Aku Mewarisi Darah Ibu Ku

Aku Mewarisi Darah Ibu Ku
Menyerap pil Cahaya matahari


__ADS_3

***Jangan lupa like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis.


Selamat membaca semua***


🔱🔱🔱


" Apa itu nek? " tanya ku , saat melihat pil yang berwarna emas yang mengeluarkan aura emas yang begitu besar . " Ini adalah pil yang di titipkan oleh nenek untuk mu. Kamu harus bisa menyerap pil ini " ucap nenek ku.


" Hah, apakah benar itu adalah pil cahaya matahari yang memiliki khasiat yang cukup banyak, dan dapat membuat tenaga dalam tidak tertandingi dan tidak akan habis " ucap pendekar Namaka terpukau terhadap pil cahaya matahari yang ada di tangan nenek ku.


" Iya pendekar , ini adalah pil cahaya matahari, yang dapat membuat tenaga dalam tidak tertandingi yang juga tidak akan pernah habis, Kelebihan yang lain juga ada seperti dapat menyembuhkan luka dalam dan juga luka luar dalam hitungan detik " tambah nenek ku.


" Cepat kamu telan pil ini, lalu bermeditasi untuk menyerap kasihat dari pil Cahaya matahari ini " ucap nenek sambil menyerah kan pil Cahaya matahari kepada ku.


Sebelum aku menelan pil Cahaya matahari, aku terlebih dahulu duduk seperti orang meditasi di atas batu.


Langsung ku telan pil Cahaya matahari. Seketika ada benda yang cukup panas berada dalam perut ku. Aku langsung bermeditasi untuk menyerap kasihat pil cahaya matahari, aku sudah hampir mau menyerah karena merasakan panas yang cukup mendalam dalam perutku.

__ADS_1


Untung saja pendekar Namaka membantu ku untuk menuruni tinggi nya panas yang ada di dalam perut ku. " Aku akan membantu mu agar mudah untuk menyerap kasihat pil Cahaya matahari " Ucap seorang yang tak lain adalah si pembisik hati.


Setelah si pembisik hati mengucap kan itu, mengalir deras tenaga dalam ke perutku. " Cepat kamu serap kasihat pil Cahaya matahari itu, aku tidak bisa menahan lebih lama lagi " ucap si pembisik hati dengan kata - kata yang tidak terlalu jelas tapi masih dapat di dengar kan oleh kuping ku yang mungil ini.


Aku pun langsung meyerap kasihat dari pil cahaya matahari hari sampai pil itu berubah warna menjadi putih dan hancur berkeping - keping.


Kepingan - kepingan pil cahaya matahari itu langsung berubah menjadi air yang begitu jernih dan langsung menyatu dengan tubuhku, aku lantas menjadi begitu segar dan juga semangat.


Aku pun langsung membuka mata ku sedikit - demi sedikit. " Selamat cucuku, kau berhasil menyerap semua kasihat yang ada di pil cahaya matahari " Ucap nenekku sambil tersenyum tulus.


" Apakah kau siap untuk belajar ilmu pedang clan, dan juga ilmu pedang yang ada di muka bumi ini " ucap nenek ku dengan mimik wajah yang begitu serius menatap ku , yang membuat ku ada takut dengan tatapan dari nenek yang ku sanyang ini.


🔱🔱🔱


...MAKASIH BANYAK YA KARENA SUDAH MAMPIR DI NOVEL SAYA. TERIMA KASIH ATAS LIKE NYA, KOMEN, DAN JUGA VOTE NYA....


SALAM MANIS DARI*** :"SAID ADJI FATURRAHMAN

__ADS_1


Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :


1.Typo


2.kata - kata yang gak nyambung



Kata - kata kasar


4.kadang pun alurnya tidak menetap.



Saya minta maaf ya.


Selamat menunaikan ibadah puasa di bulan suci ramadan

__ADS_1


sampai jumpa di cerita selanjutnya semua 👋👋👋


__ADS_2