After 17

After 17
32


__ADS_3

Flashback on


Setelah berpisah dengan Sasuke, Sakura tinggal dikos-kos an Gaara, ia kadang ikut lelaki itu kerumah sakit.


Sampai suatu hari Sakura dinyatakan hamil oleh Tsunade.


"Tapi, aku tidak melakukan hubungan dengan Sasuke-kun," ucap Sakura tak percaya melihat hasil tes nya.


"Bisa saja tuan uchiha yang melakukan tanpa sepengetahuanmu," ucap Tsunade.


Sakura keluar dari ruangan dengan lesu. Ia mencari sosok Gaara dan ia menemukan lelaki itu sedang berbincang dengan dokter lain.


"Ada apa?" tanya Gaara.


"Aku...hamil," ucap Sakura.


"Kalau begitu kau tidak bisa berpisah dengannya, Sakura," ucap Gaara.


"Aku sudah menandatangani surat itu, kalaupun aku kembali sama saja aku tidak menepati janjiku pada Nyonya Karin," isak Sakura.


Gaara merasa sedih melihat adiknya dalam keadaan seperti ini, "Sakura, kita pindah ke Suna, Konoha sudah tidak aman untukmu."


Akhirnya mereka berdua pergi ke Suna dan menjalani hidup seperti orang pada umumnya sampai kelahiran anak keduanya yang ia beri nama Sarada.


Saat ia berjalan pulang sambil menggendong Sarada, tanpa wanita itu sadari Sasuke berjalan tepat dihadapannya, lelaki itu tampak buru-buru. Sayangnya mereka tidak menyadari dalam jarak sedekat itu.


...Setibanya dirumah, Sakura dikejutkan dengan kehadiran Indra yang tengah memukuli Gaara....


"Jangan sakiti Gaara!" bentaknya.


Mendengar suara Sakura, lelaki itu menoleh senang, "Akhirnya kau datang Sakura, jika tidak lelaki ini akan mati."


"Kenapa kau ada disini! Dan apa maumu!"


Indra berjalan mendekati Sakura, "Aku sudah mengikutimu dari dulu,yang aku inginkan tentu saja dirimu." Indra menyentuh pipi Sakura tapi wanita itu menepisnya.


Merasa ditolak, Indra merebut bayi yang ada dalam dekapan Sakura dan mengarahkan sebuah pisau kekepala bayi itu.


"Jangan! Jangan bunuh anakku!"

__ADS_1


"Menikahlah denganku, Sakura."


"Aku tidak sudi menikahi lelaki sepertimu," tolak Sakura yang mencoba mengambil Sarada dari tangan Indra.


Indra mendecak, ia menyerahkan Sarada pada salah satu bodyguard dan menarik Sakura menuju ruang bawah tanah kediaman Sabaku.


Betapa terkejutnya Sakura saat melihat banyak sekali lelaki berbadan besar dari clan Kaguya, Sakura meneguk ludah dengan susah payah.


"Kalian bisa memakai wanita ini sesuka hati," ucap Indra dengan kejamnya, Sakura menatap lelaki itu tak percaya.


"Huh, ekspresi macam apa itu, ini sebagai hukuman, aku akan menunggu sampai kau mau menikah denganku Sakura," ucap Indra sebelum pergi.


Sepeninggalan lelaki itu, clan Kaguya mulai melakukan hal-hal kasar pada wanita berambut gulali itu, luka serta memar ada dimana-mana. Hal itu terus saja terjadi tanpa berhenti hingga suatu saat Sakura diikat disebuah tiang tanpa sehelai benang pun dan ada Indra didepannya yang tengah duduk sambil meminum kopi panas. Diruangan itu hanya ada mereka berdua.


"Kau sangat mahir melindungi kewanitaanmu Sakura, aku semakin terkesan dan ingin segera mendapatkanmu," ucap Indra yang masih memandangi tubuh penuh luka Sakura.


"Ya! Hanya Sasuke-kun yang boleh melakukannya padaku!" teriak Sakura .


"Sasuke kau bilang? Hahhaha, bahkan lelaki itu saja sudah tidak peduli denganmu," tawa Indra tampak mengejek baginya.


Sakura tidak mengelak soal itu, Sasuke memang sudah melupakannya dan kembali pada Karin.


"Apa yang kau lakukan pada Sarada, brengsek!" pekik Sakura.


Indra hanya tersenyum, "Aku akan membiayai pendidikannya, tapi dia harus bekerja melayani clan ku untuk mengembalikan uang yang aku gunakan untuknya."


"Tidak! Kau tidak boleh melakukan itu!"


"Aku harus bagaimana? Mereka tidak akan puas jika hanya menyentuh tanpa memakai."


"Baiklah, aku akan menyerahkan tubuhku kepada mereka, asal kau tidak menyakiti Sarada," pasrah Sakura, sejak saat itu ia dijadikan piala bergilir oleh para lelaki clan Kaguya, semua ia lakukan untuk keselamatan Sarada.


Flashback off


Kini Sarada sudah duduk dibangku SMA kelas 10, ia menempuh pendidikan disekolah khusus putri bersama Chocho dan Sumire. Alasan Sarada tidak memilih sekolah umum karna ia membenci laki-laki.


Ia benci jika mendengar teriakan mamanya karna laki-laki bernama Indra itu, hanya ada satu cowok yang berhasil mendekati Sarada yaitu Mitsuki. Mitsuki merupakan anak seorang pawang ular terkenal di Suna. Cowok itu menempuh pendidikan di sekolah umum jadi mereka jarang bertemu.


"Hei, melamun terus, Sarada," tegur Chocho dengan tangan kanan memegang es krim.

__ADS_1


"Ada berita besar lho, Sarada," ucap Sumire.


"Ada apa memangnya?" tanya Sarada bertolak pinggang, Sarada dikenal akan kenakalannya, namun begitu gadis itu sangat pintar.


"Katanya SMA Sakurai akan disatukan dengan SMA Elite di Konoha, soalnya disekolah kita akan ada perbaikan besar-besaran," jelas Sumire.


"Berarti kita harus tinggal disana?" tanya Sarada yang diangguki oleh kedua temannya.


SMA Elite adalah SMA khusus bangsawan, sekolah itu didirikan oleh clan Uchiha serta clan Uzumaki dan clan Nara.


Jujur Sarada belum pernah keluar dari Suna selama 17 tahun ini. Ini adalah kesempatannya untuk melihat dunia lebih jauh.


...🌸...


Share house kini disulap seperti istana berbeda dari sebelumnya, yang tinggal disana hanyalah, Boruto, Hara, Zora, Himawari, Shuji dan Arius.


Hara sibuk menatap layar komputernya, ia sibuk mencari orang yang menghina keluarganya.


Hara sama seperti Sasuke tapi mereka juga memiliki perbedaan. Antaranya, jika Sasuke lebih memilih terjun langsung ketempat pembunuhan sedangkan Hara tidak, dia selalu mengandalkan bodyguard andalannya. Karna jarang menunjukkan diri, masyarakat banyak yang belum mengetauinya.


"Dih, sibuk mulu nih anak," cibir Arius yang asal masuk bersama dengan Shuji.


"Liat saja nanti, rambut si Hara berubah jadi putih karna kebanyakan mikir," timpal Shuji.


Hara melirik tajam kearah kakak-kakaknya, "Pergi."


"Selain kejam kau itu juga dinginnya, benar-benar copy paste paman Sasuke," ucap Shuji jengkel.


"Kita kesini karna ada kabar Har," ucap Arius sembari menyerahkan dokumen.


Cowok bermarga Uchiha itu membacanya dengan teliti, "Aku setuju, kasih tau ke mereka, mereka bisa datang besok."


Tiba-tiba Zora masuk dan memeluk Hara dari belakang.


"Lepas tangan mu, atau aku akan memotongnya,"ancam Hara.


Seketika Zora kesal, "Ih kenapa sih, aku itu tunangan mu!"


"Kau itu memang tunangan ku,  pilihan papa dan mama Karin tapi kau tidak bisa seenaknya menyentuhku dengan tangan kotor mu itu!"

__ADS_1


__ADS_2