Aku Mewarisi Darah Ibu Ku

Aku Mewarisi Darah Ibu Ku
Penawar racun onlusion


__ADS_3

Penawar racun onlusion


...Jangan lupa ,like, komen, dan klik vavorit , karena semua itu gratis ya. Kecuali vote itu yang bayar dan ada juga yang gratis....


...Selamat membaca semua...


✒️✒️✒️


Aku masih sibuk mencari bunga anggrek sebagai bahan terakhir, seketika mama mengucapkan kata " nak, gerhana bulan akan terjadi dengan cepat pada tahun ini, gerhana akan tiba saat malam esok. Jadi cepat lah kamu temukan semua bahan yang kau perlukan. Kalau bunga anggrek ada di bawah gunung berapi " .


Seketika aku langsung melesatkan sayapku menuju gunung berapi yang tak jauh dari sini. Setelah aku mengelilingi beberapa kali baru aku dapat menemukan bunga anggrek yang berwarna hitam pekat.


Semua bahan telah terkumpul. Aku pun langsung melesatkan sayapku agar cepat sampai di kerajaan.


Angin langsung berhembus kearah kerajaan, seolah angin ini membantuku agar cepat sampai di kerajaan.


Aku langsung masuk lewat jendela kamar mandi pribadi milik sang raja. " Airnya sudah hitam pekat, tetapi masih begitu banyak yang harus di buat.


Aku langsung ******* kan bahan yang kucari. Setelah semua bahan ***** aku langsung menabur kan nya di tempat perendaman sang Raja.


" Pengawal, boleh minta air minum ! " pintaku kepada pengawal. " Baiklah, tunggu di sini " ucap salah satu pengawal sebelum melongos pergi dari hadapan ku.


Aku pun langsung menutup pintu kamar mandi lalu menunggu si pengawal untuk mengantar air minum yang ku pintan.


" Ini airnya " ucap sang pengawal sambil menyerah kan air yang ku pinta. " Terima kasih " jawabku sambil berjalan masuk kedalam kamar mandi.


Aku pun langsung mengalirkan tenaga dalam dengan jumlah yang begitu besar pada air untuk berendam sang raja begitu juga dengan air yang aku minum kan kepadanya.


Goro pov on


" Rendi besok malam gerhana bulan akan terjadi, apa bila tidak di sembuhkan dalam kurun waktu 10 jam, mangka tubuh yang mulia Raja akan melebur habis " ucapku dengan keringat mengucur deras.


" Kak Basir pasti bisa, kita serahkan semua padanya " ucap Rendi dengan keringat yang terus mengucur deras di dahinya.


Kami berbincang - bincang tentang keaadaan yang mulia Raja yang semangkin lama memburuk. Keringat terus mengucur derah sampai air keringat milik kami jatuh di baju sang Raja yang terbuat dari sutra.


" Kak Basir cepat sedikit " batinku. Setelah aku membatin orang yang kuharap kan datang dengan cangkir terbuat dari kayu.


" Rendi, goro tolong duduk kan yang mulia Raja! " pintanya yang langsung ku patuhi.

__ADS_1


" Air apa yang kau buat itu, apa itu racun untuk membunuh suami ku hah " sergah sang Ratu kepada kak Basir.


Goro pov end


Aku hanya tersenyum tipis saat sang Ratu mebguncang tubuhku dengan kuat. " Ini bukan Racun yang mulia Ratu. Ini adalah penawar. Kalau tidak percaya mari kita lihat " ucapku sambil menegakkan minuman penawar itu kemulut sang Raja.


" Apa bila suami ku menderita lebih parah, aku yakin kan kepada mu. Aku akan memenggal kepala mu dan kedua adikmu " ucap Sang Ratu dengan nada yang meninggi dan hanya kubalas senyuman sahaja.


Penawar yang ku teguk kan untuk yang mulia Raja kian habis. " Yang mulia Ratu, saya mohon rendamkan lah tubuh yang mulia raja di tempat perendaman. Anda tidak perlu khawatir terhadap air yang hitam pekat itu, air itu adalah penawar " ucapku.


" Saya mohon rendamkan tubuh yang mulia Raja sekarang juga, karena apa bila terjadi gerhana bulan, yang mulia Raja akan lebur menjadi abu " tanbahku yang langsung di balas anggukan oleh sang Ratu.


" Ini adalah kartu identitas saya, apa bila terjadi sesuatu kepada yang mulia Raja engkau bisa langsung ke tempat pos misi " ucapku seraya berjalan keluar kamar yang di ikuti oleh Rendi dan juga Goro.


🔱🔱🔱


Keesokan paginya, kami di cari oleh para prajurit kerajaan. " Ada apa ini? " tanya ku kepada mereka. " Kalian di panggil oleh keluarga kerajaan " ucapnya dengan sedikit ketus.


" Apa kakak salah buat penawaran nya? " tanya Rendi dengan keringat mengucur dikit demi sedikit. " Tidak, kita pergi kekerajaan hanya untuk mendapatkan imbalan " ucap ku dengan tersenyum simpul.


Ratu pov on


.


.


Aku pun langsung memapah suamiku dikit demi sedikit untuk masuk ke dalam kamar mandi pribadi milik nya. " Air apa ini, begitu hitam pekat. Apakah ini memang penawar racun yang ada di dalam tubuh suami ku. Lebih baik aku rendam kan saja tubuh suaminku. Apa bila terjadi sesuatu yang tidak baik akan ku penggal kepala dia dan kedua adiknya itu " batiku yang masih khawatir terhadap air rendaman yang hitam pekat.


Aku pun langsung membuka busana yang di kenakan oleh suami ku. Lalu ku pakaikan baju yang terbuat dari sutra yang biasa di gunakan untuk menutup tubuhnya secara keseluruhan.


Dari kaki ku masukan laku bagian badan dan terakhir aku menenggelam kan semua tubuhnya. Seketika cahaya yang begitu menyilaukan membalut tubuh suami ku.


Aku ingin melihat prose penyembuhan tapi tidak bisa, seolah mataku kian di butakan, seketika tubuhku terhempas kelantai.


" Istriku bangun, bangun " ucap suara laki - laki yang tak lain ialah suami ku. Ia pun menepuk pipiku dan mengoyang kan tubuhku. " Aduh pusing nya " ucapku sambil memijat sedikit kepala ku.


" Suami ku " ucapku tanpa sadar langsung memeluknya dengan erat. Air mata langsung mengalir deras tanpa henti, seolah ini mimpi. Suaminku sembuh dalam sekejap.


" Sudah - sudah, aku mau nanya siapa yang menyembuhkan ku, akan ku berikan imbalan yabg begitu besar untuk dirinya? " tanya suamku.

__ADS_1


Aku pun langsung menjelaskan siapa jati diri si ahli racun itu. Ia juga masih anak - anak. " Imbalan nya, angkat dia menjadi putra kerajaan dan kedua adiknya itu " ucapnya membuat ku sedikit terbelelak.


" Apakah aku tak salah mendegar nya? " tanya ku kepada diri sendiri tapi masih dapat di dengar oleh suamiku.


" Tidak, kamu tidak salah dengar. Besok hari suruh pengawal tingkat menengah untuk menjemputnya !" .


" Baiklah suaminku, akan saya suruh para pengawal untuk menjemput nya " ucapku sambil beranjak pergi untuk menemui para pengawal tingkat atas.


Malam itu kami berdua tidak tidur begitu pula dengan anak - anak ku. Kami bercerita dengan penuh semangat . Dan tak lupa juga menceritakan imbalan yang akan di berikan kepada yang berhasil menyembuhkan suamiku.


" Apakah aku akan punya adik lagi ?" tanya sri dengan bangga. " Iya " jawabku yang membuat nya mebanyangkan bagaimana rupa sang adik barunya.


FLASBHACK OFF


.


.


.


Ratu pov end


🔱🔱🔱


Mohon maaf untuk kemarin author gak bisa up. Karena tubuh author sakit atau kurang vit. Hari ini sudah ada mendingan, jadi hanya segini aja dulu up nyq.


🔱🔱🔱


Saya ucap kan terima kasih banyak atas dukungan para pembaca semua. Mohon maaf kalau masih banyak :


1.Typo


2.kata - kata yang gak nyambung



Kata - kata kasar


4.kadang pun alurnya tidak menetap.

__ADS_1



Saya minta maaf ya.


__ADS_2