After 17

After 17
04


__ADS_3

Sakura tengah melihat pantulan dirinya dicermin, seragam sekolah sudah melekat ditubuhnya dengan pin nama bertulis 'Uchiha Sakura' ia yakin Sasuke sudah mengganti namanya kemarin. Setelah selesai, Sakura turun untuk sarapan.


Disana sudah ada Karin yang tengah menata piring dimeja makan, Sakura memperlambat jalannya, meskipun rasanya sakit jika memiliki madu tapi wanita itu tetap menyunting senyum.


"Ibu, sini aku bawakan," ucap Karin yang langsung mengambil alih mangkok yang dibawa Mikoto.


Tak lama kemudian, seorang pria sudah siap mengenakan kemeja putih dibalut jas hitam dengan dasi bergaris merah membuat mata siapapun terpesona.


"Ibu, aku akan mengajak Karin berlibur ke paris," ucap Sasuke langsung melewati Sakura begitu saja, ada rasa sakit tersemat dihatinya.


"Bagus! Yang lama ya," ucap Mikoto memberi izin, kini Karin tersenyum malu, begitu pandangannya menangkap sosok Sakura ia langsung menyapa.


"Selamat pagi Sakura, duduklah, hari ini ibu memasak onigiri lezat," ajaknya, Sakura mengangguk canggung lalu duduk disebelah Sasuke.


"Kapan kamu akan berangkat Sasuke?" tanya Fugaku yang muncul dari ruang tamu.


"Sore ini," jawabnya dingin lalu memakan makanannya dengan terburu-buru.


...🌸...


"Sakura!" teriak Hinata langsung memeluk Sakura erat, akhirnya sahabat merah mudanya kembali kesekolah.


"Hinata, ya ampun aku susah bernafas!" Dengan kekehan kecil Hinata melepaskan pelukannya. Tiba-tiba Kiba muncul dari belakang Sakura. Mendapat isyarat dari cowok itu, Hinata langsung pergi setelah berpamitan dengan Sakura.


"Kiba," panggil Sakura ramah.


"Uchiha, hm, ya, pacarku sekarang sudah menjadi istri seorang kriminal," ucap Kiba dengan tawa yang cukup menyeramkan.

__ADS_1


"Kiba, maafkan aku, aku akan menceritakan semuanya," ucap Sakura, ia tau jika sudah mendengar tawa ini pasti laki-laki itu tengah depresi.


"Uchiha itu selangkah lebih maju dariku! Hahahaha, tapi tenang Sayang, kamu tidak perlu menjelaskan apa-apa, aku akan membantumu lepas dari dia," Kiba tak tega melihat tumpukan air mata disudut mata kekasihnya saat ia ingin memeluk Sakura, gadis itu langsung melarangnya membuat Kiba heran.


"Jangan, kamu bisa mati," tolaknya lirih.


"Hah, dia mengatakan hal itu juga?" tanya Kiba yang langsung diangguki oleh Sakura.


Kiba langsung menarik Sakura kedalam pelukannya, ia tidak peduli dengan apa yang akan dilakukan Sasuke nanti, pikirannya hanya Sakura, ia ingin memiliki gadis itu seorang, ya! Hanya dirinya. Karna memang dari awal gadis musim semi itu miliknya.


...🌸...


Sedangkan dikantor, Sasuke menyerahkan jadwalnya kepada sekretarisnya, Uzumaki Naruto.


"Jangan lama-lama, aku tidak mau menggantikanmu terlalu lama," peringat Naruto menunjukkan wajah sangarnya.


Sasuke masuk kedalam mobil dam melajukannya dengan kecepatan sedang, wajahnya seolah tidak tenang karna harus meninggalkan Sakura. Ia mengajak Karin agar wanita itu tidak iri dan tentu Sasuke ingin menjadi Suami yang adil.


"Ceri," gumamnya sembari melihat gantungan berbentuk buah ceri.


"Kenapa? Aku hanya jauh beberapa jam saja dari dia, kenapa rasanya aneh,"ucapnya lalu memutar mobilnya menuju sekolah Sakura, setidaknya ia hanya ingin melihat gadisnya.


...🌸...


Bel pulang telah berbunyi, Sakura tengah menunggu jemputan dari supir pribadi Uchiha. Kiba tengah menjalani pelajaran tambahan karna dirinya sering bolos sehingga dia tidak bisa mengantarnya pulang. Sakura menghela nafas ia mengecek handphone cadangannya untuk melihat video lucu sembari menunggu.


Tiba-tiba handphone nya tertarik keatas, Sakura mendongak mendapati dua preman berbadan besar tengah tertawa sambil memegang handphone nya.

__ADS_1


"Kembalikan!" ucap Sakura sembari beranjak dari duduknya.


"Kau mau ini gadis manis? Bagaimana jika kita membuat penawaran, jadilah wanita kami maka kau akan mendapatkan nikmat luar biasa." Sakura tau tujuan dua preman itu, tapi ia tak segampang itu termakan rayuan.


"Aku tidak sudi!" tolaknya mentah-mentah.


Sontak kedua preman itu marah dan hendak memukul Sakura,"Siapapun tolong aku," batin Sakura.


Sakura memejamkan matanya, tapi ia tidak kunjung mendapati rasa sakit, sebuah tangan menariknya mendekat, dengan berani Sakura membuka matanya.


Uchiha Sasuke.


Pria itu mencekik leher salah satu preman dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memegang pundak Sakura.


Preman satunya lagi lari terbirit-birit melihat tampang sangar Sasuke, "Kejar dan bunuh dia."


Para bodyguard yang mendapat perintah langsung mengejar orang itu.


Sasuke mengeratkan cekikannya, "Ini akibatnya menganggu istri seorang Uchiha!" Sasuke melepaskan cekikannya, orang itu jatuh ketanah, Sasuke mengambil pisau lipatnya dan menancapkan benda tajam itu ke leher sang preman.


Sakura menutup mulutnya," Kenapa kau membunuhnya," protes Sakura.


Sasuke membawa Sakura masuk kedalam mobil, pria itu mencium Sakura, jarak mereka begitu dekat sehingga Sakura mampu mendengar detak jantung Sasuke.


"Siapapun yang mengusik milikku dia akan binasa," ucap Sasuke setelah melepaskan ciumannya lalu melajukan mobilnya. Sakura membuang muka, ia tak ingin Sasuke melihat wajahnya yang semerah kepiting rebus.


"Kami-sama, tolong, jangan buat aku mencintainya," batin Sakura karna ia tak ingin menyakiti Kiba lebih dalam lagi.

__ADS_1


__ADS_2