
Sasuke mengatakan bahwa pernikahan Sarada dan Mitsuki akan dilangsungkan akhir bulan.
Sakura berhasil menerbitkan sebuah buku berisi ceritanya yang berjudul after 17, sedangkan Sarada dan Mitsuki menyelesaikan kuliah mereka, tak ada masalah yang timbul selama empat bulan terakhir ini, hubungan Sarada dan Mitsuki semakin erat, Mitsuki tetap berpegang teguh pada peraturan Sasuke, ia tak melewati batas selain ciuman saja.
"Sar, minum," tawar Mitsuki memberi sebotol air mineral setelah mereka berputar-putar mengelilingi kota untuk mencari gaun pernikahan terbaik, Mitsuki mau pernikahan ini akan jadi kenangan yang paling indah yang tak akan ia lupakan sampai kapan pun.
"Makasih," jawab Sarada meminum air itu, "Kita kemana lagi nih?"
"Daripada kita capek nyari, mending tanya Inojin aja, dia kan pintar desain," tawar Mitsuki.
"Boleh tuh, aku dengar bagus-bagus gaunnya, nanti kesana saja ya, kita pulang dulu aja, kasian mama sama papa menunggu," usul Sarada yang diangguki oleh Mitsuki, cowok itu menghidupkan mesin mobil dan melajukan nya membelah jalanan.
...🌸...
Sarada duduk menghadap keluar jendela sambil memegang foto Hara, ia sudah lama tak melihat foto itu sejak Mitsuki hadir, dia selalu membuat kebahagian disetiap harinya.
"Kak, aku akan menikah dengan Mitsuki, kau benar dia baik sekali denganku, aku sudah mulai buka hati untuk dia," curhat Sarada, tanpa sadar air matanya menetes, bayang-bayang kematian Hara masih tercetak jelas diingatannya.
"Kalau aja kau tidak ngorbanin diri untuk menyelamatkanku, aku tak akan merasakan kebahagian seperti ini," lanjutnya lagi sembari memeluk bingkai foto itu.
Mitsuki yang hendak mengambil jaket menghentikan langkahnya, ia berdiri dibelakang Sarada, mendengarkan kekasihnya itu mencurahkan seluruh isi hatinya.
Cowok itu juga sangat berterima kasih pada Hara karna Hara sudah mempercayai dirinya untuk menjadi pendamping seorang Uchiha, Uchiha Sarada, Hara tak menilai seseorang dari kasta tapi sifat dan kepribadiannya.
__ADS_1
"Hara, kalau saja kau ada disini, aku tidak mungkin melihat Sarada meneteskan air mata lagi," batin Mitsuki, ia memeluk Sarada dari belakang, memberi kekuatan pada gadis itu agar Sarada kembali tegar.
"Aku merindukan kakak, Mitsu, aku merindukannya," ucap Sarada lirih.
"Tidak hanya kau yang rindu Sar, kita semua juga, Hara adalah Uchiha yang paling membuat ku terkesan Sar, kau harus bangga dengannya, tebarkan senyum mu, aku tidak mau kau meneteskan air mata kalau bukan air mata kebahagiaan." Mitsuki membalik tubuh Sarada agar mereka saling berhadapan, Mitsuki menghapus air mata Sarada dengan kedua ibu jarinya lalu tersenyum.
"Aku menyayangimu, Uchiha Sarada," ungkap Mitsuki sebelum mendaratkan kecupan di dahi Sarada.
...🌸...
Besok adalah hari pernikahan Mitsuki dan Sarada, dengan baju hitam rapi, Sarada bersiap pergi ke makam, Mitsuki bilang ada hal yang lupa dia lakukan disana.
"Papa, mama selamat pagi," sapa Sarada ketika orang tuanya tengah bermesraan.
"Kamu jadi ke makam?" tanya Sasuke.
"Iya pa, aku mau nemenin Mitsuki."
"Putri mama harus kuat, mama nggak mau kamu pulang kerumah dengan mata bengkak," peringat Sakura.
Sarada tersenyum manis, "Iya ma, Sarada janji."
Dan akhirnya Mitsuki datang dengan wajah gagahnya, "Udah siap?" tanya Mitsuki, diangguki oleh Sarada.
__ADS_1
Mereka pun masuk kedalam mobil, lalu pergi menuju makam.
Sesampainya disana, Sarada menenteng wadah bunga tabur, didepan makam Hara, Sarada berusaha keras untuk tidak mengeluarkan air matanya sembari menaburkan bunga mawar dan melati diatas makam kakaknya.
Selesai hal itu, Mitsuki memegang kedua tangan Sarada dan berlutut dihadapan gadis itu serta dihadapan makan Hara.
"Di hari selanjutnya, Aku ingin membagi semuanya denganmu, Sarada."
"Apa aku harus menanyakan artinya padamu Mitsuki?" tanya Sarada.
Mitsuki terkekeh," Aku tidak menanyakan arti, aku menyatakan sesuatu padamu Sarada."
Sarada memandang batu nisan bertulis Uchiha Hara, "Aku menyukaimu Mitsuki."
"Menikahlah denganku," ucap Mitsuki mengeluarkan cincinnya.
"Dengan senang hati," jawab Sarada, Mitsuki memasangkan cincin itu ke jari Sarada.
Mitsuki bangkit, ia menautkan jarinya ke jari Sarada, mereka menghadap makam Hara bersama.
"Terima kasih," ucap mereka berdua bersama. Kini Sarada tau apa yang Mitsuki lupakan.
Sarada tersenyum bahagia, Mitsuki baru saja melamarnya di depan makam kakaknya, Hara.
__ADS_1