai gemas dengan tingkah Sakura, hal itu membuat Sakura terdiam dan memilih tidur disusul oleh Sasuke yang masih melingkarkan tangannya pada pinggang Sakura.