
Keesokan harinya setelah sarapan, penghuni Share House termasuk Sarada berangkat menuju sekolah, suasana tampak begitu hening sampai akhirnya mereka tiba.
"Sarada, ih, kalo mau kerja bilang dong, ntar kalo papa Gaara nanyain biar kita nggak bingung," omel Sumire menjitak kepala Sarada.
Sarada meringis dibuatnya, "Ya maaf, aku butuh uang."
Belum sampai Chocho dan Sumire menjawab, Hara sudah menarik kerah belakang seragam Sarada, mirip seperti kucing.
"Maaf nona-nona, dia tidak boleh berbicara pada siapa pun saat bertugas," ucap Hara lalu menarik Sarada masuk kedalam sekolah.
"Lepasin! Hei! Aku bukan binatang sialan!" umpat Sarada.
Mendengar umpatan itu, Hara melempar Sarada hingga menghantam tembok lorong lalu mengunci semua pergerakan gadis itu.
Sarada dibuat terpana oleh wajah tampan cowok iblis itu, "Sampai aku mendengar kau mengatakan hal itu lagi, aku tak segan-segan menghabisimu serta keluargamu! Paham!"
Sarada mengangguk, kilatan amarah Hara sudah terekam diingatannya.
"Hara, kendalikan emosi mu, dia pantas untuk marah karna perlakuan mu!" koreksi Arius, sebagai kakak tertua diantara mereka semua.
"Bawahan memang sepantasnya diperlakukan kasar!" bentak Hara.
"Bayangin mama mu yang ada di posisi Sarada, apa yang akan kau lakukan?" tanya Arius, Hara terdiam lalu melepaskan Sarada setelah itu melanjutkan perjalanan menuju kelasnya.
__ADS_1
"Gila, hampir mati aku tadi," ucap Sarada menghembuskan nafas lega.
Pluk.
Gadis itu tersentak saat mendapatkan sebuah tepukan tepat dipundak, ia menoleh dan mendapati cowok bermata ular tengah tersenyum manis kepadanya siapa lagi jika bukan Mitsuki.
"Biasa aja mandangnya, kau melihatku seperti melihat hantu," komentar Mitsuki.
"Ya memang wajah mu mirip hantu!"
"Itu mulut minta digampar kayaknya," kesal Mitsuki.
"Gampar aja kalau bisa!"
Sarada memukul lengan Mitsuki, sempat-sempatnya ia menggombal ditempat seperti ini.
...🌸...
Saat kelas sedang berlangsung, seorang bodyguard diminta untuk menjemput Hara. Setelah sampai dirumah Hara diminta menuju ruang pribadi karna Sasuke ingin membicarakan sesuatu padanya.
"Papa," panggil Hara sesampainya diruang pribadi.
"Duduklah," perintah Sasuke dingin, Hara yakin dirinya membuat kesalahan, bisa dilihat dari ekspresi yang ditunjukkan Sasuke pada nya.
__ADS_1
"Ada apa papa memanggilku?"
"Kenapa kemampuanmu menurun? Kau uchiha! Uchiha dikenal pada Skill membunuhnya," marah Sasuke, Hara sudah menduga hanya penurunan satu point Sasuke akan mengeluarkan amarahnya, i see you monster.
"Pa, Hara lelah! Aku tidak bisa seperti Shuji dan Arius, Hara mohon sama papa, stop! Dari kecil papa selalu kasar sama Hara!"
"Ini takdir Hara, margamu sudah menentukan takdirmu, tidak ada orang yang mau memiliki takdir seperti kita begitu juga dengan diri kita masing-masing," gertak Sasuke.
"Papa bohong, aku bisa melihat kilatan kebencian dari mata papa setiap papa melatihku! Kenapa pa?"
"Ini bukan saatnya kau mengetaui kebenarannya, aku tau kau akhir-akhir ini mencari kebenaran identitas Karin, biar kuberitahu dia bukanlah ibumu. "
...🌸...
Ashura tak mengerti lagi dengan kelakuan Indra, saudaranya itu sudah melewati batasnya.
"Hentikan, jika kau meneruskannya dia bisa tiada!" peringat Ashura.
Indra menikmati pemandangan saat Sakura digilir oleh anak buahnya, " Aku akan berhenti saat dia mau menikah denganku."
"Kau terlalu asik dengan tujuanmu sampai kau lupa jika Sarada sedang ada di Konoha, dia sudah bertemu dengan Hara serta Sasuke! Beruntung mereka belum menyadari satu sama lain."
"Ashura...Ashura, walaupun mereka mengetahui, Sasuke tidak akan menyelamatkan Sakura karna pria itu sudah membenci gadis gulali ini," ucap Indra meremehkan
__ADS_1