After 17

After 17
25


__ADS_3

Sakura berdiri didepan cermin, memandangi pantulan bayangannya. Baju biru muda yang ia pakai sangat cocok dengan jepit merah mudanya.


"Sakura, apa kamu sudah siap? Sepertinya itu mobil kakak Sabaku," ucap Hinata membuka pintu, ia melihat Sakura yang masih berdiri didepan cermin, rautnya begitu menyedihkan.


"Hei, apa ini, jangan menangis," tegur Hinata yang mengetahui cairan bening dari pojok mata gadis gulali itu, lalu menyekanya.


"Hinata, apa aku sudah dibuang?" tanya Sakura dengan suara pilu.


Hinata tersenyum masam, "Tidak! Tuan Sasuke tidak sejahat itu, dia mencintaimu, kalau kamu juga cinta dengannya, kamu harus percaya bahwa dia akan kembali."


"Apa ini hm? Siapa yang membuat Sakura menangis?" tanya seseorang yang muncul dari balik pintu bersama dengan Naruto.


"Gaara," panggil Sakura senang, ia menghampiri orang itu lalu memeluknya erat.


"Ehem, Kalau kau terlalu lama memeluknya sebuah peluru bisa bersarang di kepalamu loh," peringat Naruto, ia juga sudah menceritakan bahwa Sakura menikah dengan Sasuke, sang pembunuh bayaran bak iblis yang menjelma seperti dewa yunani.


Gaara melepaskan pelukannya, "Ayo kita berangkat, Thanks bro!" ucap Gaara menepuk bahu Naruto lalu menarik Sakura menuju mobilnya.


Hinata mendekati suaminya, "Apa Tuan Sasuke sudah menghubungimu? Naruto-kun?"


"Belum, dia masih marah padaku, tidak perlu cemas Hinata, Sasuke akan kemari jika dia merindukan Sakura," ucap Naruto membelai rambut Hinata.


"Aku harap tuan Sasuke cepat kemari, lihat Sakura sangat sedih."


"Jika dia tidak kembali dalam satu bulan ini, aku akan menjual share house dan mengajak kalian semua pindah ke Canada," ucap Naruto lalu pergi.


...🌸...


Didalam mobil Sakura menceritakan permasalahannya pada Gaara.


"Aku akan menghabisi tua bangka itu, berani dia menjual mu kepad penjahat seperti Uchiha itu," kesal Gaara lalu memukul stir pelan.

__ADS_1


"Biarkan saja, aku mau liat sampai mana paman Kakashi bisa memimpin perusahaan Haruno," ucap Sakura.


"Kau tau kan, ibu Mebuki sudah mengurusku dari kecil bahkan sampai kau lahir dia masih tulus merawatku dan kita berpisah karna ibuku menjemput untuk kembali merawatku setelah dia berpisah dengan ayah," jelas Gaara flashback.


"Aku tidak akan lupa."


"Aku menyesel tidak bisa melindungimu, Kamu itu adik yang paling aku sayangi, jadi kalo ada apa-apa denganmu, jangan sungkan nelfon kakak angkatmu ini," peringat Gaara sesampainya di rumah sakit.


"Pasti!" Sakura keluar dari mobil lalu masuk kedalam rumah sakit Nanami diikuti Gaara dibelakang.


Sesampainya diruang periksa," Shizune, tolong periksa adikku, awas kalau kau macam-macam," ancam Gaara.


"Santai lah, mana mau aku macam-macam dengan nona Uchiha," ucap Shizune begitu melihat kalung berbandul uchiha, mengetahui hal itu Sakura melepas kalung itu dan memasukkannya kedalam tas.


"Mari, Nona, aku akan memiksamu, kau jangan berani masuk!" ucap Shizune tajam pada Gaara.


"Dih, aku sama sekali tak mau denganmu!" balas Gaara ketus.


...🌸...


"Aa... Selamat nona! Sebentar lagi akan ada Uchiha junior," ucap Shizune lalu menyerahkan kertas hasil tes tadi.


"Maksudnya...aku...hamil?" tanya Sakura, tangannya bergetar ketika menyentuh kertas itu.


"Benar! Ingin rasanya aku memberitahukan hal ini pada tuan Uchiha!"


"Tidak! Aku sendiri yang akan memberitaukan padanya, jangan bocorkan ini pada publik," peringat Sakura, matanya sudah berkaca-kaca.


"Bai-baik nona," ucap Shizune.


Sakura keluar dari ruangan itu, Gaara sudah menunggunya, melihat Sakura sudah keluar lelaki itu bernafas lega lalu menghampirinya.

__ADS_1


"Gaara," panggil Sakura pelan.


"Ada apa?" tanya Gaara cemas saat melihat mata Sakura yang berkaca-kaca.


Air mata Sakura tidak dapat dibendung, ia memeluk Gaara sambil menangis," Gaara,hiks, Gaara...."


Gaara membuka hasil tes nya, bola matanya terbelalak, seharusnya gadis senang dengan begini Sakura akan bebas tahun besok.


"Kenapa kamu menangis?" tanya Gaara, ia melepaskan pelukan Sakura.


"Hiks, kenapa hal ini terjadi saat Sasuke-kun membenciku." Tangis Sakura semakin menjadi.


Kini Gaara tau, untuk membuat Sakura kembali tersenyum, ia mengajak Sakura menuju taman, dimana taman itu terdapat air mancur yang biasanya banyak orang memohonkan sesuatu sembari melempar koin.


"Gaara, ayolah ini sangat bodoh, kau tau kan," komentar Sakura malas.


"Coba dulu," balas Gaara, ia memberikan satu koin pada Sakura.


Sakura menerimanya lalu melempar koin itu, "Aku harap dia disini dan melihat ku!" batin Sakura asal.


"Yaampun, apakah orang hamil tingkahnya jadi aneh gini?" tanya Gaara pada diri sendiri.


...🌸...


Sasuke memandang malas keramaian, hari ini Karin dengan antusias mengajaknya ketaman.


"Kau kesini hanya untuk melempar sebuah koin?" tanya Sasuke, seharusnya ia masih ada di kantor untuk mengurus beberapa tugas, sejak Naruto mengundurkam diri ia tak punya waktu untuk bersantai.


"Ini bukan lempar koin biasa, Sasuke-kun, ayo kita kesana!" ajak Karin lalu menarik tangan Sasuke ketempat itu.


Saat itu juga ia berpapasan dengan Sakura yang akan pulang bersama dengan seorang lelaki.

__ADS_1


Sasuke menatap wanita itu sambil jalan kedepan, Sakura juga menatap Sasuke sejenak lalu membuang muka dan melanjutkan perbincangannya dengan lelaki berambut merah itu.


"Siapa orang itu, kenapa dia bersama Sakura dan juga kenapa dia tidak memakai kalung itu, jangan-jangan Sakura menghianatiku."


__ADS_2