
Indra tengah duduk dengan segelas anggur ditangannya, Sekarang ia sedang bersembunyi dari incaran Sasuke.
"Indra! Sampai kapan kita seperti ini? Aku tidak yakin jika Sasuke akan mengampuni keluarga kita," keluh Ashura frustasi.
"Lagipula kenapa kau menerima tawaran dari keluarga sialan itu," kesal Ashura lagi.
"Uang yang akan mereka berikan kepadaku sangat lah banyak tapi sekarang aku mengincar gadis itu," jawab Indra santai setelah meneguk anggur nya.
"Cih, aku tidak mau membantumu lagi jika kau masih berniat berurusan dengan Uchiha," kesal Ashura, ia merasa saudaranya itu sudah gila.
...🌸...
Mobil bertanda clan Uchiha berhenti disebuah penginapan Kirigakure, dengan pemandangan seindah ini mereka tentu tidak akan bosan.
"Sasuke-kun, gulali!" ucap Sakura sembari menunjuk penjual gulali yang tidak jauh dari penginapan itu.
"Tidak, gigimu akan rusak jika memakan makanan manis itu," cegah Sasuke.
Sakura menghentak-hentak—kan kakinya bak anak kecil, "Aku mau itu!"
Ya, Sasuke menyerah, daripada dia nangis kan? Akhirnya pria itu menghampiri si penjual dan membeli beberapa gulali, Sakura tersenyum senang saat kedua tangannya memegang dua gulali berwarna merah muda.
"Enak?" tanya Sasuke penasaran, walaupun dirinya tidak suka manis.
Sakura mengangguk cepat sambil menggigit gulali itu disepanjang jalan menuju penginapan, Sasuke yang penasaran pun ikut penggigit tanpa permisi dan ya, dia mengaduh kesakitan. Wahahaha karma.
"Dasar lemah," cibir Sakura melangkah duluan meninggalkan Sasuke yang terlihat kesal.
Sesegera mungkin ia menyusul istrinya, " Istri tak berakhlak kamu ya," kesal Sasuke gemas lalu menjitak jidat Sakura.
"Sakit tau!" kesal Sakura balik.
__ADS_1
"Hmm, apa yang akan kita lakukan setelah ini?" tanya Sasuke yang belum terlalu mengenal tempat ini.
"Kita pergi ke pemandian air panas khusus untuk umum, hehe," jawab Sakura lantas Sasuke terbelalak.
"Tidak, tidak bisa kita pakai pemandian khusus dua orang?"
"Sasuke-kun, sangat menyenangkan jika kita bisa berbaur dengan masyarakat," ucap Sakura lalu memegang tangan Sasuke.
"Tapi mereka bisa melihat tubuh indahmu."
"Aku tidak akan melepas handukku sampai ke pemandian, aku janji," ucap Sakura lalu menunjukkan dua jari membentuk V.
"Baiklah, ayo kita lihat penginapan dulu," ajak Sasuke yang diangguki oleh Sakura.
Begitu membuka pintu mereka disuguhi oleh pemandangan gunung yang sangat indah, Sakura tidak henti-hentinya tersenyum, kebebasan. Ya, lelaki itu sudah memberikannya.
"Kau lebih menyukai pemandangan ini daripada wajah suami mu?" goda Sasuke.
"Tentu saja, setiap aku melihat wajahmu pasti aku tidak bisa mengontrol perlakuanku," ucap Sakura tanpa sadar.
"Emmm...ten-tentu saja tidak! Wajahmu sangat jelek sehingga aku jadi kesal setelah melihatnya," ralat Sakura lalu melempar pandangan menatap indahnya alam.
Sasuke terkekeh, ia mengecup puncak kepala Sakura lalu melangkah keluar, karna handphone nya baru saja bergetar.
"Ada apa kak?" tanya Sasuke pada Itachi.
"Kembali sialan! Lihat! Demam Karin tidak turun dari kemarin," ucap Itachi dari sebrang.
"Aku sibuk, suruh saja Orochimaru mengobatinya," balas Sasuke tanpa peduli sedikit pun.
Belum sampai Itachi berkomentar, Sasuke sudah lebih dulu mematikan panggilan itu.
__ADS_1
"Siapa yang menelfon?" tanya Sakura yang sudah berdiri tepat disamping kanan Sasuke.
"Etto Naruto, dia mengomel karna pekerjaan yang aku kasih terlalu banyak," ucap Sasuke beralasan.
Mata Sakura tertuju pada jam yang dikenakan Sasuke ditangan kirinya, hal itu menambah kesan tampan pada diri Uchiha Sasuke.
"Bagus sekali," ucap Sakura.
"Ini pemberian Istriku bagaimana tidak bagus?"
"Oh ya? Istrimu yang mana?" goda Sakura dengan wajah menantang.
Sasuke menyunting senyum tipis, ia menggendong Sakura lalu melempar wanita itu ke kasur sehingga tubuh mungilnya terpantul-pantul beberapa saat. Pria itu langsung menindihnya setelah itu mencium bibir Sakura singkat.
"Akan aku beritau siapa yang membelikan jam murahan ini untukku, tapi ketulusan sang pemberi tidak semurah harganya," ucap Sasuke yang berhasil membuat kedua pipi Sakura memanas.
"Cepat beritau aku siapa orangnya," ucap Sakura tak sabar, ia berharap namanya disebut oleh Sasuke.
"Dia adalah Nyonya Uchiha..." Sakura yang mendengar hal itu menunjukkan wajah sedihnya.
Sasuke mendekatkan wajahnya ke daun telinga Sakura, "Nyonya Uchiha Sakura."
Blus
Kali ini Sakura benar-benar mirip kepiting rebus, wajahnya yang memerah membuat Sasuke tak kuasa menahan hasratnya.
"Sakura apa boleh aku melakukannya? Kau harus tau betapa frustasinya aku jika Naruto mengirimkan video percintaannya dengan Hinata," ucap Sasuke kesal. Teman not have akhlak :v.
Sakura terdiam, tidak menolak ataupun menjawab, merasa tak enak Sasuke hendak merenggangkan jarak antara mereka berdua, tapi Sakura menarik tangan Sasuke sehingga jarak mereka sudah tertepis.
"Lakukan, aku akan menyerahkan diriku sekarang padamu, karna kamu sudah memberiku kebebasan untuk mengunjungi tempat ini," ucap Sakura yang membuat Sasuke sangat senang.
__ADS_1
"Aku tidak yakin bisa melakukannya dengan lembut," balas Sasuke yang tidak bisa membendung rasa senangnya, ingin sekali ia memamerkan hal ini pada si Idiot Naruto tapi ia tidak ingin pria itu melihat kemolekan tubuh Istrinya.
"I'm yours, Sasuke-kun, lakukan apa yang membuatmu senang," goda Sakura mengalungkan kedua tangannya dileher sang suami.