After 17

After 17
45


__ADS_3

Sarada membuka jas yang Hara tutupkan padanya, ia melihat sekeliling dan ia menemukan Hara terbaring di dekat batu besar dengan darah yang membasahi dari kepala kakaknya.


"Kak Hara, bangun, kak!" panggil Sarada, ia mengguncangkan tubuh Hara, cowok itu membuka mata perlahan sembari tersenyum.


"Sstt, jangan berisik kalau tidak mau tertangkap," ujar Hara berat.


"Darah kak, aku akan mencari tanaman obat dulu," pamit Sarada tapi Hara menahan pergerakan adiknya.


"Tidak perlu, waktuku terbatas."


"Apa yang kakak ucapkan, jangan seperti ini, kakak harus tetap bersamaku," ucap Sarada yang mulai berkaca-kaca.


"Aku mau berpesan padamu, tidak banyak hanya dua, pertama kalau suatu saat nanti Mitsuki menawarkan diri untuk menikah denganmu, kau harus terimanya, aku sudah menggali informasi banyak tentang dia jadi kau tak perlu khawatir, yang kedua aku tak bisa menepati janjiku pada mama untuk membunuh Indra..." Hara memberi jeda ucapannya ketika gadis itu mulai menangis, Sarada belum siap kehilangan Hara untuk selamanya.


"Kak....hiks."


"Aku mau kau membunuh Indra dengan tangan mu sendiri, aku tau kau tidak punya skill membunuh sepertiku tapi bagaimana pun juga kau itu Uchiha, jika kamu berhasil membunuh dia siram darah Indra ke tempat peristirahatanku," ucap Hara, pandangannya mulai redup.


"Aku tidak mengizinkan mu pergi! Kita harus membunuh Indra bersama!"ucap Sarada penuh dengan penekanan.

__ADS_1


"Sara, boleh aku minta pelukan terakhir?" tanya Hara yang masih sempat-sempatnya tersenyum.


Sarada buru-buru memeluk Hara erat, "Bodoh, kau bodoh kak, sangat bodoh!"


Sarada tidak mendapat jawaban dari Hara, ia mendongakkan kepala dan ia mendapati Hara sudah menutup matanya.


Gadis itu meletakkan jari telunjukknya didepan hidung Hara, ia menggertakkan giginya kuat.


"Indra! Kau akan membayar atas kematian kakak ku! Aku janji, aku akan membuat kematianmu sebagai pembelajaran bagi clan Kaguya!" janji Sarada, ia menatap tubuh Hara yang tak bernyawa dengan nafas tersendat-sendat.


"Hal yang ku takutkan, terjadi."


...🌸...


Suasana semakin mencekam, area pemakaman dipenuhi oleh clan Uchiha yang tengah berduka, semuanya menangisi kepergian Hara, bahkan Sakura pingsan ketika mendengar kabar putranya telah tiada.


"Hara, aku tidak menyangka akan pergi secepat ini," ujar Shuji pelan.


Sarada kembali melihat foto Hara yang diletakkan diatas batu nisan cowok itu, Sarada harus merelakan kakaknya, ia yakin Hara tenang disana dia tidak perlu merasakan kejamnya dunia lagi.

__ADS_1


"Sarada, kita kembali," ajak Sasuke, begitu pemakaman telah selesai satu persatu Uchiha meninggalkan tempat itu, begitu juga dengan Sarada dan Sasuke.


Sasuke tampak begitu tenang tapi sebenarnya tidak, ia menyesal karna tidak bisa menjaga pewarisnya.


"Papa, aku ingin belajar membunuh seseorang," ucap Sarada membuat Sasuke yang tengah berpikir menoleh terkejut.


"Apa katamu tadi?" tanya Sasuke memastikan pendengarannya tidak terganggu.


"Aku ingin memiliki Skill membunuh agar aku bisa membunuh Indra!" ulang Sarada menggebu-gebu.


Sasuke menyunting senyum kecil, "Sepertinya kita harus meminta izin pada Sakura."


"Tidak! Aku ingin secepatnya mempelajari Skill itu dan membalaskan dendamku."


...🌸...


Potongan tubuh seorang gadis berceceran kemana-mana, Indra memegang kapak yang berlumur dengan darah, rupanya ia sudah membunuh Zora dan memotong semua badannya menjadi tiga bagian.


"Huh, Hara sudah mati itu berarti kesempatan emas untukku mengambil Sarada dan Sakura, kali ini Sasuke tidak sehebat jika dia menggunakan dua tangan," ucap Indra senang. Ia tertawa atas kematian Hara tanpa Indra sadari bahwa ajalnya semakim dekat.

__ADS_1


__ADS_2