After 17

After 17
43


__ADS_3

Sasuke terperanjat kaget saat mendapat pesan dari Hara bahwa Sakura berangkat ke Suna dan akan menikah dengan Gaara.


Saat itu juga Sasuke mengumpat sembari mengambil jasnya, ia bahkan tak sempat mandi karna saking terburu-buru.


Sesampainya di Share House, suasana rumah itu tampak sepi, Sasuke berpikir dirinya sudah terlambat, ia tak bisa membayangkan bagaimana jika Sakura dimiliki orang lain.


"Akh!" Sasuke berteriak frustasi sambil menjambak rambut hitamnya.


Tak


Tak


Tak


Bunyi sepatu menghampirinya, Sasuke mendongak mendapati Sakura tengah menggunakan gaun pernikahan, rambutnya yang panjang diikat keatas dengan hiasan mutiara.


"Sasuke-kun," panggil Sakura hangat.


Dunia Sasuke berhenti ketika mendengar panggilan itu, Hara dan Sarada yang muncul dari balik pintu tertawa melihat wajah kikuk papanya.


"Lihat Sarada, mempelai pria nya bahkan sampai menunjukkan wajah seperti itu," ejek Hara.


Mempelai pria? Sasuke menepuk jidatnya, ia baru saja ditipu oleh kedua anaknya. Hm, lihat saja apa yang akan mereka dapatkan nanti.


"Aku pulang saja, Karin menungguku," ujar Sasuke, ia bahkan tak sadar jika Karin sudah tiada.

__ADS_1


"Jangan berbohong, kau sudah membunuh Karin, apa kau masih tidak mau bersamaku lagi?" tanya Sakura.


"Aku sudah melakukan kesalahan Sakura, aku merasa tidak pantas."


"Aku menyukaimu Sasuke-kun, itu tidak murni kesalahanmu, itu juga kesalahanku karna aku tidak pernah mengatakan apapun kepada mu," jelas Sakura tersenyum.


Sasuke mendekap Sakura erat, ia bahagia, begitu juga Hara dan Sarada mereka bahagia karna akhirnya keluarga Uchiha bersatu kembali.


"Kak kita harus membuat perayaan," ujar Sarada semangat.


"Benar, aku akan memesan makanan bintang lima," balas Hara ia masuk kedalam rumah bersama dengan Sarada.


"Sasuke-kun, apa Indra akan kembali menyerang?" tanya Sakura takut.


"Dia pasti akan kembali dan kali ini dia tak hanya mengincarmu tapi juga Sarada," balas Sasuke geram.


Sasuke mengulas senyum senang, "Aku akan dengan senang hati melakukannya."


...🌸...


Berita tentang pemerkosaan berantai kembali terjadi, Hara semakin geram dan sakit, ia sudah tau jika itu perbuatan Indra karna hanya Uchiha dan dia yang memiliki kartu itu tapi Uchiha lebih leluasa melakukan sesuatu karna mereka mempunyai kartu izin pembunuhan dan pelecehan.


"Kak, makanan—"


"Jangan pergi tanpa meminta izin dariku, Sarada," potong Hara.

__ADS_1


Sarada menaruh nampan berisi makanan dimeja Hara, "Tapi kak, kakak sudah mulai fokus dengan perusahaan papa."


"Ini menyangkut keselamatanmu, jika sampai Indra menangkapmu dan mama, aku tak akan tinggal diam!"


Sarada memeluk Hara dari belakang, ia melihat berita yang ada di layar handphone kakaknya. Pantas posesif Hara bertambah karna berita ini. Pasti dia tak ingin nasib nya sama seperti Sakura.


"Iya kak, aku akan melapor setiap ada kegiatan," ujar Sarada menyelipkan kepala di dekat leher Hara.


"Aku bahagia karna kita saudara."


"Kenapa?" tanya Sarada.


"Aku bisa memiliki mu selamanya."


"Tapi aku akan menikah dengan orang lain kak."


"Kau pikir aku akan menyerahkanmu semudah membayar barang hm? Tidak kau, mama, dan papa adalah harta yang paling berharga," ujar Hara lalu ia memutar badan menghadap kearah Sarada.


"Kalau pun aku akan mati karna lindungi kalian itu lebih baik daripada aku harus melihat kalian mati satu per satu tanpa berusaha sedikit pun."


...🌸...


Seorang gadis berambut pirang dengan mata biru tengah diikat disebuah gudang.


"Namamu Zora kan? Tunangan Hara, mau membantuku?" tanya Indra mengacungkan katana—nya.

__ADS_1


Zora gemetaran, "Aku akam melakukan apapun tapi jangan bunuh ku!"


"Anak pintar, mudah, bawa Sarada kehadapanku, jika kau berhasil Hara akan menjadi milikmu jika tidak, kepala dan badanmu akan terpisah," ancam Indra.


__ADS_2