
Hara kembali ke Share House setelah menyelesaikan rapat Uchiha, dimana kali ini mereka mendapat tugas untuk menghabisi seseorang, Shuji dan Arius masih di kediaman karna mereka mendapat ceramah dari Obito dan Itachi.
"Zora, bukankah aku sudah memperingatkanmu? Jangan masuk kamar ku sembarangan!" marah Hara ketika melihat Zora duduk di ranjangnya.
"Ayolah Hara, aku itu tunangan mu," balas Zora beranjak dari tempat tidur Hara dan menghampiri cowok itu.
"Kau memang tunanganku tapi hal itu hanya berlaku di hadapan semua Uchiha," kesal Hara lagi, ia mencengkram tangan Zora keras lalu melempar gadis itu keluar kamarnya.
"Aw, sakit tau!" rintihnya.
Hara berlutut dihadapan Zora sambil menunjukkan pisau kecilnya, "Andai kau bukan pilihan orang tuaku, saat ini juga aku bisa membuatmu menjadi mayat!"
Zora bungkam dibuatnya, ia melupakan sifat asli seorang Uchiha, kejam dan tak punya hati.
"Pergi dari sini sebelum pisau ini menancap dikepalamu," ancam Hara.
Zora langsung bangkit dan pergi dari sana setelah berjanji tidak akan masuk kamar Hara tanpa izin dari sang pemilik.
"Hah merepotkan, tunggu, aku tidak melihat Sarada dari tadi, dimana gadis itu," gumam Hara yang mulai cemas. Ia keluar dari kamar dan menuju kamar Boruto serta Himawari.
"Kalian melihat Sarada?" tanya Hara.
"Tidak, bukannya dia pergi bersamamu?" tanya Boruto balik.
"Dimana dia?" heran Hara mengacak rambutnya.
"Kakak Hara, mungkin kak Sarada tersesat, dia datang dari Suna kan? Pasti kak Sarada belum mengenal daerah di Konoha," ucap Himawari.
"Kau benar Hima, terima kasih," ucap Hara lalu melangkah pergi berniat mencari Sarada.
"Cih, sifatnya berubah saat ada di depanmu," kesal Boruto.
"Hahaha, Hima kan anak baiknya kakak Hara."
__ADS_1
...🌸...
Sasuke sedang berkendara, ia menatap komik yang dulu pernah dibelinya. Ya, dulu Sasuke membeli dua komik, satu untuknya dan satu untuk Sakura.
"Dimana aku bisa menemukanmu, Sakura?" tanya Sasuke pada diri sendiri.
Tiba-tiba ia melihat seorang gadis tengah berlari menghindari kejaran seekor anjing.
"Bukankah dia gadis yang menabrak ku tadi siang?" tanya Sasuke, ia menghentikan mobilnya dan keluar untuk menyelamatkan gadis itu.
"Pergi!" teriak Sasuke sembari menarik pelatuk pistolnya, suara tembakan terdengar, beruntung anjing itu tidak terluka dan berasil menyelamatkan nyawanya.
"Paman, terima kasih-terima kasih," ucap gadis itu.
"Siapa namamu?" tanya Sasuke.
"Namaku Sarada, aku tersesat,"jawab Sarada.
"Kau bukan warga Konoha?"
"Aku akan mengantarmu pulang, dimana rumahmu?" tanya Sasuke, baru kali ini ia banyak bertanya.
"Share House, aku seorang pembantu disana, aku memerlukan uang untuk kebe— aaa..... Maksudku untuk berobat ibuku," ucap Sarada, ia tidak boleh memberitaukan bahwa Sakura dalam bahaya.
"Begitu rupanya, Share House adalah miliku, aku akan meminta putraku untuk memberimu gaji berlimpah," ucap Sasuke lalu mengajak Sarada masuk kedalam mobil, ia mengantarkan Sarada ke Share House.
"Paman, sebenarnya aku kesini ingin mencari seseorang," ucap Sarada memulai sesi curhatnya, walaupun ia tak mengenal pria itu tapi Sarada nyaman berada didekatnya.
"Kenapa memangnya?"
"Papa ku meninggalkan mama, padahal sekarang dia dalam keadaan tidak berdaya."
"Aku akan membantumu, papamu itu perlu dihukum seberat-beratnya," ucap Sasuke, ia tidak menyadari bahwa dirinya lah yang sedang dicari oleh Sarada.
__ADS_1
"Aku akan memukulnya bahkan aku akan mematahkan tulangnya," kesal Sarada, Sasuke hanya tertawa.
"Kejam juga dirimu, aku kagum padamu, Sarada, kau mirip dengan putraku," ucap Sasuke tertawa kecil.
"Putra? Siapa?" Sarada berharap bukan nama Hara yang disebut.
"Hara, dia adalah putraku yang sudah aku latih sejak kecil."
"Si kejam itu? Astaga paman harus sabar memiliki anak yang dingin seperti dia, aku heran kenapa Zora mau bertunangan dengannya."
"Kebanyakan orang lebih memandang wajah daripada sifatnya, Hara orang yang kejam, aku mau lihat sejauh mana dia bisa menahan diri," ucap Sasuke, ia hanya memberitaukan rencananya pada Sarada.
"Andaikan aku bisa mengenalkan mu pada mama, pasti dia akan merasa senang." Sarada tertawa sembari bertepuk tangan senang.
Mobil Sasuke mulai melambat ketika mereka sudah sampai digerbang Share House.
"Aku akan dengan senang hati mengenal ibu dari seorang anak cerewet sepertimu," ucap Sasuke
Sarada tidak marah dibilang cerewet karna ia hanya menunjukkan sisi lainnya pada orang tertentu.
"Paman terima kasih, aku akan membuatkanmu teh."
"Tidak usah, aku langsung pergi." Sasuke menghidupkan mesin mobilnya, ia meninggalkan Sarada dengan senyum melebar.
"Dari mana saja kau, babu," umpat Hara kesal, karna ia melihat Sarada turun dari mobil papanya.
"Aku tersesat tau, kau meninggalkanku didaerah yang tidak aku ketahui!"
"Bukannya aku sudah memberimu ongkos? Kenapa tidak naik taxi."
"Banyak yang tidak berani mengantarkanku kesini, pantes mereka takut, papanya seperti malaikat anaknya seperti iblis," ejek Sarada, padahal tanpa gadis itu tau Sasuke lah yang pantas disebut iblis.
"Berani sekali!" saat Hara ingin melayangkan pukulannya, suara perut laparnya membuat Hara kembali ke sifat sok coolnya.
__ADS_1
Sarada berkacak pinggang, "Sepertinya iblis ini kelaparan, aku akan memasak untukmu, ayo masuk."