
"Mandi," titah Sasuke begitu mereka sudah sampai dikamar, Sakura tetap diam, tak menjawab ataupun melakukan hal yang diperintah Sasuke.
"Aku bilang, mandi, kau bisa sakit," titah Sasuke lagi.
"Anu—maukah kau mandi bersama dengan ku tuan Uchiha?" ajak Sakura tanpa sadar, ia tak mengira akan melontarkan kata-kata itu.
Sasuke terkejut, "Kau bercanda? Apa hujan membekukan otakmu?"
Sakura kembali murung, segelintir ingatan tentang ayahnya kembali tercetak jelas, lelaki ber—marga Uchiha itu kembali menglihat kejanggalan.
"Ada apa?" tanya Sasuke sembari memegang kedua pundak Sakura.
"Aku ingat ayah, waktu kecil dulu aku selalu mandi bersama dengan ayah," ucapnya sedih, merasa tak enak akhirnya Sasuke mengiyakan.
"Serius?"
"Tanpa sadar kau membuat ku senang, Sakura." Sasuke menggendong Sakura menuju kamar mandi.
"Sepertinya kita harus menerapkan hal ini setiap hari," ucap Sasuke sembari tersenyum. Disitu Sakura hanya tersenyum kecut, ya sepertinya memang benar otak Sakura sedikit beku.
...🌸...
Seorang cowok yang memakai jaket berbulu sudah berdiri tepat digerbang Uchiha, ia menatap langit berusaha memantabkan keputusannya.
Cowok itu menekan tombol bel, tak lama kemudian seorang bodyguard berseragam hitam lengkap membukakan gerbang.
"Siapa anda? Ada keperluan apa tuan kemari?" tanya bodyguard itu.
"Saya Kiba, saya ingin bertemu dengan Uchiha Sasuke," jawab Kiba dingin.
__ADS_1
Ia datang kekediaman uchiha bukan untuk Sakura, melaikan hal lain yang lebih penting daripada pacarnya. Kiba yakin akan ada pertumpah darah an nanti tapi itu bukan masalah besar baginya.
Bodyguard itu membawa Kiba keruang kerja Sasuke, disana sudah ada Sasuke yang tengah menyandarkan diri dikursi dan melipat kedua tangannya.
"Apa yang membuatmu kemari, sudah aku bilang, aku tidak akan menyerahkan Sakura padamu," ucap Sasuke menatap Kiba perlahan.
"Aku datang kesini bukan untuk Sakura, Aku ingin meminta penjelasan darimu! Kenapa kau bunuh semua anjing yang ada di kediaman Inuzuka!" marah Kiba, ia tidak menyangka Sasuke melakukan kekejaman ini pada hewan yang tak berdosa.
Mendengar penjelasan itu, Sasuke terkejut, ia sama sekali belum melancarkan aksinya itu. Lelaki itu bangkit dari tempat duduknya lalu menatap Kiba tajam.
"Aku tidak melakukan hal itu," sanggah Sasuke.
Kiba menunjukkan foto, didalam foto itu terdapat potongan kepala anjing membentuk lambang Uchiha.
"Kau tak bisa ngelak lagi, Uchiha. Gara-gara ulah mu kakakku, Hana Inuzuka sampai masuk kerumah sakit!" bentak Kiba, wajah lelaki itu berubah seketika.
"Aku tidak melakukan hal itu," ucap Sasuke yang masih melakukan pembelaan diri.
Lelaki berambut hitam itu tidak membantah hal tersebut, tapi Sasuke benar-benar belum melakukan rencana dari Jugo. Tunggu, dimana Jugo? Ia tidak melihatnya dari kemarin malam.
"Kau harus bertanggung jawab, Sasuke!" bentak Kiba lancang, ia lalu memukul Sasuke hingga lelaki itu memundurkan badannya. Sasuke beranjak dari kursinya, Sangat tidak enak berkelahi terhalang meja kerjanya.
"Sudah aku bilang! Aku tidak melakukan pembunuhan itu!" Sasuke membalas pukulan Kiba, dalam perkelahian ini Kiba kalah dalam segi kekuatan.
"Terus saja membuat pembelaan, dimata dunia kau ditakuti tapi bagiku, kau tak lebih dari seorang pemaksa dan pembunuh tanpa hati," ucap Kiba yang sudah babak belur ditangan uchiha itu.
"Kau bahkan menikahin gadis secara paksa tanpa menyelidiki jika dia memiliki kekasih," ucap nya lagi.
"Dia bukan lagi seorang gadis, dia adalah wanita ku, sebentar lagi dia akan memberikan apa yang aku inginkan," balas Sasuke, ia mengambil pisau yang ia selipkan dari balik kemeja nya lalu menyayat leher lelaki berjaket bulu itu.
__ADS_1
Hanya dalam hitungan detik Kiba sudah tersungkur dengan berdarah mengalir dari lehernya.
Itachi berhasil mendobrak pintu ruang kerja Sasuke setelah ia mendapatkan laporan dari Mikoto bahwa terjadi sesuatu antara Kiba dan Sasuke. Benar saja, ia melihat Kiba tergeletak tanpa nyawa dengan mata yang masih terbuka.
"Ki-kiba—" panggil seseorang pelan yang sudah dipastikan itu adalah Sakura.
Dia masuk kedalam ruang kerja Sasuke, menerobos kerumunan para bodyguard bertubuh lebih besar darinya.
"Kiba, bangun lah, kumohon!" teriak Sakura sambil mengguncangkan tubuh lelaki tak bernyawa itu, dengan tangan bergetar ia menutup kedua mata Kiba, bibirnya terlalu kaku untuk memaki Sasuke.
Sasuke yang melihat Sakura yang begitu terpukul hanya memandang rendah, lelaki itu sudah kalut dengan emosi, tapi setidaknya ia senang karna satu rivalnya sudah tiada.
"Bawa Sakura ke kamar," perintah Itachi pada pelayan nya.
Pelayan itu mengangguk, "Mari nona." Sakura sempat memberontak tapi ia kembali tenang setelah Itachi menyuntikkan obat bius di lengan gadis itu. Dengan begitu pelayan mudah membawa Sakura kembali ke kamar.
"Bersihkan semua ini," perintah Itachi lagi, dua pelayan yang masih berdiri dibelakangnya mengangguk.
"Aku tidak melakukan pembunuhan itu," ucap Sasuke, kedua tangannya terkepal.
Tiba-tiba.
"Aku yang membunuh semua hewan itu, maafkan atas kelancangan ku Tuan," ucap Jugo yang tiba-tiba muncul.
Sasuke mencengkram kerah tangan kanannya itu, "Kau! Berani sekali membunuh dengan memakai lambang Uchiha, ingat! Kau tidak jauh dari bawahan hina!"
Itachi melerai keduanya, "Sasuke bawa Sakura pergi dari kediaman Uchiha sampai masalah ini selesai."
"Benar, Sakura pasti sangat terguncang dan semakin membenci Uchiha," timpal Karin yang dari tadi diam, ia memang menunggu saat-saat ini, dengan begitu Karin bisa memiliki Sasuke kembali.
__ADS_1
"Kurung dia dan beri penyiksaan 24jam tanpa henti, jangan biarkan dia bernafas dengan lega," titah Sasuke kemudian pergi dari kediaman uchiha untuk mencari tempat yang cocok untuk Istrinya.