
Sasuke melempar Karin yang hampir tewas itu kesembarang arah, beruntung wanita itu mendarat dikasur yang empuk.
"Aku bisa saja membunuhmu sekarang juga Karin tapi aku tidak akan membiarkan mu mati dengan mudah," ucap Sasuke, ia lalu berjalan keluar untuk menelfon anak buahnya. Dan pencarian Sakura kembali digerakkan oleh Sasuke.
"Aku terlalu bodoh, aku seharusnya mencari tau penyebab tanpa menghukum orang yang tak ada kaitannya dengan permasalahanku ini," gumam Sasuke, ia menyibakkan rambut kebelakang, Sasuke berharap Sakura cepat ditemukan karna ia sudah tak sabar untuk memeluk dan meminta maaf padanya.
...🌸...
Seperti biasa, keadaan Share House selalu bising sejak kehadiran Sarada, suasana rumah itu yang awalnya biasa saja menjadi lebih hidup.
"Kak Hara berhenti!" teriak Sarada menuruni tangga dengan wajah penuh coretan spidol membentuk kumis kucing serta hidungnya.
Hara bersembunyi dibelakang Arius, lelaki itu memandang Sarada dingin, "Ketauhi batasanmu Sarada, apapun yang dilakukan Hara kau tidak perlu marah karna apa? Ya, kau bawahannya."
Sarada bungkam seketika, mendengar kata bawahan Sarada merasa sakit hati, mengingat ibunya juga seorang bawahan yang diperlakukan tak manusiawi. Hara bisa melihat mata sendu gadis itu, setelah meminta maaf Sarada kembali kekamarnya untuk membersihkan diri.
"Mau kemana kau?" tanya Arius begitu melihat Hara mengejar Sarada.
"aku mau minta maaf." Arius hanya tersenyum miring, ia sudah menebak hal ini akan terjadi.
"Kau punya sesuatu untuk melawan paman Sasuke, Hara."
__ADS_1
...🌸...
Brak!
Hara membuka kamar Sarada tapi ia tak menemukan keberadaan gadis itu, suara gemericik air membuat Hara mengangguk paham. Ia melempar pandangan keseluruh penjuru sampai akhirnya pandangan Hara terpaku pada sebuah kalung berlambang Uchiha yang berada di atas meja rias.
Hara menghampiri kalung itu dan mengambilnya, ada tulisan Uchiha Sasuke dibalik bandul Uchiha itu.
Pintu kamar mandi terbuka, menampilkan Sarada dengan handuk membalut rambut hitamnya.
"Darimana kamu mendapat kalung ini?" tanya Hara to the point.
"Itu milik mamaku, kenapa memangnya?"
Saat itu juga Sarada melayangkan tamparan keras hingga membentuk bercak telapak tangannya di pipi kiri Hara, tepat diatas lukanya.
"Mamaku tak semurah itu! Kau tidak pantas berkata seperti itu didepanku! Andai aja aku diizinkan bertemu dengan orang yang sudah menyelamatkanku waktu umur lima tahun dari serangan anjing, dia pasti akan membungkam mulutmu!"
Hara memegang lukanya, "Ini luka yang aku dapat karna menyelamatkan bocah dari serangan anjing di Suna."
Mereka berdua sama-sama terdiam, mereka mengingat kembali ciri-ciri dari masing-masing.
__ADS_1
"Jangan bilang kalau itu kau! Kalo iya, berarti kita saudara Sar!" teriak Hara frustasi.
Entah kenapa Sarada merasa tak rela jika Hara adalah saudaranya, karna Sarada sudah terlanjur tertarik dengan cowok kejam itu.
"Telfon papa mu sekarang juga! Aku ingin ketemu!" bentak Sarada, kedua tangannya terkepal.
Kami-sama telah merencanakan hal ini tanpa Sarada maupun Hara tau. Ini akan menjadi awal kisah tragis mereka berdua.
...🌸...
Sasuke melangkahkan kakinya memasuki Share House, baru saja ia akan membuka pintu, Sarada sudah membukanya duluan lalu memukul Sasuke dengan tongkat bertubi-tubi.
Ia melampiaskan kekesalannya selama ini dengan sekuat tenaga, Sasuke dengan lihai langsung memukul punggung Sarada hingga gadis itu menjatuhkan tongkatnya dan terjatuh lemas.
"Apa maksud semua ini Sarada?" tanya Sasuke.
"Kau adalah orang yang paling bodoh! Kau membiarkan mama tersiksa selama bertahun-tahun lamanya!" marah Sarada dengan sisa tenaganya.
"Aku tidak mengerti apa maksudmu," balas Sasuke bingung.
Tiba-tiba Hara muncul dari balik pintu lalu melemparkan kalung kepemilikan Sasuke. Tangan Sasuke begetar setelah menyentuh benda itu.
__ADS_1
"Sa—ku—ra..."