After 17

After 17
49


__ADS_3

Seminggu sudah dilalui Mitsuki dengan susah payah, Sarada selalu lupa jika Mitsuki juga tinggal dirumahnya sehingga gadis itu selalu memamerkan tubuh molek nya, hal itu membuat Mitsuki uring-uringan.


"Aaa bangsat! Aku bisa gila!" ucap Mitsuki mengacak rambut biru mudanya kesal.


Sakura yang melihat Mitsuki yang tengah mengacak rambut didepan cermin pun tersenyum, "Mitsuki," panggilnya.


Mitsuki menoleh dengan rambut acak-acakan," Bibi Sakura, ada apa?"


"Begini, hari ini akan ada acara makan malam di kediaman besar Uchiha, oiya, kalian harus memakai baju couple waktu itu," perintah Sakura dijawab anggukan Mitsuki, setelah itu ia kembali kekamarnya untuk membangunkan Sasuke.


Sarada keluar dari kamar mandi, Mitsuki menghela nafas karna Sarada memakai pakaian lengkap jika tidak Mitsuki pasti sudah bersiap menerkam gadis itu.


"Mama tadi kesini? Ngapain?" tanya Sarada.


"Kita ke Konoha nanti, dan bibi nyuruh kita untuk memakai baju couple waktu itu, " ucap Mitsuki.


Sarada melebarkan senyumannya, "Yes! Kita coba bajunya yuk!" ajak Sarada antusias.


...🌸...


Malam tepat pukul 18.25, Sarada, Sasuke, Sakura dan Mitsuki sudah sampai, sebelum makan malam, Sarada mengajak Mitsuki menuju kamarnya untuk merapikan rambut yang terkena terpaan angin.


"Sar, sini," ucap Mitsuki menepuk-nepuk kaki kanannya. Sarada mengangguk, ia berdiri disebelah kanan Mitsuki.


Cekrek.


Mitsuki mengambil gambar mereka berdua lalu menjadikannya wallpaper handphone.


"Kita cocok Mit," ucap Sarada yang baru menyadari kesamaan satu sama lain.

__ADS_1


"Seminggu lagi, setelah itu aku tidak akan membiarkanmu lolos!"ucap Mitsuki yang terdengar seperti ancaman bagi Sarada.


...🌸...


Makan malam telah selesai, pandangan Itachi terhadap Mitsuki sangat rendah.


"Sarada kenapa kau memilih orang rendah yang bahkan marga pun tak punya? Kau sangat rendah seperti Sakura," ejek Itachi.


Mitsuki menundukkan lirikannya, hal itu membuat Sarada tak tega, "Kenapa paman? Apa jika aku menikah harus memikirkan kedudukan?"


"Ya, marga Uchiha sudah tercemar Sarada karna kau! Pewaris Uchiha turun temurun adalah laki-laki dan sekarang untuk pertama kalinya perempuan yang akan mewarisi usaha Sasuke," ejek Itachi lagi.


Kini Sasuke yang bersuara, "Ini takdir, kakak tidak bisa menyalahkan Sarada, tidak penting itu laki-laki atau perempuan yang jelas mereka bisa memimpin perusahaanku nanti."


"Lihat Sakura, gara-gara sifat rendahanmu, adikku sudah berubah, selama ini dia tidak pernah melawanku."


"Berhenti menyalahkan Sakura! Jika kakak terus mengejek keluargaku aku lebih baik melepas marga ku agar Mitsuki dan aku memiliki kedudukan yang sama," ucap Sasuke tak main-main.


"Berlebihan katamu? Kakakku sudah berani menyalahkanmu dan membela wanita sialan itu!" amuk Sasuke.


"Sasuke, maafkan kakakmu, dia hanya bercanda, kami akan menerima siapapun pilihan Sarada," ucap Fugaku menengahi pertengkaran kedua putranya.


Itachi menggebrak meja lalu meninggalkan meja makan, ia sudah terlanjur kesal dengan sikap Sasuke yang menurutnya tak pantas.


"Kapan kalian akan menikah?" tanya Mikoto pada Sarada dan Mitsuki.


"Sarada belum menjawab lamaranku, nyonya, jadi aku akan menunggu seminggu lagi bertepatan dengan selesainya ujian paman Sasuke," balas Mitsuki.


...🌸...

__ADS_1


Ujian dari Sasuke sudah selesai, Kini kedua pasangan itu tengah berdiri diluar rumah sambil menatap langit malam.


"Aku masih menunggu jawaban," ucap Mitsuki mengingatkan.


"Bukannya sudah jelas?"


"Apanya yang jelas? Kau belum memberi jawaban, baru paman Sasuke dan bibi Sakura," kesal Mitsuki, ia menidurkan kepalanya di paha Sarada.


Sarada menangkup wajah Mitsuki, "Aku menerimamu, kali ini tulus aku suka kepadamu bukan janjiku pada Kak Hara."


Mitsuki tersenyum lega setidaknya cintanya yang ia kira kandas kini malah bersemi dan membuahkan hasil.


"Aku tidak akan menahan diri lagi Sarada, mulai sekarang kamu milik ku, forever," ucap Mitsuki, ia menarik wajah Sarada agar dekat dengan wajahnya lalu mencium bibir Sarada, gadis itu tak menolak karna ia tau Mitsuki sudah sangat tersiksa selama dua minggu ini. Ia bahagia karna ciuman pertamanya diambil oleh orang yang akan hidup bersama dengannya.


...🌸...


Sasuke melingkarkan tangan kirinya kepinggang Sakura dari belakang, wanita itu tengah melipat pakaian, ia tersenyum mengetahui jika yang memeluknya adalah suaminya.


Sasuke mencium leher Sakura lembut, "Aku menginginkanmu Sakura."


Sakura menghadap kearah Sasuke, "Sayang, bukanya kemarin sudah?"


"Aku belum puas," jawab Sasuke dengan senyum hangat.


"Baiklah tapi nanti, aku akan menyelesaikan pakaian ini."


"Putri kita akan menikah sebentar lagi, aku jadi sedikit tenang karna pilihan Hara tidak salah," ucap Sasuke yang setia menunggu.


"Aku juga sangat bersyukur pada Kami-sama karna memberikan calon menantu baik seperti Mitsuki."

__ADS_1


Setelah memasukkan pakaian kedalam lemari, Sasuke langsung mencumbu Sakura ia tak memberi jeda pada wanitanya untuk melayangkan protes.


"Diam dan cukup nikmati."


__ADS_2