
Mencoba kekuatan sejati
Jangan lupa ,like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis.
Selamat membaca semua
✒️✒️✒️
Author pov on
Kelima pendekar kembali kealam para ruh untuk berdiskusi tentang latihan yang tepat untuk para anak didik mereka (mereka berlima telah mengangkatnya ketiga pangeran dan dua putri menjadi murid mereka).
Alam parah ruh
"Latihan apa yang harus kita lakukan?" tanya pedekar Namaka kepada empat pendekar yang sedang meminum madu (madu yang di minum memang khusus untuk para ruh).
Pendekar Jetsu hanya melihat sekilas lalu sibuk memasukan madu kedalam mulutnya. "Kalian dengar gak sih" ucap pendekar Namaka sambil memukul meja sampai hancur.
Emosi pendekar Namaka naik drastis. "Minum dulu, jangan kau pikirkan hal itu. Karena aku sudah tau cara untuk melatih mereka" ujar pendekar Jetsu sambil menyerahkan satu cangkir penuh madu.
"Dengan cara apa yang kau latih mereka. Ku harap kau tak membunuh mereka" ucap Pendekar Zabuza sambil berjalan menuju danau yang berada di tengah - tengah alam para roh.
Pendekar Zabuza lantas menengelamkan tubuhnya. Ia membiarkan air menelan dirinya. Tubuh arwahnya kian hari melemah, Pendekar Zabuza mempertahankan arwahnya dengan merendamkan tubuhnya di dalam danau para roh agar tubuhnya tidak hilang di telan udara.
***
Di kerajaan Tenju, kelima calon pendekar sekarang telah sembuh. Kemampuan mereka meningkat setiap saatnya. Tubuh mereka lebih berotot bagi laki - laki, dan lebih langsinh bagi perempuan.
Tenaga dalam mereka sekarang menajadi tak terbatas seperti ketiga adik angkat mereka. Kemampuan mereka naik dengan pesat, dengan kemampuan sekarang mereka menjadi lebih kuat, apa lagi dengan bantuan senjata legenda (senjata langit).
"Kerahkan kemampuan kalian!" ucap pendekar Jetsu dengan suara mengelegar keras di dalam ruangan. "Baiklah" jawab Putri Elsa dengan senyuman yang indah.
Dengan senyumanya, putri Elsa dapat meluluhkan banyak hati para laki - laki dengan sebentar. "Harimau api" ucap putri Elsa sambil memainkan tongkatnya yang begitu indah.
__ADS_1
Dalam sekejap mata, 3 harimau api telah berada di hadapannya. Dengan lihai putri elas memainkan tongkatnya untuk mengerakkan ketiga harimau api.
Kecepatan harimau api semangkin lama semangkin gesit. Harimau api mulai mengeluarkan aura panasnya pada tingkat tertinggi.
"Harimau mu mulai lincah sekarang , tapi mereka bukan tandingan ku" ucap pendekar Jetsu dengan senyuman yang menyeringai.
"Buku" tanpa pengetahuan pendekar Jetsu, 1 ekor harimau api berada di api yang mengelilingi tubuhnya. Pendekar Jetsu lantas jatuh tersungkur.
"Hahahahahahah!" tawa pendekar Namaka lantas mengema di dalam ruangan. Pendekar Namaka yang gagal fokus lantas tersungkur di tanah sama seperti pendekar Jetsu.
"Karma itu berlaku" ujar pendekar Jetsu dengan nada suara yang mengejek. "Siapa sih yang berani serang aku hah?" tanya pendekar Namaka dengan nada sedikit tinggi.
"Aku kenapa" jawab putri Zaskia dengan tegas. Di tangannya terdapat tongkat yang di hiasi dengan gambar ikan tropis. "Kau hebat, circle" ucap putri Zaskia kepada ikan lumba - lumba kecil yang ada di tongkatnya.
"Ayo kita bertarung serius!" ucap pendekar Namaka yang langsung di balas anggukan kepala oleh putri Zaskia.
"Aku mohon bantuanmu circel" ucap putri Zaskia sambil mengeluarkan 5 ekor ikan lumba - lumba kecil. Kelima ekor ikan lumba - lumba itu lantas melesat menuju pendekar Namaka saat tongkat milik putri elsa di ayunkah.
"Baiklah kau yang ingin bertarung jarak jauh bersama ku" ucap pendekar Namaka sambil mengeluarkan 5 ekor ikan hiu, yang begitu mengerikan, taring milik ikan hiu itu begitu panjang dan tajam.
Ikan lumba - lumba yang di buat hancur oleh kawanan hiu langsung membentuk ulanh tubuhnya. "Wow, tidak sia - sia aku mengajarimu kalau bergini hasilnya" ucap pendekar Namaka yang hanya di balas senyuman simpul oleh putri Zaskia.
Pertempuran antara mereka berdua membuat ke - empat pendekar dan 3 pangeran terdiam dan menyaksikan pertarungan mereka yang begitu seru.
Putri Elsa hanya melihat sekali lalu menatap gulungan kuno yang di berikan oleh pendekar Jetsu.
Pertarungan mulai mematikan yang harus membuat pendekar Zabuza segera bertindak. Pendekar Zabuza lantas memasang dinding yang tembus pandang di sekitar putri Zaskia dan pendekar Namaka.
"Kerahkan semua kemampuan mu anak muda" ucap pendekar Namaka. "Baiklah, guru" jawab putri Zaskia sambil mengurangi bobot dari ikan lumba - lumba miliknya.
Ikan lumba - lumba yang tadinya berukuran 5 kg ini menjadi 1 kg. Dengan tubuh yang kecil, kelima ikan lumba - lumba itu menyerang kawanan ikan hiu dengan membabi buta.
Pendekar Namaka hanya tersenyum simpul sebelum mengurangi bobot ikan hiu miliknya manjadi 1 kg , sama seperti ikan lumba - lumba milik putri Zaskia.
__ADS_1
Putri Zaskia yang melihatnya lantas mengecilkan panjang dari tubuh ikan lumba - lumba yang tadinya 3 meter ini menjadi 1 meter.
Pertempuran mereka lantas membuat kerajaan Tenju bergetar dengan hebat. "Zabuza cepat lindungi kerajaan ini sebelum lulu lantah!" titah pendekar Ketai yang langsung di patuhi.
Pendekar Zabuza langsung terbang menuju atap kerajaan yang paling tinggi. Bangunan kerajaan lantas di tutup dengan tanah milik pendekar Zabuza.
***
Yang mulia Raja dan Ratu langsung berlari menuju ruangan pelatihan milik anaknya. Mereka takut terjadi apa - apa kepada putra dan putri mereka.
Pintu terbuka dengan lebar yang langsung di sungguhi dengan pemandangan pertempuran antara anaknya dan pendekar Namaka. Pangeran Wiliam yang melihat ayahandanya dan ibundanya yang mau terkena serangan dari Namaka langsung menariknya dengan tangan air.
Air milik pangeran Wiliam sama sekali tidak membasahi pakaian milik kedua orang tuanya. " Ayahanda, ibunda. Kenapa kemari, keadaan sekarang lagi tidak membaik? " tanya pangeran Anan dan Andri sekaligus.
"Kami takut akan terjadi sesuatu kepada kalian" jawab sang Ratu sambil duduk di kursi yang sudah di siapkam oleh pangeran Wiliam.
"Kami tidak apa - apa" ucap putri Elsa sambil berjalan menuju kedua orang tuanya. "Sebentar, kenapa penerangan matahari menjadi meredup dan kini malah gelap gulita?" tanya yang mulia Raja kepada anak - anaknya.
Putri Elsa lantas menerangi seluruh ruangan dengan permata yang terbuat dari api yang memenuhi langit - langit ruangan. "Tenang saja, Zabuza sedang mempertahankan kerajaan ini agar tidak luluh lantah menjadi tanah" jawab pendekar Yenkai yang langsung membuat yang mulia Raja terbelelak.
🔱🔱🔱
Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para 1pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :
1.Typo
2.kata - kata yang gak nyambung
Kata - kata kasar
4.kadang pun alurnya tidak menetap.
__ADS_1
Saya minta maaf ya.