After 17

After 17
13


__ADS_3

Sinar matahari mulai menunjukkan sinarnya, sepasang suami istri itu masih betah berada di alam mimpinya, ya mereka adalah Sasuke dan Sakura, mereka baru menyelesaikan kegiatan panas jam 3 pagi.


Sasuke membuka mata perlahan lalu memeluk tubuh mungil istrinya.


"Aku tau, setelah ini kau pasti akan lebih membenciku, Sakura." Sasuke melepaskan pelukannya lalu beranjak dari kasur dan menuju kamar mandi.


Perasaan bersalah melekat erat dalam pikirannya, melakukan hubungan seperti itu tanpa persetujuan dari pihak wanita, tapi Sasuke terpaksa melakukan hal itu agar ia terikat dengan Sakura sebelum gadis itu mengajukan perceraian.


...🌸...


Dikantor pun Sasuke tidak bisa konsentrasi, apalagi si rambut pirang itu asik tersenyum sembari menatap handphone nya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Sasuke penasaran.


"Sebuah foto," jawabnya sembari memperlihatkan gambar gadis berambut indigo yang tengah menangis dengan tubuh polos tanpa busana. Betapa bejatnya temannya itu. Mas ngaca dulu.


"Kau sangat brengsek Naruto."


"Ya, bejat ku bertambah seiring rasanya semakin nikmat," ucapnya yang masih memandangi layar handphone tanpa bersalah sedikit pun.


"Sakura pasti akan menghabisi ku jika dia tau Sahabatnya telah dirusak oleh Uzumaki Naruto, teman dekat dari suaminya," ucap Sasuke sembari melihat kembali jadwal kerjanya.


"Tenang saja, jika Hinata sampai hamil, aku akan bertanggung jawab."


"Pernikahan bukan mainan, Naruto."


"Bagaimana dengan mu hm? Kau tau diriku Sasuke, aku tidak pernah sesenang ini setelah bercinta dengan seorang gadis, sudah dipastikan aku akan menjadikan Hyuga itu milikku." Naruto sudah bertekat menjadikan Hinata istrinya.


"Bermimpilah, dia punya Neji yang bisa membuatmu masuk kealam baka." Sasuke tau persis bagaimana karakter seorang penjahat yang ada di Konoha. Sayangnya Neji yang disebut pembunuh berdarah dingin tidak memiliki kartu pembunuhan sehingga dia sudah bolak balik masuk penjara.


"Kalau si banci itu hebat kenapa keluarganya memintamu membunuh para penjabat?"

__ADS_1


"Karna Neji tidak memiliki ini," ucap Sasuke sembari menunjukkan kartu pembunuh nya, hal itu membuat si jabrik tersenyum mendengarnya.


"Kau hebat Sasuke, bukan hanya hebat dalam membunuh tapi juga dalam memikat para wanita."


...🌸...


Sakura melangkah menuju ruang makan setelah membersihkan dirinya, langkahnya sedikit aneh karna ya....masih sedikit perih.


"Sakura, kemari dan makan lah," ucap Karin, dari senyum yang kaku Sakura dapat memastikan ada sesuatu yang dirasakan wanita itu.


Setelah duduk, Sakura memulai makannya, enak. Hanya itu yang ia rasakan dari makanan khas Uchiha.


"Kau sudah melakukan hal itu ya?" tanya Karin yang membuat Sakura tersedak.


"A-apa maksudmu nyonya?" tanya Sakura balik, matanya melirik kesana kemari.


"Jangan berpura-pura, kau harus tau teriakkan mu kemarin membuat kami terkejut," ucap Karin berkaca-kaca, pasti hatinya sedang sakit sekarang.


"Maaf kan aku Nyonya," ucap Sakura menunduk, Uchiha brengsek! Batin Sakura.


Sakura meletakkan alat makannya, "Sejujurnya aku tidak pernah senang berurusan dengan seorang Uchiha apalagi menjadi bagian dari skenario kehidupannya!" Sakura beranjak dari kursi lalu pergi keluar, ntah kemana ia harus melarikan diri. Kerumah Kiba? Tidak-0Tidak, lelaki itu pasti sedih jika melihatnya dalam kondisi seperti ini.


Karin menunduk sedih, perkataannya memang sudah kelewatan, karna ia tau hanya orang bodoh yang berani mencintai clan Uchiha.


Mikoto dan Itachi yang melihat wajah murung wanita berambut merah itu langsung memutar otak cepat.


"Ibu, aku akan menaruh obat perangsang pada Sasuke agar Karin dan Sasuke bisa melakukan hubungan layaknya suami istri pada umumnya, " ucap Itachi yang sudah terlanjur tak suka melihat perkembangan hubungan Sakura dengan adiknya.


"Rencana mu bagus, besok adalah ulang tahun Sasuke, kau bisa melancarkan aksimu." Itachi tersenyum begitu mendapatkan persetujuan Mikoto, kehadiran Sakura sudah membuat kapal Karin dan Sasuke mulai terombang-ambing. Walaupun mereka tau itu bukan seutuhnya kesalahan Sakura, mereka tetap saja menyalahkannya.


...🌸...

__ADS_1


Hujan sudah mengguyur kota Konoha sejak tadi siang, Sasuke memarkirkan mobilnya digarasi lalu melangkah masuk kedalam rumah.


"Sasuke..." Sapa Karin lalu mendapat kecupan kecil dari Sasuke.


"Dimana Sakura?" Hati Karin semakin teriris mendengar hal itu.


"Dia belum pulang sejak tadi pagi," ucap Karin.


"Kemana dia pergi?"


"Aku tidak tau? Sepertinya aku salah bicara sehingga dia marah padaku," ucapnya lagi.


Sasuke mengusap wajah kasar lalu memutar badan untuk mencari keberadaan Sakura, setelah menghidupkan mesin mobilnya ia langsung menginjak gas dengan terburu-buru, rasa khawatir mulai Sasuke rasakan, pikiran buruk tak lepas dari otaknya.


"Sakura, aku bisa gila jika kau terus saja menghilang!" batin Sasuke geram.


Pandangan Sasuke menangkap seseorang berambut merah muda tengah duduk melamun di ayunan, dia sudah basah kuyup, secepat mungkin Sasuke menepikan mobilnya lalu menghampiri orang itu.


"Sakura!" panggilnya.


Orang itu menoleh kebelakang, wajah gadis itu sudah pucat, kulit tangannya mulai mengkerut.


"Ayo pulang," ajak Sasuke menarik tangan orang itu.


"Aku tidak mau! Biarkan aku mati disini!" teriak Sakura, suara petir mulai bersautan dan hujan semakin deras, baju yang dipakai Sasuke pun juga ikut basah.


"Sakura dengarkan aku, aku tidak akan membiarkan mu mati sebelum dirimu memberikan keturunan ku."


"Kau bajingan! Kau pikir dengan wajah tampanmu aku akan terpikat? Cih!"


Mau tak mau Sasuke harus menggendong gadis itu, Sasuke menggendong Sakura dibahu kanannya mirip karung beras, tak peduli sekuat apapun Sakura memukulnya hal itu tidak membuatnya menurunkan si merah jambu.

__ADS_1


"Berhenti membuatku bimbang tuan," ucap Sakura pelan namun Sasuke dapat mendengarnya.


Sasuke berhasil memasukkan Sakura kedalam mobilnya kemudian melaju menuju kediaman Uchiha, perkataan Sakura membuat Sasuke bingung. Bimbang? Apa Sakura juga menyukai ku? Pikirnya.


__ADS_2