
Glek.
Sakura mematung seketika, ketika melihat wajah suaminya.
"Etto...." Sakura masih berpikir apa yang akan dia ucapkan pada Sasuke.
"Sudahlah, cepat ganti bajumu setelah itu kita pergi," ajak Sasuke.
"Tapi tuan Naruto belum pulang, Hinata tak apa kalau aku tinggal sendiri?" tanya Sakura.
Hinata menggeleng, "Tidak apa Sakura, dirumah dengan pengamanan ketat tak akan ada yang berani menerobosnya."
Mendengar penjelasan Hinata, Sakura buru-buru mengganti pakaiannya agar Sasuke tidak menunggunya terlalu lama.
...🌸...
Sesampainya ditoko boneka, mobil Sasuke berhenti.
"Boneka?" tanya Sakura memastikan.
Sasuke mengangguk, "Aku punya satu keinginan dulu, yaitu memiliki boneka dinosaurus tapi benda itu tidak akan pernah diterima keluarga ku, maka dari itu aku ingin membelikannya untukmu, anggap saja dia diriku saat aku pergi keluar desa."
Sakura termenung sebentar lalu keluar dari mobil setelah cowok itu menjitak jidat lebarnya.
Sesampainya didalam toko, ia begitu terpukau dengan banyaknya boneka berbagai ukuran.
"Aa, Sasuke-kun, ini lucu sekali," ucap Sakura seraya mengambil boneka dinosaurus kecil berwarna hijau.
"Sekecil itu? Letakkan itu dan pilih yang paling besar," balas Sasuke.
"Tapi boneka besar memakan banyak tempat," tolak Sakura, ia terpikat pada boneka kecil itu.
"Aku akan membuatkan tempat khusus."
"Aku mau boneka ini saja, huh," ucap Sakura kesal, lalu berjalan menuju meja kasir. Sasuke hanya tersenyum, ternyata istrinya itu memiliki selera yang sama dengannya.
...🌸...
Tiga bulan telah berlalu, usai merayakan kelulusan Hinata dan Sakura, mereka semua kelelahan dan sudah tidur dari pukul 2. Namun Sakura terbangun saat mendapati Sasuke tidak ada disampingnya dan tiba-tiba ia menginginkan kue yang dibuat oleh Hinata.
Sakura beranjak dari kasur dan berjalan menuju ruang kerja, benar saja, disana ada Sasuke yang masih sibuk menatap layar laptopnya.
"Ehem," tegur Sakura.
"Ada apa kamu kemari hm?" tanya Sasuke lalu menarik pinggang Sakura dan menyuruhnya duduk dipangkuan lelaki itu.
"Aku kesini ingin protes pada suamiku yang gila kerja," ucap Sakura kemudian menutup laptop Sasuke tanpa persetujuan sang pemilik.
__ADS_1
"Serindu itukah?" Sasuke mengecup singkat pipi Sakura dan melingkarkan tangannya pada perut Sakura lalu mencium perut sang istri.
"Ya, sebenarnya aku ingin makan kue manis buatan Hinata," pinta Sakura merengek.
"Aku akan meminta Hinata membuatnya."
"Tidak! Dia sedang hamil jadi tidak boleh banyak beraktifitas, hmmm, aku ingin kau yang membuatkannya untukku," ucap Sakura tersenyum.
"Kamu bercanda? Aku tidak bisa memasak," keluh Sasuke.
"Kali ini saja, demi istrimu ini," pinta Sakura mengeluarkan wajah imutnya.
"Aku harap anakku nanti mirip sepertimu, menggemaskan," ucap Sasuke mencubit hidung Sakura.
"Hmm, bagaimana jika aku melahirkan anak perempuan?" tanya Sakura.
"Aku rela melepas margaku dan menciptakan keluarga kecil dengan hidup sederhana."
Sakura kembali tersenyum, ia menggenggam tangan Sasuke erat.
Sasuke mengeluarkan kotak merah berisi cincin, ia menyerahkan pada Sakura agar wanita itu sendiri yang melihatnya.
Sakura terpana, sebuah cincin emas berbentuk ular," ularnya jomblo, tapi aku tidak pantas memakainya."
"Ular ini hanya satu karna, hanya kamu yang mengisi kekosongan diriku sekarang, kamu berhak memakainya, aku sudah susah payah memesannya," ucap Sasuke sedikit ngedumel karna Sakura berkata seperti itu. Sasuke menarik tangan kiri Sakura lalu memasangkan cincin itu.
...🌸...
Pagi harinya, Sasuke yang memakai appron merah dan Hinata yang memakai appron putih sudah berkutat didapur, suara tabrakan peralatan masak mulai sering terdengar.
"Tuan Uchiha, kue nya gosong!!" pekik Hinata panik sembari mengeluarkan kue kering dari oven.
"Hm, aku lelah Hinata, lihat ini sudah keempat kalinya," keluh Sasuke.
"Tidak boleh menyerah, aku sudah beri langkah-langkahnya, jangan terburu-buru, aku ingin membangunkan Naruto-kun dulu," pamit Hinata lalu pergi setelah melepas appronnya.
Sasuke berkacak pinggang melihat keaadaan dapur yang sudah seperti kapal pecah, ia membereskan benda yang tak terpakai lalu memulainya lagi, kali ini dengan segenap hati Sasuke membuatnya perlahan.
"Gula yang mana ya? Mungkin yang ini," kata Sasuke pada diri sendiri lalu mengambil wadah berbentuk beruang madu. Lalu kembali menyelesaikan adonan. Selesai membuat dan mencetak adonan Sasuke memasukkan kue itu kemudian mengatur suhu ovennya.
Ketika Hinata sudah kembali, ia terkagum dengan kerja keras Sasuke, "Tuan Uchiha, kau berhasil, aku yakin Sakura akan senang."
Sasuke mengangkat kepalanya berlagak sombong, Hinata hanya terkekek pelan kemudian menyiapkan Sarapan sembari menunggu kue matang.
"Aroma apa ini?" tanya Naruto.
"Aku membuat kue kering," jawab Sasuke.
__ADS_1
"pffff, anda ganti profesi bos? Beracun tidak kue itu," ejek Naruto tanpa dosa.
Sasuke mengambil salah satu panci dan melemparnya kearah Naruto.
"Ampun bos, yaudah aku berangkat dulu, Hinata jangan lupa makan teratur," peringat Naruto.
"Sarapan?"
Cup. Naruto mencium bibir Hinata tepat dihadapan Sasuke, lelaki uchiha itu mengambil pisau dapur bersiap untuk memutilasi temannya itu.
"Sarapan yang nikmat," ucap Naruto lalu melirik Sasuke, mengetaui raut wajah lelaki itu, Naruto segera keluar dari ruangan sebelum dirinya menjadi sasaran empuk Sasuke.
Ting.
Dengan semangat, Sasuke mengeluarkan kue itu dengan senyuman, ia lalu mengambil kantung gula dan melapisi kue rabit berbentuk kepala kelinci, ia membuat dua bentuk kelinci jadi Sakura bisa mencicipi kedua kue yang sudah lelaki itu pelajari.
"Hoamm...hei kenapa ribut-ribut," tanya Sakura yang baru bangun.
"Sakura, kesini," ucap Hinata.
"Berhenti disitu! Dan menuju keatap, aku akan segera menyusul," ucap Sasuke, Sakura hanya mengangguk menuruti kemauan Sasuke.
Hinata tersenyum bahagia melihat Sahabatnya kini tak lagi bersedih, Share house adalah rumah yang menjadi saksi bisu kedua pasangan itu.
...🌸...
Setelah menunggu lama, akhirnya Sasuke datang dengan dua kue piring kue kelinci dan segelas susu.
"Haaa, Cantik!" puji Sakura.
Sasuke semakin sombong dibuatnya,"Uchiha Sasuke memang bakat melakukan apapun."
Halah mas, disuruh pegang ikan e ndak mau.
Sakura mengambil kue kering berlapis gula dan tidak, setelah dua kue itu menyentuh lidahnya, alis Sakura mengkerut.
"Sepertinya kamu melakukan kesalahan Sasuke-kun."
Melihat wajah Sakura seperti itu, ia mengambil salah satu kue dan memakannya.
"Sial! Asin!" Sasuke baru menyadari kesalahannya bahwa yang ia masukkan bukan gula melainkan garam.
"Aku akan membuatkannya lagi," ucap Sasuke, namun Sakura melarangnya.
"Kamu tidak perlu membuatnya lagi, aku hargai usahamu, ini tidak buruk dan masih bisa dimakan," ucap Sakura lalu kembali memakannya lagi.
"Baiklah kalau begitu, kau hanya boleh memakan tiga potong saja, itu tidak baik bagi kesehatanmu."
__ADS_1
"Makasih Sasuke-kun, karna sudah mau berusaha demi diriku."