
Sakura maupun Hinata langsung menyembunyikan benda pipih itu.
"Tidak ada," ucap Sakura, Sasuke menyadari hal itu tapi dia memilih diam.
"Dimana Naruto?" tanya Sasuke pada Hinata.
"Dia bilang akan menyelidiki sesuatu," jawab si rambut indigo.
"Oke, Hinata kembali ke kamarmu dan Sakura ikut denganku," titah Sasuke.
"Baik tuan Uchiha, saya permisi," pamit Hinata lalu pergi, meninggalkan Sakura dan Sasuke sendiri.
Sasuke menarik tangan Sakura kekamar mereka, Sasuke menyuruh Sakura duduk ditempat tidur dengan kaki terulur kedepan.
"Kenapa aku harus menuruti mu?" tanya Sakura melipat kedua tangan dengan tatapan menantang.
Sasuke mengeluarkan pisau lipatnya, " Aku akan membuat lubang di lehermu."
"Silahkan, aku akan sangat bersyukur jika mati sekarang, aku bisa bersama dengan Kiba didunia sana," ucap Sakura yang membuat Sasuke menggertakkan gigi kesal.
"Kenapa diotakmu hanya ada lelaki itu? Kau tidak boleh memikirkan laki-laki lain kecuali diriku!" bentak Sasuke.
"Bagaimana aku tidak memikirkan dia? Kiba adalah pacarku, dia datang lebih dahulu jauh sebelum kau membeliku," ucap Sakura yang membuat Sasuke benar-benar kesal.
Sasuke mencengkram rahang Sakura, "Turuti saja kemauanku malam ini, lupakan laki-laki itu jika tidak aku akan melupakan kontrak kita," ujar Sasuke setelah melepaskan tanganya dari rahang Sakura.
Wanita itu diam tak berkutik setelah melihat Sasuke, Sakura mengikuti perintah suaminya, ia berjalan menuju kasur dan duduk ditengah-tengah kasur sambil bersender.
Sasuke menyimpan pisaunya dan menyusul Sakura, ia duduk disamping Sakura dan menarik kepala wanita itu pelan kedadanya.
Lelaki itu mengambil novel diatas nakas lalu membacanya, Sakura merasa ada yang aneh, wanita itu bersyukur karna Sasuke memberinya kesempatan hidup, ya walaupun jika tidak juga tak masalah.
Diam-diam Sakura juga ikut membaca novel yang terpampang didepannya, banyak sekali gambar kucing disana.
"Apa ini, kenapa dia melakukan percobaan kepada kucing-kucing tak berdosa itu," kesal Sakura tanpa sadar, Sasuke hanya tersenyum dan melanjutkan membaca.
__ADS_1
"Aku mengajakmu bicara Sasuke-kun, jangan mendiamkan ku," ucap Sakura lagi, Sasuke menoleh terkejut. Ia seolah melupakan ketakutannya.
"Kamu memanggilku apa tadi?"
"Sa-sasuke- kun," jawabnya setelah sadar apa yang Sakura katakan.
"Dia melakukan percobaan itu karna dia ingin memberikan hadiah pada pacarnya, pacarnya meminta satu kucing dengan seratus kepala," jelas Sasuke yang membuat Sakura bergidik.
"Pacarnya sangat bodoh," umpat Sakura.
"Itu lah cinta, seberat apapun dia meminta sesuatu pasti akan dilakukan," ucap Sasuke lalu membalik halaman yang penuh dengan gambar kucing lucu.
"Aku ingin anak..." Sasuke menoleh senang, "Kucing," lanjut Sakura yang membuat Sasuke kembali pada wajah datarnya.
"Kau hampir membuatku senang Sakura."
"Apa boleh aku memelihara anak kucing, dia bisa jadi teman ku saat kamu ada di rumah Uchiha," ucap Sakura memohon.
"Tidak," jawab Sasuke tugas.
"Ayolah, Aku mohon." Sakura menyatukan tangannya berusaha meluluhkan hati pria disebelahnya.
Melihat wajah kesal Sasuke, Sakura kembali diam dan ia teringat sesuatu.
"Tunggu, seharusnya aku marah padamu, sekarang kenapa aku malah mengajak mu berbicara?" tanya Sakura kesal.
Sasuke mendekatkan wajahnya, Sakura langsung menarik nafas, "Karna sehari saja kau tidak bisa menahan diri untuk berbicara."
Sasuke mengecup puncak kepala Sakura lalu mengambil handphone berwarna pink yang ada dalam saku jas nya.
"Untukmu." Sasuke menyerahkan handphone itu.
"Ini handphone mahal," ucap Sakura bergetar setelah menerima benda mahal itu, ada stiker uchiha di belakang handphonenya.
"Kenapa? Handphone ini akan menandakan bahwa kamu milik Uchiha, Uchiha Sasuke."
__ADS_1
Hati Sakura tersentuh, suasana menjadi panas, Sakura menghirup udara banyak-banyak, mirip ikan yang terlantar dijalanan tanpa air.
"Kau tau Sakura? Aku tidak pernah sesenang ini jika dekat dengan perempuan," ungkap Sasuke menunjukkan rahasia sedikit demi sedikit.
"Nyonya—?"
"Bahkan dengan dia saja aku tidak seperti ini."
"Sasuke-kun, boleh aku meminta sesuatu?" tanya Sakura.
"Tentu, apa saja untukmu, kau mau kucing berkepala seratus seperti cerita itu atau berkepala seribu?
Sakura menggeleng, "Bukan, berhenti membunuh orang."
Lelaki itu diam, tatapannya tidak lepas melihat Sakura, tatapan sendu Sakura membuat Sasuke merasa bersalah karna membunuh Kiba yang masih berstatus sebagai pacar istrinya.
"Aku tidak membunuh seseorang kecuali orang itu mencari masalah padaku."
"Kau boleh membunuh asal jika orang itu masuk kriteria orang bersalah," ucap Sakura menunjukkan jari kelingking nya, "Berjanji padaku."
Sasuke mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking milik Sakura, "Aku berjanji."
"Kalau kau melanggar maka kamu harus membunuhku juga," ucap Sakura tanpa takut.
"Ya, Nyonya Sakura, permintaanmu diterima."
Sasuke pun memeluk Sakura erat, alasannya meninggalkan pesta hanya untuk bertemu dengan Sakura, ia selalu merasa cemas jika Sakura jauh darinya walaupun disini ada Naruto dan Hinata.
"Aku menyukaimu, Sakura," batin Sasuke mencium aroma rambut Sakura yang mirip dengan aroma bunga Sakura yang tengah mekar, "Maafkan aku yang telah membunuh cinta pertamamu."
...🌸...
Suara pecahan kaca semakin terdengar begitu jelas, Karin melempar semua pajangan kamarnya dengan penuh amarah.
"Akh!! Apa ini sebuah kutukan bagiku? Apa ini sebuah kutukan! Dia sudah merebut suamiku, orang yang paling aku cinta didunia ini," isak Karin duduk di pinggir ranjang, disekelilingnya penuh dengan pecahan kaca berbagai ukuran, mulai yang bisa dilihat oleh mata ataupun tidak.
__ADS_1
"Awalnya aku kira gadis itu akan menjaga jarak dengan Sasuke, tapi tidak! Mereka semakin dekat dan bahkan Sasuke menemuinya sekarang, seharusnya dia bersama ku seperti acara ulang tahun sebelumnya!" teriak Karin frustasi, ia menjambak rambut merahnya hingga ada beberapa helai yang rontok.
"Mereka harus berpisah secepatnya! Sakura, aku harap kau menepati janjimu, janji untuk meninggalkan Sasuke," ucap Karin penuh penekanan sembari menatap cermin, menatap pantulan bayangan wajahnya yang terlihat menyedihkan.