After 17

After 17
08


__ADS_3

Sasuke masih setia duduk disamping Sakura, menunggu gadis itu sadar.


Tiba-tiba Obito masuk bersama dengan Rin, mereka sudah memakai pakaian serba hitam.


"Apa ada tugas lagi?" tebak Sasuke benar.


"Ya, marga Hyuga menyuruh kita membunuh mentri-mentri yang kurang cakap, diantaranya....." Obito mulai menyebutkan nama yang akan menjadi target, Sasuke langsung mengingatnya. Lelaki itu bangkit dilihatnya lagi Sakura lalu berjalan keluar ruangan.


"Pastikan dia aman, aku ingin dia tetap berada diposisinya begitu aku kembali," titah Sasuke kepada bodyguard khususnya.


"Baik tuan."


...🌸...


Uchiha memang dikenal sebagai clan pembunuh bayaran, setiap tindakan mereka tidak akan digubris oleh polisi karna mereka memiliki kartu izin pembunuhan, aneh bukan?


Hanya dengan 20 bodyguard yang telah dilatih mereka bisa membabit buta hanya dalam hitungan detik.


Sasuke, Obito dan Rin terpecah menjadi tiga bagian, mereka mendatangi para mentri dan langsung membunuh tanpa ampun, darah terciprat sampai ke tembok.


"Apa yang kalian lihat huh? Ingin nasib kalian sama seperti dia?" tanya Sasuke pada dua anak kecil yang sudah dipastikan adalah anak dari mentri itu, sembari mengacungkan pedangnya ia mendekati kedua anak itu. Tentu saja mereka memundurkan badan.


Begitu mereka sampai dipojokan dinding, mereka menutup kedua mata takut, Sasuke menyimpan pedangnya lalu berlutut dan mengelus puncak kepala mereka.


"Hiduplah sebagai orang yang bijak sebelum bisa memimpin sesuatu, " nasehat Sasuke sebelum pergi, ia sengaja membuat lambang uchiha didekat mayat itu agar polisi tak perlu repot-repot menyelidiki.


Membunuh anak kecil bukanlah ciri khas clan mereka, lelaki itu berjalan menuju mobil uchiha diikuti Rin dan Obito yang sudah selesai, tampak mereka mengambil salah satu organ korban untuk diberikan pada clan Hyuga, sebagai tanda mereka sudah melaksanakan perintah.


...🌸...


Sakura membuka mata perlahan, matanya bergulir menatap penjuru ruangan, kepalanya masih terasa pusing. Ia hendak mendudukan diri tapi—


"Nona tetap ditempat!" pekik salah satu bodyguard.


"Ke-kenapa?"


"Tuan bisa membunuh kami jika anda mengubah posisi." Sakura menyipitkan matanya, ia berpikir apa yang diperintahkan oleh si bodoh uchiha itu hingga membuat bodyguardnya takut setengah mati.

__ADS_1


"Baiklah," ucap Sakura kembali terbaring tanpa mengubah posisinya.


Tak berapa lama, Karin masuk dengan nampan berisi bubur, air putih serta obat.


"Makan lah," ucap Karin duduk di pinggir ranjang.


Sakura tersenyum, "Bagaimana caranya aku makan jika tuan Uchiha melarangku untuk mengubah posisi."


Karin mendengus, ia menatap tajam kearah bodyguardnya.


"Maaf nyonya uchiha, perintah tuan tidak terbantahkan," ucap bodyguard yang sudah tau pertanyaan apa yang akan dilontarkan.


"Terpaksa kau harus menunggu Sasuke terlebih dahulu, aku akan menelfon nya," ucap Karin, ia meletakkan nampan diatas nakas lalu mengusap rambut Sakura pelan setelah itu pergi menuju kamarnya untuk menelfon sang suami.


...🌸...


Dua jam kemudian, Sasuke telah kembali ia menuju kamar Sakura dengan wajah ceria karna ia menerima telfon dari Karin bahwa Sakura sudah sadar. Dia juga membawa makanan kesukaan gadis itu, nasi goreng.


"Kalian boleh pergi," ucap Sasuke, bodyguardnya membungkukkan badan lalu pergi, begitu mereka sudah hilang dari pandangannya Sasuke menutup dan mengunci pintu kamar Sakura.


"Bangun," titah Sasuke, Sakura menoleh lalu mendudukkan diri, Sasuke menyingkirkan bubur yang telah berair itu, dan membuka kotak berisi nasi goreng, mata Sakura langsung berbinar.


"Makan, nanti malam aku akan mengajakmu berkeliling alun-alun konoha,"ajak Sasuke sembari memberikan kotak makanan itu.


Sakura memakannya dengan lahap, "Tapi aku baru saja bangun tau."


"Melawan?" tanya Sasuke dingin. Alasan pria itu mengajak Sakura pergi keluar agar dia tidak memikirkan pelaku yang membuat gadis itu sengsara, biarkan tugas ini Jugo yang menangani.


"Baiklah aku mau, his, kau seperti mau menerkamku," ucapnya sambil mengunyah makanan.


"Kau mau ku makan sekarang?" goda Sasuke dengan senyum devilnya.


Sakura yang polos menggeleng, "Daging ku tidak enak, walaupun kau merebusku berkali-kali daging ku akan tetap sulit dikunyah."


Sasuke kembali ke wajah dinginnya, betapa polosnya gadis ini sehingga Sasuke ingin membuka segelnya tapi hasratnya harus ia tahan karna Sakura belum memberikan penawaran.


"Maksudku, bagaimana kalau kita belajar membuat anak?" ucap Sasuke mendekatkan diri ke Sakura.

__ADS_1


Sakura tersedak, pria itu memberikan air putih," Apa kau gila, aku masih sekolah!"


"Lalu?"


"Setidaknya tunggu sampai aku lulus dulu," ucap Sakura melanjutkan makannya.


Sasuke mengangkat sebelah alisnya, "Kelulusanmu dua bulan lagi bukan?"


Sakura mengangguk, "Iya, setelah itu kau boleh berbuat sesuka hati kepadaku."


Sasuke tersenyum, ia dibuat gemas oleh Sakura, pria itu mengambil handphone nya dan melihat tempat yang cocok untuk berduaan dengan si rambut merah muda.


"Sepertinya ini bagus," batin Sasuke dalam hati lalu mengirimkan gambar pada Jugo.


...🌸...


Malam harinya Sasuke dan Sakura telah sampai di alun-alun, mereka yang melihat kehadiran Sasuke langsung lari menyelamatkan diri, hanya dengan melihat pistol yang ada di saku celana nya saja bisa ditebak jika siapapun yang menyenggol Sasuke, kepalanya akan menjadi target peluru panas lelaki uchiha itu.


Sakura menikmati suasananya walaupun ia tau disebelahnya ada pria tampan jelmaan malaikat maut.


"pemancingan!" teriak Sakura heboh lalu menarik tangan Sasuke menuju kolam kecil  yang ada di pinggir alun-alun.


"Ini Nona," ucap pemilik pemancingan itu seraya menyerahkan alat pancing.


Dengan senyum mengembang Sakura memasang umpan dan melempar nya kedalam air. Sasuke mengerutkan dahinya was-was. Tak butuh waktu lama, Sakura berhasil mendapatkan ikan besar.


"Tuan Uchiha, lihat aku dapat," ucap Sakura sambil mengacungkan ikan hasil tangkapannya.


Sasuke memundurkan badannya, "Jauhkan itu dariku!"


Sakura menatap heran, ia bangkit mendekati Sasuke dan masih tetap membawa ikan itu.


"Kenapa, aku hanya ingin menunjukkannya padamu,"


"Jauhkan itu!"


Dor!

__ADS_1


Sasuke menarik pelatuk pistolnya dengan nafas terengah-engah, beruntung peluru itu tidak mengenai Sakura.


"Tuan Uchiha, apa kau takut dengan...ikan?


__ADS_2